MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kepergok ayah


__ADS_3

Aku langsung ikut ayah menuju kamarnya,dan aku juga langsung mengambil kasur lantai untuk papah tidur.


"Dinda nanti tidurnya sama ayah, jangan tidur bersama pamuji.Kalian belum halal, "kata ayah saat aku akan keluar dari kamar ayah. Aku hanya bilang, "iya yah, "


Sesampainya di ruangan depan aku langsung menyuruh papah untuk menggeser meja ke pinggir agar kasurnya bisa di gelar. Setelah kasur sudah rapi aku menyuruh papah untuk istirahat.


"Mamas istirahat gih, pasti cape kan, ?"kataku setelah kasur udah rapi.


"Iya,,, sinih adek juga tiduran bareng sama Mamas, "sambil menepuk kasur di sambing badan papah.


"Dinda mau tidur sama ayah aja, "kataku sambil aku mau bangun dari duduku.


"Adek sini dulu,,temenin Mamas ngobrol, Mamas belum mengantuk soalnya, "ahirnya aku duduk di dekat papah, lalu kepala papah di taro di pangkuanku.


"Rasanya seperti mimpi ya dek,, perjuangan kita tidak sia sia,ahirnya mendapatkan restu dari orang tau adek"kata papah sambil menggengam tanganku dan di ciumnya tanganku.


"Iya,,, Dinda juga merasa lega dan senang,"sambil tanganku yang satunya mengusap kepala papah.


"Nanti acara nikah kita adek penginya di mana,? "


"Di sini aja boleh ngga,?"


"Terserah adek, Mamas ngikut aja.Asal adek senang Mamas juga ikut senang, "sambil mendongakan wajahnya papah berkata, dan sambil tersenyum.


Aku pun ikut tersenyum, lalu papah bangun dari tidurnya, dan mendekatkan wajahnya ke arahku,lalu ku pejamkan mataku saat papah menempelkan bibirnya di bibirku.


Aku menikmati setiap lum*tan lum*tan yang papah berikan, dan aku pun membalasnya, ku kalungkan tanganku di leher papah, sedang tangan papah memeluk punggungku, mungkin karena susah dengan posisi kita, ahirnya papah mengangkat badanku agar aku duduk di pangkuanya.


Posisi sekarang membuat ku sangat merasakan sensasi yang membuat hatiku berdebar, dengan kelakuan papah yang sudah sangat bernaf*su ,papah menggerakan pinggulku kedepan dan kebelakang, membuatku merasa tak karuan..


"Eemmmhh.... "aku lepaskan ciuman papah,karena nafasku sudah tinggal sedikit.

__ADS_1


Aku tarik tangan papah supaya berhenti menggerakan pinggulku, karena aku sudah merasa tidak nyaman dengan benda keras di bawah pahaku.


Lalau aku tersenyum dan menggeleng, papah pun langsung menghentikan aktifitasnya.


"Dinda ke kamar mandi dulu ya mas, Dinda juga mau langsung tidur karena sudah malam, "kataku sambil aku berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.


Selesai dari kamar aku langsung masuk kamar ayah, tapi sebelumnya aku bilang ayah kalau aku udah selesai dari kamar mandi dan akan langsung tidur di kamar ayah.


.


.


.


Aku terbangun dari tidurku saat ayah membuka jendela yang membiatku silau.


"Din,,, bangun,lalu masak buat sarapan, ada calon mertua dan calon suami Dinda jadi harus bangun pagi, "kata ayah.


"Iya yah,,, "sambil mengucek mataku aku langsung bangunh, dan aku langsung masuk ke kamar mandi.


Ternyata papah masih tidur, aku mendekatinya dan ku goyangkan lenganya.


"Mamas,,, bangun udah pagi, "ngga bangun juga.


Lalu aku isengin, ku pencet hidung mbangirnya biar susah nafas, baru berapa detik papah sudah bergerak, aku tersenyum melihat keisenganku.


Tiba tiba saat tanganku masih di hidung papah, papah menarik tanganku dan ahirnya aku jatuh ke tubuh papah yang sedang tertidur.


"Aawww..."karena kaget aku berteriak.


"Iseng amat sih jadi anak, kalau mau bangunin itu bukan menutup hidung tapi di cium seperti ini, cup.. cup.. cup.. "papah tiba tiba menciumi wajahku, aku langsung berontak untuk kabur tapi tangan papah menahan badanku sangat kuat jadinya aku susah untuk lepas.

__ADS_1


"Lagi ngapain kaliann,,,,,? "suara ayah terdengar dari arah belakang.


Papah langsung melepaskan tanganya, dan aku langsung bangun, begitu juga papah langsung bangun.


"Kalian itu belum halal ngga boleh berbuat lebih dulu, ngerti...!"aku hanya menganghukan kepalaku sedang papah hanya bilang,"Maaf cuman lagi isengin Dinda, "jawaban papah.


"Dinda pamit ke dapur dulu yah, mau bikin kopi,"kataku sambil berjalan menuju dapur.


Rasanya sangat malu kepergok ayah sedang berpelukan dengan papah.


Aku membuatkan kopi dua gelas sedang ibu nanti aja nunggu bangun, karena ibu tidak minum yang manis manis.Aku membawa kopi ke ruang depan dan buat temen kopi aku bawakan roti juga.


Setelah aku menaro kopi di meja aku langsung menuju dapur sedang papah mengobrol dengan ayah.


Aku membuat nasi goreng serta telor ceplok,setelah siap aku memanggil ayah juga papah, karena aku belum melihat ibu aku pun mengetuk kamar ku yang ditempati ibu untuk tidur.


Tokk tokk...


"Ibuu,,,,, "kataku. Ngga ada jawaban lalu aku panggil lagi, "ibu,,,"


"Iyaaaa,,,, tunggu sayang, "sukur deh ibu menjawab karena aku takut kenapa kenapa,,


"Maaf ya sayang, ibu bangunya kesiangan, "


kata ibu setelah pintu di buka.


"Iya bu ngga papa, ayo kita sarapan Dinda udah masak, Mamas dan ayah sudah menunggu ibu, "


"Iya,,, ayo, "


**Pagi pagi aku up dong,,, jangan lupa like komen,vote kalou punya hadiah aku juga mau, heheeee...

__ADS_1


Karena komen komen kaka semua yang buat aku semangat nulis, trimakasih...


Kalau banyak yang komen untuk bab ini, insaalloh aku nanti sore up lagi, tapi kalau dikit di tunggu besok yah up nya. 😀😀😘**


__ADS_2