
Kita pun sarapan bersama, pertama aku mengambilkan nasi goreng buat ayah, trus setelah ayah aku ambilkan buat ibu, yang terahir aku ambilkan untuk papah, aku juga mengambilkan air minum untuk semuanya, kalau ibu aku ambilkan air bening hangat.
Selesai meladeni semua orang sekarang giliran aku mengambil nasi untuk aku sendiri, kita pun sarapan dengan tenang. Selesai sarapan mereka bertiga langsung ke ruangan depan, sedang aku membereskan piring piring kotor lalu mencucinya.
Selesai dengan urusan dapur aku langsung menuju ruang depan dan ikut mengobrol dengan mereka.
"Dinda nanti temenin ibu buat belanja oleh oleh daerah sini yah, ibu mau beli buat sodara di rumah,"kata ibu setelah aku duduk di sebelahnya.
"Iya,,, bu nanti Dinda temani, "kataku sambil tersenyum.
"Dinda mau ikut Mas ke kota besok ngga, biar kita sekalian, ?"aku langsung melihat ke arah ayah, dan ayah menganggukan kepalanya tanda membolehkan aku pergi.
"Hemmm,,, iya Dinda mau ikut sekalian, "jawabku.
"Dinda,, ibu mau mandi tapi ibu lupa bawa handuk, boleh pinjem punya Dinda ngga, ?"tanya ibu.
"Iya bu, boleh ayo Dinda anterin ke kamar mandi sekalian Dinda ambilkan handuk, "jawaku sambil berdiri mengajak ibu untuk ke kamar mandi.
Aku dan ibu menuju kamar mandi, tapi sebelumnya masuk kamarku untuk mengambil handuk juga ibu mengambil baju ganti.
Setelah ibu masuk kamar mandi aku juga menyiapkan baju untuk aku mandi, ibu selesai dengan mandinya lalu aku bergantian mandi, selesai aku yang mandi aku memanggil papah untuk mandi juga.
Ayah tidak mau ikut pergi ke mall, karena belum bisa jalan yang cukup lama jadi kita hanya pergi ber3.
Sesampainya di mall kita langsung mencari toko yang menjual jajanan asal kotaku. papah mendorong troli sedang aku dan ibu memilih milih.
Selesai kita memilih oleh oleh, ibu juga membeli baju untuk ibu juga sodara sodaranya.
"Dinda mau beli baju ngga,, pilih gih yang Dinda suka biar sekalian nanti ibu yang bayarin, ?"kata ibu sambil memilihkan baju buat ku.
"Ngga usah repot repot bu,,"
__ADS_1
"Ngga repotin kok, ini bagus loh buat Dinda cobain gih pas ngga di Dinda ukuranya, "kata ibu sambil memberikan dua potong baju ke padaku dan aku di suruh mencobanya.
"Udah,,, adek cobain aja dulu, kayanya cocok deh dek,,, "
Ahirnya aku mencoba baju yang ibu berikan padaku untuk aku coba, dan saat aku coba ternyata sangat cocok, baju atasan yang bagus untuk kuliah ini mahh,,, ibu pintar juga rupanya memilih baju untuku.
Aku keluar dengan baju pertama, mereka berdua bilang sangat bagus, dan aku mengganti lagi dengan baju yang ke dua,saat keluar mereka berdua bilang cantik dengan kompaknya, membuat aku jadi tersenyum malu.
Selesai kita memilih baju, ibu mengajak makan dan mencari makanan yang berasal dari kotaku juga, setelah kita menemukan tempat makan yang kita cari,kita bertiga pun langsung masuk, lalu kita memesan makanan yang kita mau.
Setelah menunggu 30 menit ahirnya makanan yang kita pesan datang juga, kita pun langsung makan.Setelah selesai kita akan langsung pulang karena hari sudah siang, saat akan keluar dari tempat makan aku berpapasan dengan temanku waktu SMA.
"Dinda,,,, Anis,,,, "kita pun saling pelukan.
"Gimana kabar kamu nis, sekarang makin cantik aja, "kataku.
"Ah,,, kamu Din bisa aja, kamu tuh yang makin cantik aja, kenapa ngga ngabarin kalau kamu lagi pulang kampung sih, kita kan jadi bisa ketemuan, "
"Oh,, iya Nis kenalin, i,,, ni Mas Agung calon suami Dinda, dan yang ini ibunya Mas Agung,"kataku. Anis keliatan sangat kaget tapi aku langsung plototin dan Anis langsung menyalami ibu dan Mas Agung.
"Anis,,, temenya Dinda salam kenal, "kata Anis sedang ibu dan Mas Agung hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
"Din,,, nanti kita telfonan yah, masih sama kan no henfon kamu,? "aku langsung menjawab "Masih"
Lalu aku pun langsung berpamitan pada Anis untuk pulang duluan, sedang Anis juga langsung masuk ke dalam rumah makan itu.
Sesampainya di rumah aku membantu ibu menata barang2 yang akan di bawa besok, sedang ayah dan papah pergi memancing, sehabis pulang dari mall ayah langsung mengajak papah pergi memancing di sungai,katanya buat hiburan dari pada di rumah ngga ada kerjaan.
Selesai menata barang belanjaan ibu, aku menyuruh ibu untuk istirahat, sedang aku masuk kamar ayah untuk menelfon anis, aku mengobrol cukup lama,aku juga menceritakan kalau dua bulan lagi aku akan menikah, anis langsung kaget mendengar keputusanku untuk menikah muda, tapi aku langsung memberinya penjelasan.
Pukul 4 sore ayah dan papah pulang dari memancing. Saat aku keluar kamar aku melihat papah masuk rumah dengan membawa ikan mas jukup besar dan ada 3 ekor lagi.
__ADS_1
"Dekk,,, ikan masnya di bikin pepes bisa ngga,? "tanya papah padaku sambil kita berjalan ke dapur.
"Bisa,, nanti Dinda bikinin yang enak buat Mas, "jawabku.
"Mas,, bisa bantu Dinda ngga, ?"
"Bantuan apa dekk,,,? "
"Tolong Mas bersihin ikanya yah, Dinda mau bikin bumbu soalnya, mau ngga,,, ?"
"Mau dong,,, ,"papah langsung menaro ikanya di tempat cuci piring dan mengambil pisou untuk membersihkan ikan, sedang aku langsung menyiapkan bumbu untuk bikin pepesnya.
Pepes pun sudah matang dan sekarang sudah waktunya makan malam,kita pun makan malam bersama dengan menikmati pepes ikan mas buatanku.
.
.
.
Jam 6 pagi kita sudah bersiap akan berangkat ke kota, barang barang pun sudah masuk semua, tinggal berpamitan dengan ayah, bibi juga paman.
"Yah,,, Dinda pergi dulu yah, ayah ngga boleh cape cape dan jangan telat makan, "sambil ku peluk ayah.
"Iyaaa,,,Dinda juga jaga diri jangan sampai sakit karena 2 bulan lagi Dinda akan menikah"jawab ayah.
"Bi,, Dinda pamit yah dan Dinda nitip ayah juga, maaf selalu merepitkan bibi, "
"Iya,,, kamu juga hati2,,jangan kuatir ayah pasti jagain ayah kamu,"
Aku juga pamitan pada paman, setelah selesai aku berpamitan tinggal papah dan ibu yang berpamitan.
__ADS_1