
Akbar melihat ke Sila saat Beni bertanya soal pacaran,sedang Sila langsung menunduk.
"Kita Belum pacaran Ben,,tapi baru calon,,"jawab Akbar.
"Calon,,maksudnya calon pacar,,?"tanya Beni,Akbar mengangguk.sedang Mira langaung mengangkat wajahnya melihat ke Akbar yang sedang melihat ke arahnya,Akbar tersenyum tipis melihat pipi sila yang merah.
"Kamu katanya belum mau punya pacar,kok sekarang malah suka kakaku,gimana sih kamu,awas yah kamu mainin kakaku,Aku ngga akan lihat teman pokoknya kalau kamu sampai sakitin kakaku,"
"Iya itu dulu waktu belum ketemu kakamu,sekarang semenjak Aku lihat kakamu ,Aku langsung berubah fikiran Ben,,tenang aja nanti kalau kakamu mau jadi pacarku,Aku janji sama kamu ngga bakalan menyakitinya,,percaya dehh.."Sila hanya mendengarkan perkataan Akbar dengan perasaan senang.
"Aku pegang janji kamu,,ya udah sanah kamu pulang,"
"Iya udahhh,,Aku pulang,,"Beni lalu masuk ke dapur,sedang Sila mengantar Akbar ke depan.
"Kenapa tadi kamu bilang ke Beni kalau kita calon pacar,,?"kata Sila saat sedang menunggu taxsi lewat di depan rumahnya.
"Kenapa emangnya,apa kamu tidak suka,"
"Bukan ngga suka,cuman emang bener kamu mau pacaran sama Aku,kamu ngga malu apa pacaran sama yang lebih tua,"
"Ngapain malu,asal Aku nyaman ngga penting ngurusin omongan orang kan,,"Sila menganguk pelan.
"Trus kamu mau ngga jadi pacarku,,kamu ngga malu juga kan pacaran sama Aku yang lebih muda dari kamu,,"
"Ceritanya kamu lagi nembak Aku nih,"Akbar mengangguk sambil jawab Iya.
"Ih kok nembaknya di sini sih,ngga ada romantis romantisnya sama sekali,di pinggir jalan lagi,,"
"Ya emang kenapa,,yang penting kita kan sama sama suka,"
"Ya setidaknya jangan di sini kek,masa di pinggir jalan gini sih,"
"Ya terus maunya kamu dimana,?emang kamu maunya yang seperti apa,?apa yang tempatnya romantis gitu,,?banyak bunga dan lilin,,"
"Tau ah,,kamu mah nyebelin,udah sanah pulang,tuh ada taxsi,,"Sila lalu masuk ke dalam rumah saat taxsi sudah berhenti tanpa menunggu Akbar masuk ke taxsi.
Akbar hanya bisa diam dan melihat Sila yang masuk ke dalam rumah.di taxsi Akbar lalu berfikir apa yang di inginkan Sila.
"Aduhh,,pusing nih kepala ,Akbar lagian kamu sih pake jatuh cinta segala,ini kan hasilnya,kamu pusing sendiri,,"sambil mengusap wajahnya kasar.
Sampai di rumah Abang langsung di panggil Mamahnya.
__ADS_1
"Kok pulangnya sampai jam segini sih Bang,ngapain aja di rumah Beni,,?"
"Maaf mah,,tadi Abang ketiduran,,"
"Ketiduran apa pacaran,,"
"Mamahhh,,,apaan sih,,"
"Ya sudah sanah mandi,habis mandi kita makan malam bareng yah,,"Akbar menjawab Iya lalu naik ke kamarnya.Dinda hanya geleng geleng kepala.
Selesai Akbar mandi,Akbar langsung turun karena sudah lapar.dan semuanya sudah kumpul,mereka punmakan malam bersama.
Selesai makan Kembar masuk kamar untuk belajar,sedang Akbar,Dinda dan Agung mengobrol di sofa.
"Mah ,Pah,Abang mau minta izin,"
"Izin ,Abang mau kemana,,?"tanya Dinda.
"Abang bukan izin karena mau pergi Mah,tapii,,,"Akbar berhenti berkata.
"Tapi Apa,,?"tanya Agung sedikit serius.
"Tapi izin Abang untuk pacaran Mah Pah,,"dengan pelan dan menunduk.
"Sila,,"jawab Akbar.
"Papah bukanya melarang Abang pacaran Bang,tapi ingat yah jangan sampai mengganggu kuliahmu ,kamu masih sangat muda dan masih panjang perjalanan kamu menuju sukses,"
"Iya Pah,,Abang ngerti kok,,dan Abang janji ngga akan bikin Papah dan Mamah kecewa,"
"Papah pegang janji Abang,Abang harus selesai kuliah dan sukses dulu baru menikah,"Akbar pun mengangguk.
"Apa Abang dan Sila sudah jadian,,"Abang menggeleng.
"Abang tadi udah bilang suka padanya Mah,tapi Sila bilang ngga ada romantis romantisnya,Abang jadi bingung harus gimana,,"
"Jadi maksud Abang tadi udah bilang suka sama Sila,tapi Sila belum jawab iya gitu,"Abang mengangguk.
"Mungkin Sila ngga suka kali sama Abang,"kata Agung.
"Suka kok,cuman kata Sila Abang ngga romantis,,"
__ADS_1
"Emang Abang bilang sukanya lagi di mana,,?"
"Di depan jalan rumah Sila Mah,saatsedang nunggu taxsi,,"
"Ya Tuhan Abang,,benar aja Sila ngga mau jawab dan bilang ngga ada romantis romantisnya,orang bilang suka kok di pinggir jalan sih Bang,,"
"Ya emang kenapa,yang pentingkan udah bilang suka dan dia juga suka sama Abang,kita trus jadian,beres kan Mah,,"
"Ya ngga gitu juga Bang,yang namanya perempuan tuh beda,Abang tuh harusnya bikin kejutan dan tempatnya juga yang bagus gitu,,"
"Abang ngga bisa Mah kalau kaya gitu,"
"Mau Mamah bantu ngga,,"
"Mamah mau bantu Abang,,"Dinda mengangguk.
"Ya deh Mamah bantuin Abang yah,,"
"Siap ,,Mamah yang akan urus ,Abang tinggal trima beres deh nanti,,"
"Iya Mah,,Makasih ya Mah,,"
Lalu Abang naik ke kamar untuk istirahat,sedang Agung sama Dinda masih mengobrol.
"Mah,,Tapi Papah takut,,?"
"Takut kenapa Pah,,"
"Dari umur mereka Mah,,dan Papah takut kalau nanti Abang patah hati akan menghambat kesuksesanya dia,,"
"Papah,,mikirnya udah jauh amat sih,,kita orang tua hanya bisa mendoakan dan mendukungnya Pah,biarkan Abang menikmati masa mudanya,walau Abang anak Papah tapi ngga harus sama kaya Papah,mungkin Dia nurunin Mamah menikah muda,,"
"Jangan dong Mah,,Abang juga harus sukses dulu baru nikah,dia itu laki laki dan akan menjadi kepala rumah tangga,beda sama Mamah,Mamah kan perempuan,,"
"Iya sih,,tapi Mamah selalu dukung apa yang di inginkan Abang selagi itu tidak negatif, tidak merugikan orang dan tidak membuat keluarga malu,,"
"Tapi Mamah juga jangan terlalu memanjakanya,Abang itu laki laki,jadi kita jangan terlalu menuriti apa maunya dan biarkan Abang mandiri,"
"Iya sih Pah,,tapi Mamah ngga tega melihat Abang kesusahan,,"
"Iya Mah Papah tau,karena Abang anak kita,Papah juga ngga tega,tapi sekarang Abang sudah beranjak dewasa,jadi kita jangan terlalu memanjakanya,"Dinda pun mengangguk.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimaksih...