MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Pelukan


__ADS_3

Tokkk,, Tokkk,,,


"Abanggg,,,"


Vivi langsung meloncat turun dari pangkuan Akbar saat Faiza masuk ke kamar.


"Abangg,,,,eh ada kak Vivi juga,kalian sedang ngapain,,?"Pandangan Faiza penuh curiga.


"I,,ini Ta,,di Kaka habis buka perban Abang,"jawab Vivi dengan gugup.Akbar malah tersenyum melihat Vivi yang gugup.


"Ada apa Sih Dek,,?"tanya Akbar.


"Itu Mamah nelfon ,katanya hp Abang ngga aktif,Mamah mau bicara tau,,"


"Oh iya,tolong hp kaka ambilin tuh di meja,,"Faiza lalu mengambilkanya.


"Abang nanti telfon Mamah yah,Adek mau ke kamar lagi,,"


"Iya,,"Lalu Faiza pun keluar dari kamar Akbar,setelah pintu tertutup Vivi langsung mengusap dadanya dan membuang nafas lega.


"Kenapa,,,?"tanya Akbar melihat Vivi.


"Hampir aja tadi ketahuan,,"


"Tapi ngga kan,,"Vivi sedikit memonyongkan bibirnya.


"Saya ke keluar dulu ya Mas,Saya mau mandi,"


"Iya udah sanah,,makasih yah,,"Vivi mengangguk,lalu keluar.


"Vi tunggu,,"Kata Akbar dan Vivi yang sedang membuka pintu lalu menengok.


"Nanti Aku makan di meja makan aja yah,"Vivi hanya mengangguk.


"Tapi nanti malam Aku telfon kamu,kamu datang yah,,"Vivi mengangguk lagi sambil tersenyum.


Vivi pun keluar dari kamar Akbar,dan setelah Vivi pergi Akbar menelfon Mamahnya.


"Iya Mah,,maaf.hp Abang tadi habis batre terus Abang cas dulu,"


"Ya udah kalau gitu,.amah matikan dulu yah,"


"Iya,Mamah pulang besok kan,,?"


"Iya,,Mamah sama Papah besok pagi pulang kok,"telfon pun di matikan,Akbar lalu rebahan di kasur.sampai ahirnya Akbar tertidur.

__ADS_1


Sedang Vivi di kamarnya saat ini sedang menerima telfon dari Frengki.


"Besok Aku jemput di klinik yah,kita makan siang bareng,sekian Aku mau dengar jawaban mu,,"


"Iya,,besok jemput saja,"


"Ya sudah ya Vi,,sampai jumpa besok,"Setelah Vivi menjawab Iya,telfon lalu mati.


Vivi tiduran di kasur,Vivi memikirkan gimana besok cara bicara pada Frengki,agar Frengki tidak marah atau kecewa atas penolakanya.


"Semoga besok di beri kelancaran dan kemudahan ya Tuhan,Aku dan Frengki masih tetap menjadi teman,"kata Vivi pelan.


Jam 8 malam Kembar sudah ada di meja makan,mereka makan bersama tanpa menunggu Akbar,karena kembar tidak tau kalau Akbar akan makan di meja makan.


Saat kembar selesai makan,Akbar baru bangun dan meras Perutnya lapar lalu Akbar keluar.


"Kalian ngga makan,?"tanya Akbar saat melihat kembar naik ke atas.


"Kita baru selesai makan Bang,"


"Kok ngga tungguin Abang sih makanya,"


"Kita ngga tau kalau Abang mau makan di meja makan,kita fikir Abang mau makan di kamar aja,"


"Abang mau kita temani makan,"


"Ngga usah kalian ke kamar aja sanah,biar Abang makan sendiri aja,ngga papa kok,,"sikembar lalu menjawab Iya dan berjalan lagi menuju kamar.


Akbar langsung menuju meja makan.


"Mba,,Mba Iis,,Mba Siti,,"Akbar memanggil kedua mba,tapi ngga ada yang dengar,lalu Akbar ke dapur,juga ngga ada orang.


Ahirnya Abang menuju rumah sebelahnya yang di tempati mba mba dan suaminya.


Akbar pertama masuk,karena terahir masuk Akbar saat itu waktu SMP.


"Mba,,,Emba,,"Akbar memanggil lagi.


Lalu Vivi yang baru bangun keluar dari kamarnya karena mendengar ada suara.


"Aden,,kok kesini,ada apa,,?"


"Aku mau makan,tapi Mba ngga ada di rumah,kamu baru bangun,,"Vivi mengangguk.


"Masa sih ngga ada mba,pada kemana,,ya udah Aden balik ,nanti Saya kesana,Saya mau cuci muka dulu,,"

__ADS_1


Akbar menjawab Iya lalu masuk ke dalam,saat masuk Mba siti ada di dapur.


"Kok Mba ada di sini,tadi Abang panggil panggil ngga ada,"


"Maaf Den tadi Mba siti sama mba iis di kamar Ibu,kita habis beres bersa soalnya mereka kan besok pulang jadi harus bersih,"


"Oh gitu,,"karena kamar Dinda kedap suara jadi dua mba pun ngga dengar saat Akbar memangilnya.


Mba Siti lalu mengambilkan nasi buat Akbar,Vivi pun datang.


"Udah ada Mba Siti,"kata Vivi yang melihat mba Siti sedang menyiapkan makanan.


Lalu Vivi kembali ke dapur,dan Vivi juga makan,Akbar di meja makan melihat ke arah dapur terus tapi Vivi ngga datang datang.


Ahirnya Akbar makan sendiri sampai selesai.sedang Mba Siti kembali ke kamar Dinda membantu Mba Iis yang sedang ganti seprai.


"Kamu kok makan di sini,Aku tungguin malah kamunya di sini,"sambil mendekati Vivi.


"Tadi Saya lihat sudah ada Mba Siti yang siapin makan buat Aden,jadi saya makan di sini aja,"sambil mencuci piring kotornya,Akbar selesai makan penasaran kenapa Vivi ngga datang datang ,dan saat di dapur Akbar melihat Vivi yang baru selesai makan.


"Ayo ke kamarku,"


"Ngapain,,?"


"Kita pacaran,kapan lagi ada waktu kaya gini,besok Mamah sama Papah dah pulang,kita ngga ada waktu berduaan lagi,"


"Ngga ah,Ada Bibi yang belum pada pulang,ngga enak kalau mereka lihat,"


"Ya udah nanti Aku telfon jangan tidur yah,"Vivi mengangguk dan Akbar pun pergi.


Vivi kembali ke kamarnya,lalu sambil menunggu malam,Vivi melihat ke Laptopnya dan melihat kerjaanya.


Sekitar jam 10 lewat Akbar menelfon Vivi,dan menyuruhnya untuk datang ke kamarnya.Vivi dengan pelan keluar dari kamar,saat masuk ke dapur ada yang memangil Vivi.


"Vi mau ke mana kamu malam malam gini,?"ternyata Pak Udin yang habis ambil air panas di dapur.


"Eh pamaN,Vivi mau bikin minuman hangat,"


"Oh,,ya udah Paman pergi dulu,"


Vivi mengusap dadanya karena merasa lega,Vivi tersenyum tipis sambil berjalan karena seperti maling yang mengendap endap.


Vivi lalu dengan pelan membuka pintu kamar Akbar,dan Akbar sudah menunggunya.keduanya melempar senyum,Akbar lalu mendekati Vivi dan saat sudah dekat,Akbar memeluk Vivi dan mencium keningnya.Vivi memejamkan matanya,menikmati hangatnya pelukan dan ciuman di keningnya,Vivi merasa sangat bahagia bisa di cintai oleh Akbar.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2