
Setelah selesai menelfon Suami,Aku merasa mengantuk, jadi Aku putuskan untuk tidur siang dulu.
Aku bangun setelah mendengar suara hpku berbunyi, dan Aku melihat nama Ibu yang menelfonku.
π²..Ibu
"Hallo Bu,,, "
"Hallo sayang, apa Ibu ganggu,? "
"Ngga kok Bu, ini Dinda baru bangun tidur, Ibu sedang apa,? "
"Oh baru bangun. Ibu sedang di kantor,Apa kalian udah pinda ke rumah baru ,?"
"Iya Bu, kita udah pindah baru kemarin sore, "
"Sukur deh kalau udah pindah, maaf sayang Ibu ngga bisa bantuin beres beres, kemarin dua hari Ibu ada acara dengan teman teman Ibu, "
"Iya ngga papa Bu, Mas Agung menyuruh orang untuk pindahan dan merapikan barang barang kok Bu, jadi ngga terlalu repot, "
"Sukur deh Sayang, ya udah yah semoga di rumah baru kalian betah dan cepat dapet momongan agar Ibu bisa jadi nenek, "
"Amin Bu,,, "
Setelah Ibu mengahiri obrolan, Aku langsung pergi ke dapur untuk mulai memasak bubur kacang ijo pesanan Suamiku, dan Aku melihat jam ternyata sudah sore, dan Aku langsung mulai merebus kacang ijonya, sambil menunggu kacang ijo matang, Aku menyiapkan bahan masakan untuk makan malam.
Bubur kacang ijo pun sudah matang, dan masakan pun sudah siap di meja, sekarang tinggal Aku mandi sebelum Suami pulang.
Aku masuk kamar mandi untuk mandi, Aku tidak berendam karena tubuhku meras ngga enak, ahirnya Aku mandi dengan cepat, selesai mandi Aku langsung memakai baju dan setelah itu Aku menuju ke ruang tv, saat Akan duduk Aku mendengar bunyi dari arah dapur, Aku langsung melihatnya, saat Aku lihat ternyata suamiku sedang duduk di tempat meja makan sambil memakan semangkuk bubur kacang ijo.
"Mas,,, bikin kaget aja sih, kenapa pulang ngga ngga bilang sih, "kataku sambil mendekat ke suamiku.
"Tadi Mas udah masuk kamar, tapi Adek lagi di kamar mandi, lalu Mas mencium bau harum dari dapur dan ternyata bau bubur kacang ijo, jadi mas langsung memakanya, maaf ya Dek,Mas ngga nunggu Adek dulu,"kata suamiku sambil menikmati bubur kacang ijo.
"Oh gitu,, Gimana enak ngga buburnya Mas,? "
"Ini enak banget Dek, mas boleh nambah ngga Dek?, "sambil memberikan mangkuk kosong padaku dan Aku langsung paham kalau Suamiku mau tambah lagi.
Aku langsung mengambilkan lagi buburnya, dan Aku masukan ke dalam mangkuk cukup banyak agar Suamiku puas.
"Adek ngga pengin buburnya, apa udah makan,? "
"Dinda ngga pengin, Dinda mau makan nasi aja, biar buburnya buat Mas aja, kan bisa taro kulkas kalau ngga abis dan bisa buat besok, "kataku.
Dan Aku langsung makan, sedang Suamiku mengusap perutnya karena merasa kekenyangan karena makan sampai 2 mangkuk bubur kacang ijo.
Setelah selesai makan Aku dan suamiku masuk kamar, Aku menyuruh suamiku untuk membersihkan badanya karena sudah malam,dan Aku menyiapkan baju ganti untuk Suamiku.
Kita sekarang sudah berada di atas kasur dan saling berpelukan.
"Mas,,, Kalau Dinda nanti sudah punya anak, apa Mas masih izinin Dinda untuk kuliah, ?"kataku sambil Aku mendongakan wajahku.
"Itu Mas serahkan keputusanya sama Adek, kalau Mas sebenarnya ingin mempunyai istri yang fokus kepada keluarga, Tapi Mas juga ngga bisa melarang Adek karena Mas juga sudah janji pada Ayah dan Ibu Adek kalau Mas tidak akan melarang Adek untuk kuliah dan berkarir, "jawab Suamiku sambil mengusap rambutku.
__ADS_1
Aku pun tersenyum"Terimakasih untuk cinta Mas dan untuk semuanya yang Mas kasih untuk Dinda.Dinda sangat bahagia mempunyai suami yang sabar dan penyayang, teruslah bimbing Dinda agar Dinda menjadi lebih baik dari sekarang, "ucapku. Lalu Suamiku mencium keningku.
"Justru Mas lah yang harus berterima kasih, karena Adek mau menerima Mas menjadi pendamping Adek, tolong ingatkan Mas kalou Mas berbuat salah dan kita bicarakan baik baik kalau ada masalah jangan sampai masalah kita pendam sendiri sendiri, "Aku hanya mengangguk dan kubenamkan wajahku ke dada Suamiku.
"Dek,,,adek kecil Mas sudah beberapa hari ngga di kasih jatah, rasanya tidak enak. Apa hari ini adek kecil Mas boleh minta jatah, "sambil ku dongakan wajahku lagi Aku langsung tersenyum dan mengangguk.
Mas Suami langsung tersenyum dan mengangkat daguku agar terangkat wajahku yang tertunduk.
Suamiku mencium bibirku dengan lembut dan ku kalungkan tanganku di leher Suamiku. Aku menikmati setiap hujaman dan dorongan dari Suamiku,Desahan selalu lolos dari bibirku karena rasa nikmat yang begitu nyata.
"Maaassss,, eeemmm,,, "
"Dekkk,,, masss maau saampaiiii,,, oooohh,,, "
Ahirnya pelepasan kita berdua datang bersama, hingga kepuasan dari diri kita masing masing sangat nikmat.
Masih dengan nafas yang belum setabil, Suamiku menyelimuti badan polosku dengan selimut, sedang Suamiku mengambil celana pendeknya dan langsung keluar.
"Adek tidurlah dulu, Mas mau ke ruang kerja,hanya sebentar,, "ucap Suamiku setelah menyelimutiku,dan mencium keningku juga.
"Hemmmm,,,, "
.
.
.
Pagi pun datang dan sekarang Aku sedang menuju kampus untuk kuliah, seperti hari kemarin Aku di antar Suamiku sampai kampus.
"Ya,, Dinta tunggu nanti,? "sambil ku cium tangan Suamiku dan Suamiku justru mencium bibirku tapi hanya sekilas.
Ternyata ada mata yang melihat dari luar mobil, karena kaca mobil Suamiku tidak terlalu gelap jadi masih bisa kelihatan dari luar.
Aku keluar dari mobil dan Aku lambaikan tanganku ke arah Suamiku, setelah mobil pergi Aku pun masuk ke dalam kampus.
Aku langsung mengikuti mata kuliah karena pas Aku sudah masuk tidak lama Dosen pun datang. Sekitar 2 jam, ahirnya waktu istirahat tiba, karena merasa haus Aku pergi ke kantin untuk membeli minuman botol, karena Aku akan pergi ke taman kampus untuk bersaintai di bangku bawah pohon sambil mengerjakan tugas dari Dosen.
Sampai di taman kampus Aku langsung mencari tempat duduk untuk Aku duduki, setelah sampai Aku ambil laptopku dan mulai mengerjakan tugas.
"Serius amat sih,sampai ngga liat ada yang duduk di sampingnya, "Aku menengok ke samping dan sudah ada Kak Hanan di sampingku.
"Hai Kak,,, sendirian aja, ?"tanyaku.
"Iya,, kamu kok juga sendiri, emang ngga ada teman gitu, "Aku hanya menggelengkan kepalaku.
"Kok bisa ngga ada teman sih, apa kamu memang pemilih mencari teman gitu, apa carinya orang yang lebih dewasa dan berduit, "Aku langsung bingung dengan perkataan Kak Hanan.
"Maksudnya,? "
"Ngga,tanya aja.Asal..,"Aku hanya menganggukan kepalaku.
"Boleh minta no telfon kamu ngga Din, "sambil menyodorkan hp kearahku.
__ADS_1
Aku pun mengambil hp Kak Hanan karena kemaren Aku udah bilang kalau ketemu lagi baru Aku kasih.
"Trimakasih, "ucap Kak Hanan dan Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
Saat ku lihat jam ternyata sudah jam akan masuk,Aku langsung berpamitan dengan Kak Hanan dan pergi menuju kelas.
"Sepertinya Dia sudah berubah, dari tampilanya Dia seperti tercukupi dan di lihat dari barang barang yang Dia pakai semua bermerek .Apa Dia menjadi simpanan om om yah? karena tadi pagi Aku melihatnya di antar om om pake ciuman lagi, duh ngga bener nih"dalam hati Hanan sambil melihat Dinda berjalan.
.
.
.
Jam pulang kuliah Aku langsung menunggu Suamiku di halte, karena tadi Suamiku sudah mengirim pesan katanya sedang di jalan.
"Mau pulang Din,, ?"tanya Kak Hanan yang tiba tiba sudah ada di belakangku.
"Iya,, Kak"jawabku sambil Aku tetap berjalan.
"Mau bareng ngga Din, naik motor,? "
"Trimakasih Kak, Dinda di jemput kok, "jawabku sambil duduk di bangku yang ada di halte.
"Oh,, gitu. Aku temani sampai jemputanmu datang ya Din,? ngga papa kan, "kata Kak Hanan yang ikut duduk di sampingku.
"Iya,, ngga papa, "jawabku
"Besok ahir pekan kampus akan ngadain acara cemping,kamu mau ikut ngga Din,? "
"Belum tau nih kak, tadi aja anak anak pada ngajakin,tapi Dinda belum izin, "jawabku. memang tadi waktu Dosen keluar ruangan Anak anak pada ngomngin tapi Aku belum tau mau ikut pa tidak.
Tinnn.. Tinnn...
Aku tersenyum saat mobil Suamiku datang, dan langsung berdiri dari duduku.
"Maaf Sayang,nunggu lama yah jalan macet banget tadi, "kata Suamiku saat keluar dari mobil dan langsung membukakan pintu mobil untuku, dan Aku langsung mendekat ke Suamiku.
"Ngga papa Mas,, belum lama banget kok,"kataku sambil masuk ke dalam mobil, tapi sebelum mobil pergi Aku pamitan ke Kak Hanan.
"Kak,, Dinda duluan yah,, "kataku sambil membuka kaca mobil. Dan Kak Hanan hanya menjawab, "Iya, "
"Cowo tadi siapa Dek,,? "tanya Suami sambil menyetir.
"Oh,,itu Kak Hanan Mas, Dia Kaka kelas Dinda pas SMA dan sekarang menjadi senior Dinda di kampus, "jawabku.
"Apa kalian sengat dekat, sepertinya Mas lihat dari dia melihat Adek beda, apa dia mantan Adek?, "Aku langsung tersenyum.
"Apa Suamiku ini sedang cemburu,,,bukan kom Mas,, Dinda dari dulu ngga pernah pacaran jadi Dinda ngga punya mantan, dia hanya Te,,Man,"kataku sambil menegaskan kata teman.
Aku langsung bersandar di pundak Suamiku, "Kita harus saling percaya ya Mas, karena kalau kita ngga saling percaya dengan pasangan kita, Akan membuat kita menjadi jauh dan nantinya akan menjadi saling menyakiti satu sama lain, "Suamiku mengusap kepalaku dan mencium keningku sambil bilang, "Iya kita harus saling percaya"
**Aku ngga bosen bosen nih untuk minta dukungan dari kaka kaka semuanya, untuk like, komen juga votenya ya kak.trimakasih...
__ADS_1
Semoga kaka kala semua suka ceritaku, kalau ada ide atau usul untuk cerita Dinda dan Agung silakan kaka,,,,,
Salam sayang darikuπππππ**