
Saat sore hari Aku pulang kerja di jemput oleh Supir, saat Aku tanya supir Suamiku sudah pulang belum, Pak supir menjawab katanya dari siang Suamiku sudah di rumah.
Berarti tadi siang saat keluar dari ruanganku Suamiku langsung pulang ke rumah, dan dari siang tadi juga Suamiku tidak menelfonku dan tidak mengirim pesan padaku sama sekali.
Sekitar 30 menit ahirnya sampai rumah juga, saat masuk kedalam,Aku bertemu Mba Iis lalu Aku bertanya di mana Suami dan Anaku, kata Mba Iis Akbar di kamarnya sedang di mandikan oleh Mba Siti, kalau Suamiku sedang ada di ruang kerjanya.
Tokkk...
Lalu setelah Aku mengetuk pintu, Aku membukanya dan di dalam terlihat Suamiku yang sedang duduk sambil melihat ke komputernya.
"Mass,,,, "Kataku sambil mendekat, lalu Aku duduk di pangkuanya.
"Adek baru pulang, sanah mandi dulu, banyak kuman yang menempel"Sambil menyuruhku bangun dari pangkuanya.
"Dinda kangen,,,, "kataku sambil bangun dan berdiri.
"Mandi dulu,,, "sambil suaranya agak tinggi, Aku yang merasa kesal langsung keluar dan sambil menutup pintu dengan kerasnya.
Suamiku tuh kenapa sih, cemburu sih cemburu tapi kenapa pake suaranya di tinggiin sih,, dalam hatiku merasa kesal sambil berjalan menuju kamar.
Sampai kamar Aku masuk kamar mandi, Aku mengisi bak dengan air hangat, sepertinya berendam air hangat akan membuatku sedikit tenang.
Setelah Bak terisi penuh dengan air hangat, Aku langsung berendam, dan sambil memejamkan mataku, rasanya sungguh nyaman.
__ADS_1
Aku tidak tau sudah berapa lama berendam, setelah di rasa air hangatnya sudah jadi dingin Aku pun menyudahi berendamku.
Aku mengguyur badanku dengan air sower dan setelah selesai Aku memakai handuk dan keluar dari kamar mandi.
Saat Aku keluar dari kamar mandi, ternyata Suamiku sudah ada di kamar, Aku sengaja mengabaykanya, Aku mengambil baju dan memakainya setelah menyisir rambutku.
Suamiku hanya diam sambil melihatku, setelah rapi Aku keluar dari kamar tanpa pedulikan Suamiku, Aku paling tidak suka dengan bentakan, rasanya sungguh sakit saat di bentak.
Aku menuju kamar Akbar dan mengajaknya untuk makan malam, karena Aku sudah sangat lapar.
"Mah,, Papah mana? kok ngga ikut makan, "
"Papah masih di kamar, nanti juga keluar, kita makan dulu aja yah,, "sambil Aku menyuapi Akbar biar cepat makan, dan Aku juga menyuapi untuk diriku.
"Dede makanya udah habis kan, sekarang ayo Mamah temani mengerjakan PR, "sambil mengajak Akbar untuk ke kamarnya.
"Ayo Mah,,, Pah Dede mau ke kamar dulu yah, Dede mau belajar sama Mamah, "kata Akbar dan Suamiku hanya mengangguk, Kita pun langsung menuju kamar Akbar.
Jam pun berlalu,PR Akbar sudah selesai dan sekarang Aku menemaninya bermain lego, tak terasa Aku sudah sangat mengantuk.
"Dede Mamah ngantuk, kita tidur yuk, Dede nanti mamah usap usap punggungnya,, "
"Iya Mah,, "kita pun naik ke kasur dan bersiap untuk tidur.
__ADS_1
Saat Aku tidur,Akumerasa badanku yang seperti melayang, Aku hanya menikmatinya rasa melayangku karena ini hanya mimpi, tapi saat Aku menggerakan badanku rasanya akan jatuh, Aku yang kaget langsung membuka mataku, dan ternyata Aku sedang berada di gendongan Suamiku.
"Turunin Dinda,,, Mas,,, "kataku sedikit marah.
"Adek diam, nanti jatoh bentar lagi sampai kamar, "dengan cemberut Aku pun diam dari pada jatuh pikirku.
Sampai di kamar Aku langsung memeluk guling dan membelakangi Suamiku.
"Dek,, Mas ngga bisa tidur tanpa Adek,, Mas pengin peluk,, "Aku masih tetap diam dan pura pura tidur.
"Dek,,, Mas ngga suka di abaykan, "sambil menariku dan guling yang Aku peluk di buangnya.
"Iih,, apa sih Mas,, "sambil Aku melepaskan pelukan Suamiku, tapi Aku tetap tak bisa lepas dari pelukan Suamiku.
"Mas ngga bisa jauh dari Adek, apa lagi kita tidur terpisah, Mas ngga bisa tidur, "Aku hanya diam.
"Mas ngga suka Adek terlalu dekat dengan laki laki lain apa lagi sama yang lebih muda dari Mas, karena Mas takut Adek akan ninggalin Mas yang sudah tua ini, Mas ngga bisa bayangin itu Dek, dengan adek yang masih muda dan cantik sedang Mas yang sudah semakin tua, pasti Mas akan semakin posesif terhadap Adek, karena rasa takut Mas yang punya pikiran adek akan lebih tertarik pada yang lebih muda, "sambil memeluku dan mencium keningku.
"Maaf kalau tadi Mas nyakitin hati Adek, karena rasa cemburu yang membuat Mas emosi, Mas ngga bisa jauh dari Adek, Mas sungguh minta Maaf,Mas ngga akan bicara keras lagi apa membentak Adek, jangan abaykan Mas Dek,, Mas ngga sanggup untuk itu,,, "Lalu Aku pun membalas pelukan Suamiku, Aku juga tau batasan seorang istri dengan seorang pria, Aku juga memahami perasaan Suamiku, memang pasti yang namanya cobaan dan godaan orang pasti tidak akan pernah tau, apa lagi kalau sudah nyaman pasti akan sulit lepas, tapi Aku pun ke Dokter Budi sangat menjaga jarak, karena Aku tau, Aku wanita yang sudah bersuami dan punya anak.
Suamiku pun memeluku makin erat,, karena merasa senang Aku ikut memeluknya. dan kita pun tidur dengan perasaan lega.
Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak,, trimakasih...
__ADS_1