
Pagi ini Aku mengantar Anaku ke sekolahanya lagi, Aku mengantarkan sampai kelas seperti hari kemaren. Dan saat Aku keluar dari kelas anaku, ada Ibu ibu yang sengaja mengajak ribut denganku dengan sedikit menyindirku. untung Aku masih waras tidak meladeninya, kalau Aku ladenin bisa aku cakar itu muka ibu ibu yang kaya badut cara berdandanya.
Enak aja katanya kangen sama dokter ganteng, ngga ada yang buat cuci mata, emang suamiku sabun mandi apa bisa buat cuci mata.Rasanya dongkol sekali di dalam hatiku.
Aku langsung meluncur ke rumah sakit, karena tadi pagi Aku dah menelfon Ayah untuk membawa Ibu ke rumah sakit. agar di priksa lebih detil.
Sampai di rumah sakit Aku langsung menuju ruanganku. setelah itu Aku mengajak suster Jeni untuk mulai memerika para pasien.
"Pagi Dokter Dinda,, "sapa Dokter Andi yang tiba tiba ada di sampingku.
"Pagi juga Dok,,, "sapa ku sambil tersenyum ramah.
"Hari ini sibuk ngga Dok,,? "Sambil berjalan mengikutiku.
"Belum tau nih Dok, ini aja baru mengecek pasien, "jawabku.
"Maaf ya Dok, Saya mau ke ruangan ini untuk mengecek pasien, ayo sus kita masuk, "kataku. Dan Dokter Budi pun hanya mengangguk.
Sepertinya sedikit susah ini cewe, tapi membuatku makin penasaran,bodinya ini bikin ngiler.Dalam hari Dokter Budi saat melihat Dinda masuk ruang rawat pasien.
.
.
.
📲Ayah
"Hallo Yah,, "
"Hallo Sayang, Ayah sama Ibu sudah di parkiran, Dinda tungguin di depan yah,, "
"Iya Yah, Dinda tungguin di depan, "jawabku sambil berjalan.selesai memeriksa pasien memang Aku sudah sedikit santai, karena sengaja untuk hari ini Aku ingin mengecek keadaan Ibu dengan Aku yang menemaninya.
Saat Aku sampai di Lobi, Aku melihat Ayah yang sedang menuntun Ibu yang baru turun dari mobil.
Aku langsung mendorong kursi roda supaya Ibu bisa duduk, dan tidak jalan.
Setelah Ibu duduk, Ayah yang mendorongnya, dan Aku berjalan di samping Ayah.
"Yah,, Kita ke dokter kusus penyakit Dalam dulu yuk,,, "kataku. Walau pun Aku dokter tapi Aku lebih memilih dokter lain yang memeriksanya.
Ayah pun mengikuti arahanku untuk menemui Dokter yang Ahli bagian Dalam.karena semalam saat Aku tekan perut Ibu seperti ada benjolan dan Ibu pun merasakan sakit saat Aku menekanya.
Aku langsung mengetuk pintu ruangan Dokter, dan tadi pagi Aku dah menyuruh suster Jeni untuk membuat janji jam 10,jadi sekarang Aku tinggal masuk.
"Pagi Dok,, "Sapaku. Saat Dokter mendongakan wajahnya Aku sedikit kaget. Ternyata Dokter Budi.
"Pagi Dokter Dinda, Ada apa siapa yang sakit, "tanyanya.
"Ini Ibu Saya Dok, "
__ADS_1
"Oh iya,, silakan duduk dulu, "Aku dan Ayah pun duduk sedang Ibu di samping Ayah yang masih duduk di kursi roda.
"Apa ini orang tua Dokter Dinda, ?"
"Iya,, Dok, ini Ayah dan Ibu saya, "Dokter Budi pun menganggukan kepala.
"Ibu silakan tiduran dulu yah,, "Ayah pun langsung membantu Ibu untuk tiduran.
"Apa yang Ibu rasakan, dan sakitnya di bagian mananya,? "sambil Ibu di periksa.
"Perut Saya sakit Dok seperti di remas kadang seperti di tusuk tusuk, "lalu Dokter Budi memeriksa perut Ibu.
"Sakit ngga Bu kalau di tekan begini, "sambil menekan bagian perut samping dan lalu ke tengah.
"Iya Dok sakit,, "
Lalu Dokter Budi menyuruh Ibu untuk bangun dan duduk lagi di kersi roda, Dokter Budi menyuruh Ibu untuk ronsen.
Dan Dokter Budi juga menemani Ibu untuk ronsen dan sampai selesai. Dokter budi mengatakan kalau hasilnya nanti sore.
Sekarang Ayah dan Ibu ada di ruanganku, mereka berdua Aku suruh istirahat,Ibu Aku suruh tiduran di sofa panjang.
"Yah,, Dinda beliin makan dulu yah,"kataku saat Ayah sedang duduk di sofa. Sedang Ibu sepertinya tertidur.
"Biar Ayah aja ya beli, Dinda temani Ibu aja Dulu, Soalnya Ayah sekalian mau beli rokok, "sambil bangun dari duduknya.
"Ayah merokok,,? "
"Tapi Itu ngga baik Yah,, "
"Iya Ayah tau,, ya udah Ayah pergi dulu yah, "Aku pun mengangguk.
Lalu Aku menunggui Ibu sambil mengecek pasien di laptop.
.
.
.
Doni pergi ke luar rumah sakit untuk membeli makanan juga rokok. Doni lalu pregi ke minimarket di sebelah rumah sakit untuk membeli rokok dulu, setelah Doni membeli rokok juga minum, Doni duduk di depan minimarket yang disediakanya di situ. Rupanya Doni ingin merokok dulu.
"Mas Doni,,, Sedang apa di sini,? "
"Ini habis beli rokok juga minum, kamu beli apa,? "
"Hani beli meinum Mas,, haus soalnya,"Sambil duduk di depan Doni.
"Kenapa Mas dari kemaren susah di hubungin sih Mas,,, "
"Istri Mas lagi sakit,jadi Mas sibuk merawatnya, "
__ADS_1
"Oh,,, pantes,, Apa Istri Mas sedang di rawat di sini, "
"Ngga,, cuman lagi periksa aja, "Sambil menyalakan rokoknya.
"Semoga Istri Mas cepat sembuh ya,"Dan Doni hanya mengangguk.
"Mas,, Hani dua minggu lagi mau menikah dengan pria pilihan orang tua Hani, "Sambil menundukan wajahnya.
"Kamu harus menurut sama orang tuamu Han, jangan mengharapkan Mas, kamu berhak bahagia,Mas sudah punya Istri yang sangat Mas cintai, "
"Hani juga ngga mau kaya gini Mas, Hani juga ingin menikah dan hidup bahagia, tapi kenapa setiap Hani menyukai seorang pria selalu milik orang lain, "
"Kamu coba untuk menerima dan mencintai pria pilihan orang tuamu, pilihan orang tua pasti tidak akan salah, "
"Iya Mas,, Hani akan coba, trimakasih untuk semuanya Mas,, maaf kalau Hani ada salah dan Hani hanya membuat masalah pada Mas,"sambil berdiri lalu Hani berpamitan.
"Mas,, Hani mau ke dalam dulu,,Hani ada miting dengan Dokter di rumah sakit ini"
"Iya,, Hati hati, "Hanipun mengangguk dan tersenyum.Doni pun memandangi Hani yang masuk ke dalam rumah sakit.
Lalu Doni pun menghabiskan rokok satu batang dan setelah itu Doni menuju warung makan untuk membeli nasi dan soto.
Setelah mendapatkanya, Doni langsung menuju ruangan Dinda.
"Udah bangun Sayang,, "kata Doni saat melihat Farida sedang duduk.
"Iya Yah,,, "
"Kita makan dulu yah Bu, Dinda kemana ini, "sambil menuang soto ke dalam mangkok.
"Katanya pergi sebentar mau mengambil hasil ronsen Yah,,, "
"Oh Gitu, ya udah kita makan aja yu Bu, "Doni pun menyuapi Farida dengan tlaten.
"Udah Yah, Ibu dah kenyang, "setelah menghabiskan setengah porsi nasi.
.
.
.
"Dokter Dinda, ini hasil dari ronsen Ibu Dokter, "sambil menyodorkan amplop besar.
"Gimana Dok hasilnya, apa ada yang buruk, "
"Maaf Dok,, hasilnya tidak bagus, Apa Saya boleh bicara dengan kedua orang tua Dokter Dinda, agar Saya bisa jelaskan, "
"Bisa Dok, Ayah dan Ibu Saya ada di ruangan Saya, ayo kita ke ruangan Saya,"Aku dan Dokter Budi pun berjalan menuju ruanganku.
**Aku kasih sedikit cobaan yah buat Ayah dan Ibu, biar ceritanya ngga datar aja.
__ADS_1
jangan lupa buat like komen serta votenya yah, makasih**...