
Ayah Doni
"Mas udah datang,,? "Aku pun mengangguk.Dian pun langsung duduk.
"Maaf Saya jadi ganggu Dian tidur,, "kataku sambil duduk.
"Dian tadi nungguin Mas, tapi Mas lama jadi Dian tertidur,"
"Ya udah,, sekarang Dian tidur lagi aja, Saya kan udah di sini,, "Dian menggelengkan kepalanya. "Kenapa hemmm,,? "
"Tadi Mas tanya ke Suaminya Dinda kan,, trus Papah kondisinya gimana, dan kapan boleh pulangnya,,? "sambil menghadapku.
"Kata Pamuji besok dia akany melihat kondisi kakek dulu, dan nantinya baru bisa menetukan kapan pulangnya,, "Dian pun mengangguk dan kelihatan murung. dan menundukan wajahnya.
"Ada apa,, kok jadi diam gitu,,"hanya gelengan kepala yang Dian lakukan.
"bicara saja,, jangan di pendam sendiri, siapa tau Saya bisa kasih solusi,, "
"Eeemmm,, nanti kalau biaya rumah sakit kurang apa Mas bisa bantu,, nanti sampai kampung Dian akan ganti. Dian dan Papah sudah sepakat mau jual mobil tua milik Papah dan uangnya untuk gantiin uang yang Dian pinjam,, "
"Ngga usah kuatirin masalah itu, Dian cukup rawat Kakek dan biar masalah itu Saya yang urus,, "kataku.
"Dian ngga mau ngerepotin Mas lagi, sudah banyak yang Mas bantu dan Dian sangat berterimakasih, kali ini biarkan Dian yang mengurusnya,, "
"Baiklah kalau maunya Dian begitu, tapi perlu Dian tau Saya akan selalu siap membantu,karena Saya sudah menganggap kakek adalah orang tua Saya sendiri, jadi kalau butuh sesuatu atau butuh bantuan Saya akan selalu siap,, "Dian pun mengangguk.
"Sudah malam Dian tidur gih,,, "Dian pun menurut, tapi Dian malah tidur sambil duduk dan kepalanya di sandar kan pada sandaran sofa.
"Kok tidurnya duduk sih rebahan dong,, ini Saya mau pindah kok duduknya,, "sambil Aku bangun dari Sofa, tapi Dian menarik tanganku. saat ini Aku dan Dian duduk di sofa yang panjang, yang biasa Dian pakai untuk tidur.
"Mas sini aja,, Dian pengin tidur sambil duduk, biar Dian merasakan yang Mas rasakan, karena tidur dengan posisi duduk pasti tidak nyaman kan,, "
"Ngga usah macem macem deh,, udah tidur gih,, "Dian pun mengangguk, dan Aku pindah tempat duduk.
Lalu Dian merebahkan badanya dan memakai selimut, Aku mematikan lampu agar tak silou.
Pagi pun datang, dan saat ini kakek sedang di periksa oleh Pamuji,Aku dan Dian pun menemani Kakek.
__ADS_1
Selesai memeriksa Aku langsung menanyakan pada Pamuji tentang kondisi kakek. Dan Pamuji mengatakan kalau Kakek sudah lebih baik dan tinggal pemulihan.
"Kalau hanya pemulihan bisa di rawat di rumah saja kan Ji,,? "tanyaku.
"Iya Yah,, bisa. dan di usahakan jangan cape dan banyak fikiran, juga jangan sampai di kagetkan dengan masalah.
Aku dan Dian pun mengiyakan semua yang Pamuji katakan.
"Trus kapan Papah Saya boleh pulangnya Dok,,? "Dian pun bertanya.
"Besok pagi sudah boleh pulang,,"Dian pun tersenyum senang.
Setelah Pamuji pergi Aku dan Dian mendekat ke pada kakek dan mengatakan kalau besok sudah boleh pulang. kakek pun sangat senang mendengarnya.
"Saya mau ke ruangan Pamuji dulu yah Di,, "
"Ada apa,,,apa ada masalah,, "Aku tersenyum dan. menggeleng.
"Ngga ada,, hanya pengin ngobrol bentar,,, "Dian pun mengiyakan.
Aku lalu keluar dari ruangan rawat kakek dan menuju ruangan Pamuji.
"Ada apa lagi Yah,,? "tanya menantuku saat Aku sudah duduk.
"Apa kamu bisa mengira ngira biyaya Kakek di rawat di sini,? "
"Wah,, sepertinya ada yang sudah bucin nih, sampai sampai ada yang mau bayarin,"sambil tersenyum meledek.
"Ngga usah ngeledek deh Ji,, Aku hanya mau bantu,,, "jawabku sedikit melotot.
"Iya deh maaf,, nanti Aku coba tanyakan pada bagianya,, "
"Jangan nanti, Aku ingin tau sekarang,,"
"Ngga bisa la Yah,, itu butuh waktu sedikit lama lohh,, "
"Kan hanya perkiraan Ji,, biar Aku bisa siapkan, nanti gampang kalau kurang Aku punya menantu Dokter yang terkenal dan kaya lagi, jadi Aku bisa minta bantuanya,, "kataku sambil tersenyum puas..
__ADS_1
"Ya elahhh,, ujung ujung ngga enak amat sih,,,"
"Ya lah,, Punya menantu kaya tuh harus di manfaatkan, udah telfon gih ke bagian pembayaran, "
"Baikkk,,, Ayah mertua yang sedang bucinn,, "Aku pun melempar Pamuji dengan pensil yang ada di atas meja, sedang Pamuji tertawa puas melihatku kesal.
Pamuji pun melakukan panggilan, dan Aku menunggu, sekitar 20 menit Pamuji mendapat jawaban dan baru di perkirakan habis 100 juta.
"Habis segitu Ji,,? "tanyaku.
"Ini baru perkiraan Yah, hasil keseluruhanya besok baru keluar, "
"Oh,,, berarti Aku 50 dan tolong bilangin sama menantuku kalau Aku minta bantuan 50,,"
"Gila itu sih bukan minta bantuan tapi merampok,, "Aku pun tertawa.
Aku pun keluar dari ruangan Pamuji setelah selesai kita mengobrol, sebenarnya tadi Aku hanya becanda pada Pamuji kalau Aku minta bantuanya untuk membantu membayar biyaya rumah sakit kakek, Aku bukanya sombong kalau cuman segitu sih tabunganku juga masih banyak sisanya.
Aku masuk ruangan Kakek dan melihat Dian yang sedang murung .Lalu Aku duduk di sebelahnya, kakek sepertinya sedang tidur, karena ini sudah pukul setengah 12 siang.
"Ada apa,, hemmm,, "Dian menggelengkan kepala.
"Jangan berbohong, Saya tau kamu sedang memikirkan sesuatu,, "
"Tadi Dian habis menanyakan biyaya Papah,, "
"Trus kenapa jadi murung gitu,,? "
"Uang Dian masih kurang banyak,, "sambil menundukan kepalanya.
"Ngga usah di pikirkan,, biar nanti Mas bantu kalau mau membayar biyaya rumah sakit,, "
"Dian malu sama Mas,, Dian selalu merepotkan,, "
"Katanya mau jual mobil Kakek,, jadi nanti kalau mobilnya sudah laku bisa balikin uang saya,, "kataku, tapi sebenarnya ini hanya perkataan bohong agar Dian tenang. Dian pun mengangguk sambil tersenyum.
**Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya Kak,, trimakasih..
__ADS_1
Karena di dunia nyata sedang sibuk jadi aku upnya gantian sama ABP, sehari Dinda dan besoknya baru Nana**.