
Tiya ahirnya sudah sampai di vila,dan Tiya langsung di periksa Dokter.
Iza bingung mau telfon Mamah dan Papahnya,takut di marahin tapi kalau tidak bilang nanti salah.
"Halo Mah,,"
"Halo sayang,kamu kenapa kok suaranya kaya habis nangis,"
"Kaka,,,"
"Ada apa dengan Kaka,,?"
"Kaka jatuh Mah,dan terluka,"
"Apa,,sekarang gimana,kalian di mana sekarang,?"
"Kaka udah di perikasa Dokter Mah,kita ada di Vila sekarang,"
"Mamah akan ke sana sekarang,bilang pada guru kamu ya Dek,"
"I,,iya Mah,,"
Dinda sedang ada di klinik langsung telfon Agung,Agung juga sangat kaget mendengar anak perempuannya terluka.
Dinda bersama pak supir menuju rumah menjemput Agung.
Tiya sedang istirahat setelah Dokter selesai memeriksa,tangan kiri Tiya terkilir dan luka di keningnya juga sudah ngga mengeluarkan darah lagi setelah Dokter memberi obat.
Iza dari tadi menemani Tiya dan tidak meninggalkannya walau sebentar,sedang acara anak anak juga tetap berlanjut.
Torik juga tadi di beri salep dan obat oleh Dokter untuk mengobati lukanya.
Torik berjalan menuju kamar Tiya,rupanya Torik kuatir dengan keadaan Tiya.
"Gimana keadaan Tiya Za,,?"tanya Torik pada Iza yang langsung masuk ke dalam.
"Kaka sedang tidur Kak,kata Dokter biar Kak Tiya istirahat,"Torik mengangguk.
"Mata kamu bengkak gitu,kamu dari tadi nangis terus,,?"Iza mengangguk.
"Aku takut Kak,takut kak Tiya kenapa-kenapa,"
"Kaka mu orang kuat kok,pasti tidak akan kenaapa Napa,"Iza mengangguk .
"Kamu udah mengabari orang tuamu,?"
"Sudah kak,Mamah dan Papah sedang kesini,"
"Oh gitu,,"
"Kak Aku mau ke kamar mandi,Tolong jagain Kak Tiya yah,"
"Iya Pergilah,biar Aku jagain Tiya,"Iza pun pergi ke kamar mandi,Torik lalu duduk di kursi bekas Iza duduk.
__ADS_1
Saat Torik baru duduk,Tiya terbangun dan membuka matanya,Tiya langsung melihat Torik yang sedang duduk di dekatnya.
"Sudah bangun,,?"Tiya mengangguk pelan.
"Gimana,apa sudah lebih baik,"
"Hemm,,,sudah,tapi tanganku masih sakit,"
"Tanganmu terkilir,itu akan sedikit lama untuk sembuh,"
"Makasih udah mau tolongin Aku tadi,kalau tidak ada kamu pasti Aku udah ketakutan,"kata Tiya pelan.
"Kita kan teman jadi harus saling bantu,makanya sama teman jangan cuek ok,,"Tiya Tersenyum tipis karena mendengar perkataan Tiya.
Iza pun keluar dari kamar mandi,melihat Tiya yang sudah bangun langsung mendekat.
"Kak udah bangun,gimana kak,masih sakit,mana yang sakit biar Adek usap usap,?"sambil duduk di pinggir kasur.
"Udah mendingan kok,kamu ngga usah kuatir gitu Dek,"
"Ya gimana ngga kuatir,Kaka kan sakit gini,"
"Mamah sama Papah udah jalan ke sini Kak,"
"Kamu kasih tau Mamah sama Papah,"
"Iya lah,kalau ngga kasih tau mereka ,nanti Adek pasti kena omel,bukan Adek doang kak yang akan kena omel,pasti pihak sekolah juga,mendingan Adek bilang aja,"
"Aku pergi dulu,semoga kamu cepat sembuh,"
"Za,,Aku pergi yah jagain kakamu,"
"Iya Kak,,"
Torik pun pergi,si kembar tanpa mereka sadari keduanya sama sam melihat Torik yang keluar dari kamar.
Dua jam kemudian Dinda dan Agung sampai di Vila,Agung menemui Pak Guru yang bertanggung jawab dengan acara,sedang Dinda di Anatar Zee menuju kamar Tiya.
"Sayang,,,kamu ngga papa kan,,?"Dinda langsung memeluk dan dan menciumi kepala Tiya.
"Aduh Mah sakit,jangan kenceng kenceng peluknya,,"
"Iya Maaf,,Mamah kuatir sayang,"
"Gimana ,mana aja yang sakit,,?"
"Hanya Tangan Kaka yang terkilir Mah,yang lainya hanya luka kecil,"
"Makanya Kak,Kaka harus hati hati,kenapa sekarang Kaka jadi sering kena musibah sih,kemarin kena bola basket,sekarang jatuh ke jurang,"
"Kaka juga ngga mau Mah kaya gini,"
"Mah Papah mana,,?"tanya Iza.
__ADS_1
"Papah lagi nemuin guru,sana kamu ke Papah,takut Papah ngga tau tempatnya,"
Iza lalu mengiyakan,dan Keluar,sedang Zee membantu merapikan barang barang milik Tiya karena Tiya mau di bawa pulang oleh Dinda Dan Agung.
Sebenernya sore nanti semua akan pulang,tapi karena Tiya sakit dan orang tuanya datang jadi pulang ikut orang tuanya.
Agung sudah selesai bicara dengan guru yang bertanggung jawab dengan acara,pihak guru juga meminta maaf tentang kejadian ini,Agung lalu meminta izin untuk membawa pulang kedua putrinya dulu,Guru pun mengizinkan.
Agung lalu berjalan menuju kamar Tiya bersama Iza.Sampai kamar Agung memeluk Tiya.dan mencium keningnya.
"Papah takut sayang kamu kenapa kenapa,"
"Kaka baik baik saja kok Pah,"
"Gimana Pah,udah bilang kalau Kaka kita bawa pulang,"
"Udah,kita pulang sekarang aja yuk,"Dinda mengangguk .
"Adek barang barangnya udah di rapikan belum punya Adek dan Kaka,?"tanya Dina.
"Udah Mah,,"
Pak supir lalu membawakan tas milik kembar dan membawanya ke mobil,Tiya mau berjalan tapi lututnya yang terluka sakit,Ahirnya Agung menggendong Tiya di depan.
"Pah,,ngga mau ah di gendong,Kaka Malu,Kaka kan udah besar masa di gendong,"sebelum mereka pergi tadi Tiya protes tapi Agung ngga mau dengar penolakan,karena ngga mau melihat anaknya yang kesakitan.
Tangan Tiya yang kanan di kalungkan ke leher Agung,Tiya juga takut jatuh rupanya.
"Pah,,emang Papah kuat,?"tanya Iza.
"Kuat dong,gendong Mamah aja Papah masih kuat,"
"Masa,,,emang iya Mah,,?"
"Papah apaan sih,ngga sayang Papah ngga kuat gendong Mamah,mamah kan berat,Kaka kan kecil,udah ayo kita ke mobil,"Iza mengangguk.
Anak anak semua melihat keluarga Agung yang berjalan menuju mobil,Torik dan Iwan pun melihatnya,Zee ikut mengantar sampai mobil
"Rik,,pantas saja anaknya cantik cantik,orang tuanya aja ganteng dan cantik gitu,bener bener bibit unggul mereka,bagus tuh buat memperbaiki keturunan,"kata Iwan pada Torik.
"Kamu tuh ngomong apa sih wan,"kelak Torik,karena dalam hatinya setuju dengan apa yang di katakan Iwan,si kembar benar benar cantik karena keturunan dari orang tua yang ganteng dan cantik.
Mobil pun berjalan setelah Tiya dan Iza masuk mobil.Iza langsung tertidur karena merasa ngantuk dan lelah,sedang Tiya yang dari tadi sudah tidur tidak bisa tidur lagi,lalu Tiya memainkan hpnya dengan tangan kanannya.
Tiya membuka WA,dan banyak seratus temanya yang menuliskan mendoakan untuk kesembuhannya.
Tidak lama ada pesan masuk di hp Tiya,dan Tiya langsung membacanya.
"Hati hati di jalan,semoga cepat sembuh biar cepat sekolah,"Tiya lalu tersenyum tipis,ternyata yang mengirim pesan adalah Torik.
"Amin,,makasih doanya,Teman,"balas Tiya.
Tiya langsung memberi nama Kaka Kelas,tidak memberi nama Torik.
__ADS_1
Torik yang membaca pesan balasan dari Tiya juga merasa senang,karena Tiya sudah mau membalas pesan darinya,nama kontak Tiya di hp Torik adalah si cewe jutek.
Jangan lupa like,komen dan vote nya, trimakasih..