MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Nasehat Kak Doni


__ADS_3

Sekarang Aku sedang ada di ruang depan bersama Kaka, dan Mas Hendra. Kaka ingin menanyakan secara langsung pada Mas Hendra tentang maksud dari perkataanya tadi.


Semua orang masih di meja makan, sedang kita sekarang hanya bertiga di ruang depan.


"Apa maksud perkataanmu tadi Hen,, dan kenapa Dea bisa jadi sekertarimu,, "kata Kak Doni.


"Kalau masalah Dea bekerja di kantor Saya dan menjadi sekertaris, Saya benar benar tidak tau ,karena yang menerima Dea bekerja di kator Saya ada timnya sendiri."kak Doni pun menganggukan kepala.


"Dan yang masalah Saya ingin medikahi Dea itu memang Saya yang menginginkanya dan juga Saya sangat serius ,,tapi Deanya yang belum mau,, "


"Kenapa kamu ingin menikah dengan Dea,, kamu sudah tau kan tentang tuduhan mantan suami Dea yang mengatakan kalau Dea itu mandul, apa kamu mau main main.Saya ngga akan pernah membiarkan adiku tersakiti, jadi kalau niatan kamu tidak serius tolong jangan bawa kata kata pernikahan, karena pernikahan adalah suatu hubungan yang sakral tidak untuk main main,,"


"Saya sangat serius ingin memperistri Dea, dan Saya terima segala kekuarangan Dea, Saya juga tidak mempermasalahkan tentang Dea yang katanya mandul,, karena masalah anak Saya sudah ada Zara dan kalau nanti Dea mau, kita bisa berobat ke luar negri untuk berobat atau nanti bisa coba untuk lakukan bayi tabung ,,


"Trus kamu gimana Dek,, kalau Hendra memang sudah serius ingin menikahimu dan mau menerima kekuranganmu, kenapa kamu ngga mau untuk nikah,, kalian itu kerja bareng kalau tiap hari kalian bertemu takutnya ngga akan baik nantinya, harus ada setatus yang jelas,,kalau kaka setuju aja biar kamu ada yang jagain dan kaka ngga was was lagi, hidup di kota itu sangat keras Dek,, "


"Kak,, Dea bukanya ngga mau untuk menikah lagi,, tapi saat ini Dea sedang menata hati dulu, rasa sakit dan kecewa masih sangat terasa di hati Dea atas penghianatan mantan Suami Dea kak,, Dea juga sudah bilang sama Mas Hendra untuk bersabar dan menunggu Dea menyembuhkan sakit hati Dea dulu,, "


"Tapi kamu juga jangan lama lama kasih jawabanya, takutnya Hendra menunggu kamu terlalu lama dan ahirnya dia justru menyerah,, Hendra itu laki laki yang sudah mapan dan sukses ,pasti banyak perempuan yang mau denganya, jadi Kaka harap kamu juga jangan terlalu lama memberi jawaban,, "kata Kaka.


"Iya kak,, "jawabku. saat Aku melihat ke Mas Hendra dia sedang tersenyum melihatku.


Setelah mengobrol dengan kaka,, Aku dan Mas Hendra pun berpamitan karena sudah malam, soalnya besok Aku dan Mas Hendra akan ada miting pagi, jadi ngga boleh tidur malam takut telat bangunya.


Dan Zara masih mau di rumah Dinda dulu, katanya malam ini ingin tidur di rumah Dinda, karena habis cape di jalan jadi pengin istirahat, baru besok Zara akan di jemput dan akan kerumah Mas Hendra.

__ADS_1


"Ini kita mau kemana lagi Mas,, udah malam ini loh,,"saat mobil berjalan ke arah lain,bukan ke arah kos kosanku.


"Kita ke aparetemen Saya dulu,, "


"Mau ngapain ke sana,,? "


"Ada deh,,, "sambil tersenyum.


"Iihh,,, Mas nyebelin banget sih,, "kataku sambil ngambek.dan Mas Hendra pun tertawa senang melihatku yang ngambek.


"Mass,, kita mau ngapain ke sini sihh,, "saat mobil berhenti di parkiran apartemen.


"Mas mau ambil berkas yang tertinggal di apartemen,, kamu mau ikut apa mau di sini aja,, "Aku pun berfikir sebentar.


"Ya udah kalau ngga mau ikut ke atas, kamu di mobil aja,, tapi hati hati yah soalnya Saya denger denger di parkiran sini angker,, "


Mataku melirik sekilas ke Mas Hendra, sepertinya dia bohongin Aku deh,, tapi saat Aku keluar dari mobil memang tempat parkirnya cukup seram sih.


Mas Hendra menggandeng tanganku menuju ke dalam gedung apartemenya, dan kita pun naik lif menuju ke atas.


Sampai di apartemen Mas Hendra masuk ke ruang kerjanya, sedang Aku menunggunya sambil noton tv. Mas Hendra cukup lama di dalam ruang kerjanya, Aku menunggunya keluar sampai mengntuk, ahirnya Aku pun tertidur di sofa.


Aku merasakan badanku melayang,,dan Aku berlahan membuka mataku.


"Mas,, mau kemana,, turunin Dea , "kataku.

__ADS_1


"Suuttt,,, diam lah,, nanti jatuh kalau bergerak terus,, "Aku yang takut jatuh ahirnya tanganku Aku kalaungkan di leher Mas Hendra.


Lalu Mas Hendra membawaku ke kamar, dan menidurkanku di atas kasur. Setelah itu Aku akan bangun untuk duduk tapi Mas Hendra malah mendoronku, ahirnya Aku pun jadi tiduran, dan Mas Hendra langsung naik ke atas badanku dan mengungkung badanku.


"Mas,, kamu mau apa,, jangan macam macam ya Mas,,, "Kataku yang takut melihat kelakuan Mas Hendra.


"Mas ngga akan macam macam kok, cuman pengin satu macam saja,, "sambil tangan Mas Hendra mengusap pipiku, Aku yang ke takutan hanya memejamkan mata.


"Mas malam ini pengin bercinta dengan mu,, "sambil berbisik di telingaku. Aku langsung membuka mataku dan melototkan mataku.


"Mas,,, Dea ngga suka yah kalau Mas kaya gini,, awas Mas,,jangan kaya gini,,, "kataku marah. dan sambil mendorong badan Mas Hendra agar menyingkir dari atas badanku.


Tiba tiba Mas Hendra tertawa dengan kencangnya.


"Hahaaaa,,, lucu sekali sih lihat wajah kamu yang sedang marah dan ketakutan gitu,, "Sambil bangun dari atas tubuhku.


"Massss,,, kamu ngerjain Dea,,, jahat banget sih kamu Mas,,, "sambil Aku pukuli badan Mas Hendar, sedang yang Aku pukuli hanya tertawa saja.


Setelah puas tertawa Mas Hendra lalu memegang tanganku yang memukulinya terus.


"Mas ngga akan melampoi batas, kalau kamu ngga izinkan,, tapi kalau kamu izinkan Mas akan selalu siap,,, "sambil tersenyum mesum.


Saat Aku akan bangun Mas Hendra menariku dan Aku pun jatuh di pangkuanya. Mas Hendra memeluku dengan sayang, dan Aku pun membalas pelukanya.


"Mas sudah ngga tahan De,,rasanya kepala Mas yang di bawah selalu menginginkanya,"katanya.dan benar saja di bawah duduku sudah ada benda yang mengganjal dan sangat keras.

__ADS_1


"Masssss,,,, "


Jangan. lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2