
Hari pun berlalu, Aku dan Dian sedang di sibukan dengan berbagai macam keperluan untuk menggelar pesta pernikahan. Dian tadinya ingin menikah dengan acara yang sederhana ,tapi Aku menolaknya. karena Aku ingin membuat Dian menjadi ratu sehari dan memberikan pesta yang meriyah agar seumur hidup Dian tidak akan pernah melupakanya.
Pesta megah yang ku rencanakan ini tidaklah murah,dan ini sangat mahal tapi Aku tidak lah bingung, karena Aku mendapatkan seponsor yaitu dari MENANTUku.hehee....
Menantuku tidak tanggung tanggung memberiku uang, katanya ini bentuk seorang teman dan juga dari seorang menantu, tadinya Aku sedikit tidak enak tapi anaku yang menyuruhku untuk menerimanya, ahirnya Aku pun menerima.
Sore ini sehabis pulang mengajar, Aku dan Dian akan mendatangi butik untuk baju pengantin.
Setelah selesai mengajar Aku membawa mobilku menuju toko kue Dian, dan Aku juga mengajak Zara untuk pulang bareng.
Setelah sampai rumah, Zara pun turun. Aku lalu menuju ke toko kue untuk menjemput Dian. Sapai parkiran toko Aku menelfon Dian agar keluar.
"Maaf nunggu lama ya Mas,,? "saat Dian masuk ke dalam mobil.
"Ngga kok,, baru 5 menit,, sudah ngga ada yang tertinggal kan, kita jalan sekarang,,?kataku setelah Dian memasang sabuk pengaman.
"Iya ayo kita berangkat,,, "Aku pun menginjak gas mobil menuju butik.
"Yang,,, kamu dah janjian kan sama orang butiknya,, ?"tanyaku. Sekarang biar sedikit romantis Aku kadang suka manggil Dian dengan Sayang.
"Udah kok Mas,, nih Dian lagi wa lagi, bilang kita lagi otw,, "Aku pun mengangguk.
"Mas,, gimana kabar Dea,?"
"Masih sering melamun, dan Mas sudah sering bilang jangan terlalu di pikirkan, tapi Dea hanya diam,, "
"Mas,, gimana kalau Dea Dian ajak untuk bantu bantu di toko , biar Dea ada kerjaan dan tidak memikirkan suaminya terus,, "
"Iya Yang ide kamu bagus juga,, nanti pulang dari butik mampir rumah Mas yah, dan Sayang ngomong sama Dea, gimana,,, "
"Ya udah,, Dian mau, tapi pulangnya di anterin ya Mas,,, "
"Siap kalau itu mah,,, "sambil ku usap kepalanya.
Sekarang kita sudah sampai di depan butik, Dian dan Aku lalu keluar dari mobil,dan kita masuk bersama.
"Haiii Di,, ayo masuk,, "seorang wanita setengah baya.lsetelah kita di dalam butik.
"Iya tan,, oh iya tante ini kenalin calon suami Dian,, "
__ADS_1
"Oh iya,, sore,, saya meri yang punya butik ini,, "sambil mengacungkan tanganya.
"Sore juga tante, saya Doni,, "lalu kita pun berjabat tangan.
"Ayo mari masuk,, "kita pun masuk ke ruangan yang penuh dengan macam gaun pengantin.
"Mas,, Mas maunya baju yang seperti apa buat Dian pakai saat pesta nanti,,?"Aku pun langsung berfikir.
"Gaunya harus lengan panjang,dan tertutup ngga boleh ada buka bukaan di bagian atas,"kataku.
Lalu tante Meri mengambil beberapa gaun untuk Dian coba, dan Aku duduk di sofa menunggu Dian memakai gaunya satu persatu.
"Bagus ngga Mas,,,? "saat Dian keluar dari ruangan ganti.setelah menunggu cukup lama.
Aku menatapnya sambil tersenyum,,"sangat cantik, "jawabku.
"Tapi Mas Doni,, ada baju yang ke dua loh,, di coba dulu lagi yah,, siapa tau yang satunya lebih cantik Mba Dianya,, "kata tante Meri, dan Aku pun mengiyakan.
Sekitar setengah jam Dian lun keluar lagi, dan sudah dengan gaun yang berbeda. lagi lagi Aku terkagum dengan kecantikan Dian.
"Mas,,, gimana,bagus yang ini apa yang tadi,?"
"Apa mau di coba baju yang ke tiga,, ini yang terahir,, ?"
"Ngga usah tante,, nanti Saya malah tambah bingung, dua ini aja ,"jawabku.
"Sayang nyaman yang mana bajunya, karena kamu yang mau pakai jadi harus kamu yang merasakan baju yang mana lebih nyaman ,karena bagi Mas kamu pakai yang mana aja kamu sangat cantik,, "kataku lagi.
"Wah,, Di kamu beruntung banget sih punya calon suami yang sangat pengertian dan perhatian gini,, "Dian hanya tersenyum saat tante Meri memujiku.
Setelah Dian memutuskan untuk memilih baju yang pertama di pakai, sekarang kita pun pamit pulang pada tante meri, dan baju yang dian pilih akan di antar saat acara pesta nanti.
Sekarang kita sudah di mobil dan akan menuju rumahku.saat sampai di rumahku Dian turun dari mobil dan langsung menuju rumah Dea, sedang Aku masuk ke rumahku.
"Malam De,, sedang apa,,? "tanya Dian. setelah Dea membukakan pintu.
"Malam Kak,, Dea lagi nonton tv ,ayo masuk Kak,, "Dian pun masuk ke dalam.
"De,, Dea bisa bantu Kaka ngga,,? "
__ADS_1
"Bantu apa Kak,, "
"Begini,, Kaka kan sekarang sedang sibuk untuk menyiapkan acara pernikahan Kaka, dan Kaka jadi sering pergi, kalau Dea bisa bantu Kaka, bisa ngga Dea bantin di toko roti Kaka, "
"Tapi Dea ngga bisa bikin roti Kak,, "
"Dea ngga bikin roti kok, Dea gantiin Kaka di kasir aja gimana,,mau yah, biar Dea juga ada kerjaan biar ngga diam dirumah aja,dan ngga mikirin Suami Dea yang lagi ngga jelas,, "
"Dea pikir pikir dulu ya Kak,, "
"Tapi besok pagi harus ada jawaban yah.Kaka sih berharap Dea mau, biar Dea ada kegiatan, di sana nanti kan banyak teman jadi Dea bisa terhibur dan melupakan masalah Dea,"Dea pun mengangguk.
Setelah pembicaraan selesai, Dian pun ke rumahku, dan Aku sedang memasak untuk makan malam.
"Wangi baget,, masak apa Mas,,? "
"Sup ayam,, udah siap nih kita makan yuk,, "ajaku, kita pun makan malam bersama.
Selesai makan kita duduk di ruang tv sambil mengobrol.
"Kita besok tinggal cari undangan sama sofenir ya Mas,, "posisi kita sekarang Dian sedang bersender kepalanya di dadaku.
"Iya,, besok Mas jemput lagi kaya tadi yah,, "Dian pun mengangguk.
"Adiku gimana yang,, mau di ajak bantu bantu di toko,,? "tanyaku.
"Katanya fikir fikir dulu,, "Aku pun mengangguk.
"Mau tidur sini apa mau pulang,, "tanyaku karena sekarang sudah jam 9 malam.
"Hemmm,, pulang aja, kalau tidur di sini takut ada nyamuk besar yang gigit,, "sambil tersenyum meledeku.
"Oh,, jadi maksudnya Mas nih yang nyamuknya,, hem,, "sambil Aku gelitik perutnya Dian. pun kegeliyan sambil tertawa minta ampun.
"Hahaaaa,,, ampun mas geli udah,, "sambil tiduran di sofa, sedang Aku pisisinya di atasnya.
Mata kita pun saling pandang, dan lama lama bibir kita pun menyatu...
Besok lagi,,,
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote,, trimakasih..