MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Nasehat Mamah Dian


__ADS_3

Hendra lalu melepaskan pelukanya pada Zara, dan mengusap air mata di pipi Zara.


"Jangan pernah menangis lagi,, Papah ngga mau melihat untuk kedua kalinya,, "Zara mengangguk.


"Saya sekarang merestui hubunganmu dengan Zara,tapi kalau sampai Zara tersakiti atau sampai menangis oleh mu, jangan harap kamu bisa dapat restuku untuk kedua kali,, "sambil menarik kerah baju Rizki lagi.


"Terimakasih Pak, saya janji tidak akan membuat Zara menangis,, "jawab Rizki.


"Papah, udah jangan kaya gini ,kasian Abang,, takutnya Abang sakit,,, "Sambil melepaskan tangan Hendra yang sedang mencengkram kerah baju Rizki.


"Ngga mungkin sakit lah sayang,, orang cuman bajunya aja kok yang Papah pegang,, "


Semua pun tersenyum melihat tingkah Zara dan Hendra. Lalu Hendra pun pergi ke kamarnya karena mau bantu beres beres.


"Sakarang Kalian sudah dapat restu ,jadi kalian harus menjaga cinta kalian supaya jangan ada masalah, seperti datangnya orang ketiga atau masalah lainya, kunci dari menjaga hubungan adalah saling percaya dan komunikasi, kalian ngerti kan,,? "kata Kakek.


"Iya Kek, Rizki ngerti, dan Rizki juga ngucapi terimakasih pada Kakek dan pak Doni yang mau mendukung Rizki untuk mendapat restu dari Pak Hendra,, "


"Kita bisa melihat kesungguhanmu dan keseriusan kamu untuk mendapatkan restu dari Hendra, dan kita percaya kalau kamu bisa mencintai dan menyayangi Zara dengan tulus, makanya kita mendukungmu,, semoga hubungan kalian lancar sampai nanti kalian menikah,, "Ayah Doni yang bicara.


"Iya Pak, Amin,, "


"Zara juga harus kuliah dulu, dia masih terlalu kecil untuk menikah, kamu siap kan menunggunya Nak Rizki,, sampai Zara lebih dewasa lagi,, setidaknya sampai lulus kuliah, "


"Iya Kek,, Rizki akan sabar menunggu sampai Zara lulus kuliah dan siap untuk menikah,, "


"Ya baguslah kalau kamu sabar,, "


Lalu Ayah dan Kakek pun melakukan kegiatanya masing masing, kakek mengajak aditiya dan si kembar main, sedang Ayah ke kamar untuk melihat Dian dan memberikan kanar tentang Hendra yang sudah memberi restu untuk Rizki.


Sekarang tinggal ada Zara dan Rizki di ruang makan, mereka saling melempar senyum.


"Kita ngobrol di luar yuk,, di teras depan, "ajak Rizki, Zara pun mengangguk.


Lalu mereka berdua keluar bersama, menuju teras depan rumah. mereka lalu duduk di kursi.


"Abang sekarang sudah merasa lega,karena papahmu sudah memberi restu untuk kita, "


"Hemmm,, Zara juga sudah lega, "

__ADS_1


"Abang rasanya ingin menangis, karena merasa bahagia,,, "Zara tersenyum.


"Tadi Zara sudah takut banget Bang saat Papah marah sama Abang dan ingin memukul Abang juga,, tapi ternyata Papah hanya ngerjain kita,, "


"Abang apa lagi, lebih takut lagi. Abang bukan takut masalah di pukulinya, tapi Abang justru takut kalau Papahmu tidak merestui kita, Abang hampir ikut menangis saat tadi melihat kamu sampai menangis di kaki papahmu, untung Abang bisa menahanya, kalau tidak bisa menahan dan Abang menangis, bisa di tertawakan semua orang tadi,,,"


Saat Zara dan Rizki sedang mengobrol, Hendra datang dan memanggil Rizki.


"Kamu di cariin malah di sini,, bantuin Saya angkat koper ke mobil, kita bentar lagi berangkat,, "kata Hendra, Rizki langsung bangun dari duduknya.


"Pah,, Zara boleh ikut ngga ke rumah Bunda,?"


"Bilang kakek sama mamahmu dulu, mereka ngizinin ngga, takutnya mereka masih kangen sama Zara,, "


"Iya pah,, "Semua lalu masuk, Rizki mengambil koper sedang Zara ke kamar Mamahnya.


"Mah,,,, "kata Zara saat masuk kamar.


"Sayang,, sinih masuk,, "Zara lalu mendekati Dian dan duduk di pinggir kasur, sedang Dian sedang memberi nen pada bayinya.


"Ayah kemana Mah,,? "


"Mah,, apa boleh Zara ikut Papah ke rumah Bunda,,?"


"Zara pengin ikut,,? "Zara mengangguk.


"Iya udah Zara ikut aja,, Mamah ngga papa kok,, "


"Makasih ya Mah,, "


"Iya sayang,,, "sambil mengusap rabut Zara.


"Sayang,, kamu sekarang sudah dewasa, dan sudah punya kekasih,, rasanya waktu cepat sekali berlalu, padahal seperti baru kemarin Mamah urus kamu,,,"Zara tersenyum malu.


"Jangan salah gunakan restu dan Izin Papah yang membolehkan Zara berpacaran yah, Zara perempuan jadi harus bisa jaga diri, jangan sampai kebablasan, dan bikin Papahmu malu nantinya, "


"Iya Bunda,, Bun Zara pengin gendong dede bayi, apa boleh,? "


"Boleh dong ini gendonglah,, "Lalu Zara dengan pelan mengambil dari gendongan Dian.

__ADS_1


"Mah,, Zara bawa ke depan yah,, ke ruang keluarga,, "Dian pun mengangguk.


Zara lalu keluar sambil menggendong dede bayinya, Zara mendekati kakek yang sedang bermain mobil mobilan bareng Aditiya.


"Kek,,, Zara mau ikut Papah ke rumah Bunda boleh ngga,,? "


"Ya boleh lah sayang,, sanah ikut dan nikmati liburanmu bersama Papah dan Bundamu,, "


"Iya kek,, makasih ya kek,, "Kakek pun tersenyum.


"Za,, kamu jadi ikut ngga,,?"tanya Rizki yang baru mengambil tas baju miliknya.


"Jadi,,,"


"Sudah rapiin bajunya belum,, "Zara menggeleng.


"Tunggu Zara mau kasih dede bayi ke Mamah dulu ,baru Zara beresin,, "Lalu Zara masuk ke kamar Mamahnya.


"Mah,,, Zara mau berangkat, ini dedenya Zara taro box yah,, "


"Iya sayang,, taro aja dede di box,, "


Setelah itu Zara pun keluar dan langsung ke kamarnya untuk bersiap.


"Mau Abang bantuin ngga,, "Rizki bicara sambil membuka pintu sedikit.


"Ngga usah,, Zara bisa kok,, "


"Oh ya udah,, "saat Rizki mau menutup pintu, Zara memanggil lagi.


"Bang tunggu, tolong ambilkan tas Zara di atas lemari, Zara ngga sampai,, "


"Iya,,, "Rizki tapi sebelum masuk kamar bilang kakek, dan mengatakan kalau mau bantu Zara ambil tas.


Setelah izin kakek, Rizki pun masuk ke dalam, dan mengambilkan tas. saat tas sudah ke ambil Rizki langsung memberikan tas pada Zara, saat Zara mau ambil tas dari tangan Rizki, Zara kakinya tersandung, dan alhasil Zara pun akan jatuh, dan Rizki langsung menangkapnya.


Posisi Rizki langsung memegang punggung Zara, dan Zara pun tidak sampai jatuh, karena tangan Zara juga berpegangan pada lengan Rizki dengan kencang.


"Kalian sedang ngapain seperti itu,,,,!? "

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trmakasih...


__ADS_2