MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Menangis


__ADS_3

Rizki bukanya menjawab pertanyaan Zara,justru Rizki langsung memeluk Zara dan membawanya masuk ke dalam,dan pintu pun di tutupnya langsung.


"Biarkan seperti ini,Abang butuh kamu sayang,,"saat Zara mau melepaskan pelukan Rizki.


"Ada apa,,katakan Bang,biar Zara tau .siapa tau Zara bisa bantu,,"Rizki hanya menggeleng,dan Rizki mencium leher Zara ,agar merasa lebih baik setelah menghirup bau dari leher Zara.


Sekitar 10 menit berdiri dengan saling berpelukan ,Rizki lalu melepaskan pelukannya dan membawa Zara ke sofa,lalu Rizki merebahkan kepalanya di pangkuan Zara.


"Wanita tadi adalah mantan Abang,,"Zara yang sedang mengusap rambut Rizki langsung berhenti saat mendengar perkataan Rizki.


"Kita dulu menjalin hubungan sampai 5 tahun,dari kita kuliah sampai kita kerja,tapi sudah dua tahun ini dia meninggalkan Abang dengan alasan kerja keluar negri,tapi setelah itu dia ngga ada kabar lagi,dia seperti lenyap begitu saja,Abang mencari informasi pada teman dan sodara juga ,bahkan orang tuanya pun tidak tau dia di mana,mereka seperti merahasiakan sesuatu tapi Abang sampai sekarang tidak tau,sampai akhirnya Abang bisa melupakannya,dan bisa membuka hati lagi,lalu Abang jatuh cinta padamu,,"sambil menggenggam tangan Zara.


"Apa perasaan Abang sekarang ini Padanya setelah bertemu lagi,Aba Abang ingin kembali padanya,,?"


"Tidak terlintas sedikit pun di pikiran Abang untuk kembali padanya,Abang justru merasa kesal kenapa harus bertemu dengannya lagi,karena doa Abang dari dulu itu tidak ingin bertemu dengannya lagi,,"


"Dan sepertinya dia juga sudah bahagia ,kamu lihat kan dia bersama kekasihnya,,"sambil melihat ke Zara.


"Tapi kenapa yah menurut Zara mereka bukan kekasih,tapi seperti Kaka Adek,karena wajah mereka sangat mirip,,"Rizki hanya diam.


"Bodi amat lah dia pacar atau bukan Abang tetap ngga peduli lagi,,"


"Kalau ngga peduli lagi, kenapa sampai ngga bisa tidur dan tadi juga murung terus,kalau Abang memang ingin bertemu dan menanyakan kenapa dia pergi ninggalin Abang,temui aja biar Abang tidak berfikir yang tidak tidak dan merasa lega karena sudah tau alasannya dia pergi dan menghilang ngga ada kabar,"Rizki lalu bangun dari tidurnya.


"Apa kamu tidak apa apa,,?"Zara menggeleng.


"Zara percaya sama Abang,"Rizki langsung memeluk Zara.


"Makasasih sayang,,"sambil tetap memeluk Zara dan mencium kening Zara.


"Sekarang Abang tidur yah,Zara mau balik ke kamar dulu,,"Zara melepaskan pelukan Rizki.


"Iya,,"lalu Rizki mengantar Zara sampai pintu,sebelum Zara keluar Rizki mencium bibir Zara sekilas.

__ADS_1


Zara masuk kamarnya dan menuju tempat tidur ,Zara tiba tiba mengeluarkan air mata.dan merasakan sesak di dalam dadanya.sedang Rizki juga langsung naik ke kasur,dan tidur.


Mba Mimin membangunkan Zara karena sudah jam 7 pagi,Zara pun bangun dan langsung mandi.setelah selesai dan rapi Zara menyuruh mba Mimin untuk ke kamar Rizki.


Rupanya Rizki juga sudah rapih,dan tinggal berangkat,sebelum pergi ke Bandara mereka pergi sarapan dulu,saat sedang makan hp Rizki berbunyi tanda pangilan,dan itu no baru Karena tidak ada namanya.


"Za,,Abang angkat telfon dulu yah,,"Zara mengangguk,sedang Rizki mengangkat telfonya dan pergi dari situ.


Zara sesekali melihat ke arah Rizkin yang sedang menerima telfon,dan terlihat sangat serius.


Rizki setelah selesai menelfon lalu duduk lagi dan lanjut makan,Zara sangat merasakan kalau Rizki sedang ada sesuatu,Karena makanya terlihat pelan dan tangannya sedikit bergetar.


Zara pura pura biasa aja,dan sesekali tersenyum saat Rizki menatapnya.


"Mba,,Zara mau minta tolong dong bikinin coklat hangat di situ,,"Mimin pun lalu pergi untuk membuat coklat hangat,padahal Zara ingin bicara pada Rizki,itu hanya akal amalan Zara agar Mimin pergi.


"Ada apa Bang,apa ada masalah,,"Rizki mengangguk.


"Ada masalah apa,,?"


"Lalu ada apa kok menelfon Abang,,"


"Kalanya Zia ingin bertemu dengan Abang,dan dia bilang ini penting dan sangat serius,,"


"Apa Abang ingin menemuinya,,"Rizki diam.


"Temui saja,kita bisa undur jam keberangakat kita,"


"Ngga bisa kalau di undur,kita harus beli tiket pesawat lagi nantinya,,"


"Terus Abang penginya gimana,"Rizki yang bingung menggelengkan kepalanya.


"Abang temui saja mereka,Zara dan Mba Mimin pulang duluan aja,,"

__ADS_1


"Jangan,,ngga boleh seperti itu,pasti Papah mu


akan marah sama Abang,,"


"Papah Ngga akan marah,nanti biar Zara yang jelasin,Abang antar Zara ke bandara saja dan nanti di Zara juga minta jemput supir kalau sudah sampai Bandara Jakarta,,Abang selesaikan saja masalah Abang di sini,biar tidak jadi giliran,,"


"Sayangg,,"sambil menggenggam tangan Zara.


"Zara ngga papa,,nanti jangan lupa kabarin Zara ya Bang,,"Rizki hanya mengangguk.


Saat Mimin sudah dekat ,Rizki melepaskan genggaman tangannya.


"Ini Non coklat hangatnya,,"sambil meletakan gelas coklat ke depan Zara.


"Iya Mba makasih,"Zara lalu meminumnya,tapi hanya sedikit.


"Udah yuk kita berangkat ke bandara,takut telat,,"Zara sambil bangun dan melihat jam.


Lalu semuanya pun bangun,dan.langsung keluar dari Hotel,Rizki lalu menghentikan taxsi.


sekitar 15 menit sampai bandara.dan pangilan untuk penerbangan ke Jakarta sudah di umumkan,jadi Zara dan Mimin,langsung masuk.


"Hati hati,,nanti kalau sudah sampai di Jakarta kabarin Abang,"kata Rizki pada Zara.Zara hanya mengangguk pelan.


"Emangnya Mas Rizki ngga ikut pulang,,?"


"Ngga ,,Saya masih ada urusan,Tito Zara yah,,"


"Oh gitu,,iya Mas Mimin akan jagain Non Zara,"


Lalu Zara dan Mimin langsung berjalan masuk,Zara menengok ke belakang untuk melihat Rizki,Dan Rizki masih berdiri melihat kepergian ya.Zara langsung memakai kaca mata karena matanya sudah memerah ingin menangis,dan dadanya merasa sesak.


**Jangan lupa like komen dan botenya terimakasih..

__ADS_1


Aku ralat yah yang kmrin up-nya habis traweh,,aku akan up tp tidak pasti jam berapanya,ini karena aku udah nulis dari kemarin jadi aku up,kalau nanti ada cerita yang hokya hokya,,baru aku up malam..maaf dan terimakasih,,


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya**,,,


__ADS_2