
"Menurut kaka gimana, "kataku sambil aku tersenyum,sedang papah hanya diam dan sibuk makan.
"Mas Agung Aku permisi yah, mau ke meja keluargaku dulu,"sambil berdiri kak Hani bicara. papah hanya menganggukan kepala, sedang aku hanya menyunggingkan bibirku, "Dinda sampai jumpa lagi yah, "aku hanya menjawab, "ya, "
Setelah kak Hani pergi aku dan papah melanjutkan makan, selesai makan kita langsung menuju mobil.
"Kita mau ke mana lagi dek, "
"Terserah Ayy saja, Dinda bingung mau ke mana lagi, "jawabku.
"Tadi kayanya ada yang ngajakin ke hotel, pengin ngabisin waktu berdua lagi, "aku langsung melotot.
"Kenapa melotot itu matanya, kan aku hanya tanya tadi ada yang mau ngajakin ke hotel,turus jadi ngga ini, "
"Tadikan hanya buat manasin kak Hani, ngga serius, "jawabku.
"Aku lebih seneng kalau serius, "sambil tersenyum mesum papah menatapku.
"Ihh,,,, Ayy mesum,,,,,"kataku sambil memukul lengan papah. sedang papah hanya tertawa ngelihat tingkahku.
"Kita ke apartemen ku aja yah, sekarang baru jam 2, masih ada waktu untuk kita berdua, hemm... "sambil melihat jam tangan papah bicara.
__ADS_1
"Terserah Ayy saja, "
Ahirnya kita langsung menuju apartemen papah, setelah sampai kita langsung masuk, karena merasa lelah aku langsung masuk kamar, rasanya ngantuk dan lelah.
"Mau ke mana,,, "tanya papah padaku, saat aku mau masuk kamarku.
"Mau ke kamar, pengin tiduran badan Dinda pada sakit,"jawabku sambil memijit leher belakangku.
"Ke kamarku aja, entar aku pijitin, "sambil menarik tanganku agar masuk ke kamar papah. aku pun ahirnya masuk karena menolak pun percuma, pasti papah memaksaku.
Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur, karena merasa lelah tidak peduli dengan papah yang menyuruhku untuk cuci tangan dan kakiku, karena rasanya sudah sangat mengantuk.
Aku merasakan badanku sudah di pijat oleh papah, karena aku sangat mengantuk, aku hanya diam dan menikmati pijitan papah.
Selesai dari kamar mandi aku membangun kan papah, karena aku akan pulang, sekarang sudah jam 5 sore, berarti aku tidur hanya 2 jam.
"Ayy,,,, bangun, Dinda mau pulang yah, "kataku, sambil aku goyangkan tanganya.
"Hemmm,,, tunggu bentar dek, aku anterin yah,? "sambil menarik tanganku untuk di tempelkan pipi papah.
"Ngga usah,, Ayy istirahat aja biar Dinda pulang naik taxsi, "jawabku.
__ADS_1
"Tapi aku pengin ngaterin adek, "jawabnya sambil bangun dan duduk di sebelahku.
"Ngga usah,, biar adek pulang naik taxsi ajah, Ayy pasti cape karena abis nyetir mobil dan jalan2 di pantai.,"kataku lagi.
Saat aku akan berdiri papah menarik tubuhku, dan aku pun terjatuh ke badan papah karena aku belum berdiri dengan benar.
Bukkkk,,
"Aww,, Ayy kamu tumhhh,,,,,,"belum aku selesai bicara mulutku sudah keburu di ciumnya oleh papah.
Posisiku sekarang aku ada di atas tubuh papah, dan tangan papah yang satu memegang tengkuku dan yang satunya di pinggangku.
"Eeemmm,,, eemmm,,, "aku terus mengimbangi ciuman papah, walau aku agak kualahan.
Saat aku sudah merasa nafasku hampir habis, aku melepaskan ciumanku, ku angkat wajahku, dan kita saling pandang.papah mengelap bibir basahku dengan tanganya dan setelah nafasku sudah setabil dengan semangatnya papah menekan tengkuku lagi.
Karena aku menikmati ciuman papah, ahirnya aku pun menyambutnya, dengan saling me*umat dan bertukar salvina kita menikmati ciuman ini.
Posisi tubuh ku masih di atas badan papah. saat sedang menikmati ciuman ini, tiba2 tangan papah yang ada di pinggangku menekanya ke bawah, sedang pinggul papah di tekanya ke atas,, membuat tubuh bagian bawah kita saling menekan,,,
Gilaaa rasanya, Uuuuhhhh.... sangat mengganjal..
__ADS_1
Karena aku takut ke bablasan ku tarik bibirku dan ku gulingkan badanku ke samping, karena kencangnya pelukan papah di pinggangku membuat badan papah ikut miring, kita sama2 mengatur nafas yang hampir habis....
Seperti biasanya, setelah papah melepaskan pelukanya dari badanku, papah langsung bangun dan masuk kamar mandi, sedang aku masih mengatur nafasku yang masih belum setabil.