
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit, ahirnya Aku dan Mas Hendra sampai juga di rumah kak Dian.
Aku dan Mas Hendra masuk ke dalam rumah setelah Zara membukakan pintu.
Lalu Mas Hendra pun mengumpulkan orang dan mulai berbicara.
"Ada apa,, kayanya serius,, ?"kata Kak Doni.
"Gin Kak, besok rencananya kita mau mengadakan acara pernikahan di rumah Dea, dan tadi Saya juga sudah bicara sama Pak Rt setempat juga pada para ibu ibu di sana untuk membantu, dan mereka semua pun katanya siap membantu,, "
"Oh,, bagus itu.Trus besoknya kapan, "
"Besoknya pas hari minggu, hari ini kan jumat, berarti besok kan kita bisa buat siap siapin semuanya di sana,, "
"Trus baju buat akad sudah ada belum,,? "tanya Mamah.
"Udah Mah,, baju yang Hendra dan Dea pesan untuk kita menikah besok sudah datang, Dan Hendra juga minta di kirim ke alamat rumah Dea, "
"Dan masalah makanan, Hendra juga sudah pesan ke orang yang sudah biasa membuat makanan,, "
Lalu kita pun mengobrol bersama sampai tak terasa sudah jam 10 malam.
"Kak,, kita pamit balik ke hotel yah,, dah malem nih,Dea dah ngantuk, , "kataku pada Kak Doni juga kak Dian.
"Iya,, Mamah aja dah ngantuk, ayo kita ke hotel,, "kata Mamah.
__ADS_1
"Pah,, Zara ikut yah,, "kata Zara dan Mas Hendra menatapku, Aku hanya mengangkat bahuku sedikit tanda Aku terserah Mas Hendra.
"Zara,, kamu besok sekolah, tadi pagi kamu dah bolos, besok masa mau bolos lagi,, "kata kakek.
"Tapi Zara pengin sama Papah,, "
"Besok kan bisa ketemu lagi, besok sore kita kan akan kumpul di rumah Ayah Doni loh,, "Sekarang Dian yang bicara.
"Papahhh,,, "sambil memeluk Mas Hendra yang sedang berdiri.
"Iya bener yang Mamah Dian katakan,, besok kita kan ketemu lagi, dan besok Zara harus sekolah,, jangan keseringan bolos dong,, "
"Iya udahh iya,, Zara ngga ikut,, "
Lalu kita bertiga langsung pulang ke hotel.
"Iya Mah,, Dea ngerti kok, Dea sama sekali ngga marah ,,,"kataku sambil tersenyum.
"Sukur kalau kamu ngerti, semoga pernikahan kamu dengan Hendra langgeng ya sayang sampai maut yang memisahkan,, "sambil menggenggam tanganku.
"Aminnn,, "kataku barengan dengan Mas Hendra, dan kita pun tersenyum.
"Mas,,, Dea laper,, "kataku saat turun dari mobil.
"Iya Mas sampai lupa kita belum makan malam,, "
__ADS_1
"Mah Kita makan malam dulu yuk,, "kata Mas Hendra lagi.
"Ngga ah,, Mamah dah makan tadi di Mall, Mamah mau istirahat aja,, "sambil masuk ke hotel.
"Kita pesan makanan aja Mas, kita makan di kamar, gimana,, "usulku.
"Iya udah gitu aja,, "lalu kita pun menuju kamar kita.
"Sayang,, kamu ngga lupa kan sama janji kamu yang tadi,, "
"Janji yang mana Mas,, ?"kataku pura pura lupa.
"Jangan pura pura lupa deh,, "
"Udah Mas,, kita bicaranya nanti saja sih,, ada Mamah, malu tau,, "karena kita yang baru keluar ladi lif dan sedang menuju kamar.
Saat sampai kamar Mas Hendra langsung menggendongku ke kasur dan menjatuhkanya lalu di tindihnya.
"Masss,,, kamu tuh ngga sabaran banget sih,, "sambil ku pukul dadanya.
"Mas dah ngga tahan,, ini punya Mas udah pengin keluar,, rasanya sungguh menyiksa,,, "sambil menciumi leherku.
Sambung besok lagi yah,,
ini ada kabar duka dari tetangga,,
__ADS_1
Jangan lupa like,komendan votenya,, mkasihh,,