MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kesal


__ADS_3

"Tunggu,,,,!!!kalau kalian sampai sakiti dia,kalian berurusan denganku,,, "dari atas Iis sedang berlari ke arahku.


"Kalian itu apa apa sih,, mau jadi jagoan hahh,, sesama wanita itu janggan main kasar, itu ngga baik,, kalau kalian berani sakitin dia berarti kalian berurusan dengan ku,, dia adalah temanku,,"sambil tangan Iis menujuk ke arah para wanita wanita yang seperti badut satu persatu.


"Apa Kalian mau kehilangan tempat mangkal kalian hah,,,kalian tau kan pacarku itu polisi, kalau Aku bilang pekerjaan kalian pasti akan di bersihkan tempat itu,, udah sanah bubar,, kalian mendingan berangkat sanah,, dari pada ngurusin urusan orang dan bikin masalah,,, "kata Iis dan mereka ber empat pun pergi.


"Makasih ya Iis sudah bantuin Aku,, "kita sambil berjalan ke atas.


"Iya,, kamu ngga papa kan,, kamu kalau di sakitin jangan lemah harus lawan kalau kamu ngga mampu panggil Aku aja,, kita kan teman jadi harus saling bantu ,, "Aku pun mengangguk.


"Is,, emang mereka kerjanya apaan sih, kok dandanyanya kaya gitu semua,, ?"tanyaku.


"Mereka itu kerjanya mangkal di pinggir jalan dan tengah malam, nyegatin mobil yang mau sama mereka,, "Aku pun sedikit kaget.


"Seriusss,,, "kataku.


"Iya serius, udah sanah tidur, besok kita kerja kan, berangkat bareng yah,, "


"Iya,,, "jawabku lalu Aku pun masuk kamar begitu juga iis masuk kamarnya, kamar kita satu deretan iis no 7 aku no 10.


Pagi hari Aku sudah bersiap mau berangkat kerja, dan Iis sudah mengetuk pintu kamarku, setelah itu kita pun berangkat bersama.


"Kamu mau sarapan dulu ngga De,, "tanya Iis saat kita berjalan menuju jalan raya.


"Aku mau bungkus nasi uduk aja is,, Aku mau makan di kantor saja, soalnya takut telat,,"


"Oh gitu,, ya udah Aku juga mau makan di kantor aja,, "


Lalu kita pun membeli nasi uduk dan di bungkus, setelah itu kita naik angkutan umum menuju kantor.


"Dadahhh,, Dea semangat,"Saat kita akan berpisah di lif.


"Iya,, kamu juga semangat ,,"kataku.


Sampai di meja kerjaku, Aku langsung duduk dan menyalakan komputer, setelah itu Aku langsung sarapan dulu,sebelum Pak Direktur datang.


"Kamu sedang makan apa,, "


Uuhkkk,, Uuhkk..

__ADS_1


"Kalau makan pelan pelan,,, " lalu Aku langsung minum agar batuku berhenti.


"Maaf Pak soalnya tadi Saya kaget ,"jawabku setelah batuku berhenti.dan Aku melihat di belakang Pak Direktur ada seorang pemuda yang masih muda.


"Oh iya Rizki kenalin ini Dea sekertaris baru yang menggantikan Eva ,,"kata Pak Direktur memperkenalkan Aku pada Rizki.


"Hai Mba Dea,,Saya Rizki semoga kita bisa bekerja sama, "sambil mengacungkan tanganya untuk berjabat tangan denganku.


"Saya Dea,, "Aku pun menjabat tanganya.


"Sudah habiskan dulu sarapanmu, dan setelah selesai , kamu keruangan Saya,,"sambil berjalan masuk ke dalam ruanganya.


"Siap Pak,, "jawabku.


Setelah Pak Direktur dan Rizki masuk Aku melanjutkan sarapanku yang tinggal sedikit lagi. Setelah selesai sarapan, Aku masuk ke ruangan Pak Direktur .


"De salin ini, dan harus selesai jam 10,karena nanti salinanya akan di bawa Rizki untuk rapat di kota x,jadi ngga boleh salah, "Kata Pak Direktur. saat Aku sudah berdiri di depan meja kerjanya.


"Siap Pak, akan Saya kerjakan dengan teliti,, "jawabku, lalu Aku pun keluar.sedang Rizki masih di ruangan Pak Direktur sepertinya sedang membicarakan masalah kerjaan.


Saat Aku sedang mengerjakan tugas yang di beri Pak Direktur, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Pak Direktur.


"Pagi Mba,, Pak Hendranya ada,,? "


"Belum sih,, bisa tolong bilangin ngga Mba,bilang saja pada Pak Hendra kalau Tamara datang,"


"Oh iya ,tunggu sebentar ya, "lalu saat Aku akan masuk ke ruangan Pak Direktur, Rizki keluar dari dalam.


Saat Aku akan masuk, Aku berpalasan dengan Rizki yang mau keluar dari ruangan Pak Direktur, saat di depan mejaku sekilas Aku melihat Rizji menyapa Tamara.


"Ada apa hemm,, ?"saat Aku sudah masuk ke ruangan Pak Direktur.


"Permisi Pak, ada orang yang ingin bertemu sama Bapa,,, "belum Aku selesai bicara perempuan itu pun masuk.


"Pagi Hen,, gimana kabar kamu,, "lalu Aku sedikit menyingkir karena perempuan itu langsung mendekat pada Pak Direktur.


Aku hanya menatapnya tanpa expresi saat melihat mereka berpelukan dan saling menempelkan pipi mereka.


Dengan Pelan Aku pun keluar dari ruangan pak Direktur.

__ADS_1


Aku ada perasaan kesal melihat Pak Direktur berpelukan dengan seorang wanita, tapi Aku pun tak bisa melarangnya, karena Aku bukan siapa siapanya.


Sekitar satu jam ahirnya selesai juga pekerjaanku menyalin proposal yang Pak Direktur tadi kasih. dan saat Aku lihat jam ternyata baru setengah sepuluh, Aku melihat sekilas ke arah pintu ruang Pak Direktur yang dari tadi tertutup dan wanita itu belum juga keluar dari sejam yang lalu,, entah apa yang mereka lakukan sampai lama sekali di dalam,apa jangan jangan mereka,, Aku kenapa jadi kesel sih dan jadi punya pikiran jelek pada mereka.


"Mba Dea,, kok ngelamun,, hayo mikirin apa yah,, "tiba tiba Rizki sudah ada di depan mejaku.


"Eh Rizki ngagetin aja,, ini Saya tuh mau nyerahin ini,, tapi Pak Direktur masih ada tamu jadi ngga enak mau masuk,, "sambil Aku menujuk ke map.


"Tamara belum pulang dari tadi,, "Aku hanya menggelengkan kepala.


"Sinih biar Saya aja yang kasih ke Pak Direktur Mba,, "lalu Aku pun memberikan map itu pada Rizki.


"Ki,, boleh tanya ngga,, "


"Apa,,, "sambil melihat hasil kerjaku.


"MbaTamara itu apanya Pak Direktur,,? "


"Mba Kepo ih,, "


"Apaan sih Ki,, "kataku sambil cemberut dan melihat ke layar komputer.


"Ngga usah cemberut gitu kali Mba,, Tamara itu wanita yang di jodohkan dengan Pak Hendra, karena Ibu Pak Hendra yang ingin melihat Pak Hendra menikah lagi,, "Aku pun langsung merasakan sakit di dadaku, untuk bersaing dengan Tamara kayanya Aku ngga mungkin bisa, karena Tamara selain cantik pasti dia ngga mandul kaya Aku.


"Kok malah melamun lagi,, ya udah deh Mba Saya mau ke dalam dulu,, "Aku pun mengangguk.


Setelah Rizki masuk Aku pun lanjut kerja, tapi pikiranku tidak kosentrasi, sekitar 20 menit Aku dengar pintu terbuka dari ruang Pak Direktur.


"Mari Mba Saya permisi dulu,,, "tiba tiba ada yang menegurku. Aku langsung mengangkat wajahku lalu sambil berdiri.


"Oh iya Mba Tamara,, silakan,, "


kataku.


"Mba Dea Saya juga mau pergi dulu mau nganterin ini,, dan sekalian nganterin Tamara dulu,, "kata Rizki padaku Aku pun mengangguk


Setelah mereka pergi, saat Aku akan dusuk telfon di mejaku berbunyi, dan saat ku angkat Pak Direktur mengatakan padaku untuk Aku masuk keruanganya, Aku yang masih kesel hanya membiarkanya.


Sekitar 10 menit bunyi lagi telfon, dan dari Pak Direktur lagi,

__ADS_1


"Masuk sekarang juga!!! ngga ada penolakan,!!"


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2