
Iza masih diam karena kaget dengan syarat yang di berikan Beni padanya.
"Ke,,kenapa syaratnya seperti itu,?"
"Ya biar kamu mau jadi pacar Kaka,beri kesempatan Kaka buat jadi pacarmu Za,nanti kalau kamu merasa tidak nyaman dan tetap ngga bisa mencintai Kaka,kamu boleh memutuskan Kaka,Kaka serius menyukai mu,"
"Kenapa Kaka menyukai Iza,dari umur kita jauh,kenapa ngga cari wanita yang seumuran Kaka,Iza masih suka ke kanak Kanakan dan manja,pasti nanti akan sangat merepotkan Kaka,"
"Kaka aja ngga tau apa alasanya bisa suka sama kamu Za,tapi setiap Kaka lihat kamu rasanya jantung Kaka bekerja dengan cepat,dan bibir ini rasanya ingin selalu tersenyum,karena melihat wajahmu yang cantik dan imut ,memuat senang,,"
"Itu kayanya Kaka terlalu lebay deh,pasti banyak wanita yang sering Kaka gombalin yah,dari cara bicara Kaka kaya udah sangat berpengalaman,"Beni hanya tersenyum .
"Jujur ya Za,Kaka pernah sekali pacaran saat dulu Kaka kuliah,itu cuman 6 bulan,"
"Kok bentar ,kenapa?"
"Di selingkuhi,gara gara Kaka dulu katanya orangnya cuek,sebenarnya ngga cuek cuman Kaka tuh ngga terlalu yang lebay setiap saat dan waktu kirim pesan cuman nanyain kabar atau lagi di mana,katanya Kaka kurang romantis makanya dia selingkuh,dan dari itu Kaka belum pacaran lagi karena belum nemu yang cocok,"Iza diam dan mendengarkan.
"Terus gimana,kamu mau kan Za jadi pacarku,?"Iza mengangguk.
"Apa itu artinya kamu mau jadi pacarku Za,"
"Iya,,Tapi nanti kalau Iza tetap ngga ada rasa,kita ngga lanjut ya kak,tapi kalau Iza ngga bilang Bariti kita lanjut terus,"
"Iya,,Kaka mengerti,makasih yah Za,kamu mau menerima kaka jadi pacar mu,"Iza hanya mengangguk.
"Cie yang udah jadian,,"kata Zee,ternyata Zee dan Tiya dari tadi mendengar obrolan antara Iza dan Beni,mereka tidak pergi ke dapur ,tapi menguping obrolan mereka berdua.
"Iihh,,,kalian dari tadi dengar yah,bukanya ke dapur,,"kata Iza yang merasa kesan.
"Iya Dek dari tadi kita dengerin kalian bicara,kita belum ke dapur,"kata Tiya.
"Nyebelin tau ngga ih kalian,,"Iza sambil cemberut,Beni tersenyum melihat tingkah Iza,Iza langsung melihat ke Beni dan dia merasa malu dengan tingkahnya.
Zee dan Tiya masih saja senyum senyum,"Zee udah Sanah ambil minum sama makananya,jangan ngetawain terus,kasian Iza nya,"
"Cie,,belaiin nih,,ya deh kita ke dapur,ayo Tiya kita pergi ambil makanan,"sambil meledek lalu mengajak Tiya ke dapur Zee berkata.
Beni melihat wajah Iza yang merah dan malu,membuatnya lucu juga kasian.
"Sudah,,mereka sudah pergi kok,jangan nunduk terus begitu,,"kata Beni,tapi Iza tetap menunduk karena malu nya bukan pada Iza dan Tiya,tapi pada Beni,karena Iza merasa pipinya memerah.
Tiya dan Zee datang membawa minum dan makanan,lalu Beni pun pergi ke kamarnya untuk mandi,tapi sebelum pergi Beni bilang kalau nanti dia yang akan antar Tiya dan Iza pulang.
Ketiganya mengobrol sambil mencari Hotel yang bagus untuk tempat mereka menginap nanti di Bali,dan mereka juga mencari tempat tempat wisata yang bagus di sana,mereka melihatnya di Mbah google.
Jam pun berlalu,sekarang sudah jam dua,mereka saking asiknya sampai telat makan siang,Beni datang memanggil mereka.
__ADS_1
"Kalian dari tadi di sini,?"Zee menjawab Iya.
"Ini tuh udah jam dua siang loh,kalian belum makan siang,"ketiganya lalu melihat ke arah jam,dan baru sadar.
"Ayo masuk,kita makan siang ,,"ketiganya lalu bangun dari duduknya dan masuk ke dalam.
Ke empatnya lalu makan siang bersama,selesai makan lalu mereka mengobrol di ruang keluarga.
"Kalian mau pergi ke Bali kapan emangnya,?"tanya Beni.
"Lusa kak,,"jawab Zee.
"Kamu udah izin Papah,,"
"Udah,,kata Papah boleh asal ada temen,"
"Mau berapa hari,,?"
"Seminggu,,"
"Lama banget,,"
"Biar kita bisa jalan jalan lah Kak,,"
"Kalau lama kaya gitu,Kaka akan ikut,,"
"Kenapa sih Dek teriak gitu,"kata Tiya.
"Biar aja kak Beni ikut,jadi kita ada yang jagain,di sana itu banyak orang jahat tau,"Kata Tiya lagi,sedang Iza langsung diam.
Iza sebenarnya ngga mau Beni ikut karena pasti akan membuatnya ribed.
"Kaka emang ngga kerja,?"tanya Zee.
"Kaka ambil cuti lah,,"
Jam 3 Iza dan Tiya mau pulang,Beni lalu mengantarnya,karena Beni mau ketemu sama orang tua Iza,Zee ngga mau ikut karena mengantuk ingin tidur.
"Masa Kaka duduk di depan sendirian sih,temani dong Za,"
"Ngga usah lebay deh kak,udah jalan gih,,"Iza tidak mau menemani Beni duduk di depan,Beni pun hanya membuang nafas kasar.
Sampai di rumah ,ketiganya turun Iza dan Tiya jalan di depan sedang Beni di belakang mereka.
"Silakan duduk dulu ya Kak,Kita panggil Mamah sama Papah,"
"Iya ,,"Beni pun duduk di sofa.
__ADS_1
"Mah,,Pah,,Kak Beni dah datang tuh,"kata Tiya,sedang Iza mukanya datar aja, Agung dan Dinda ada di kamar.
"Oh iya,,yuk kita keluar,"
Ke empatnya keluar menemui Beni,Beni bangun dari duduknya lalu Salim sama Dinda dan Agung.
"Gimana kabar kamu Ben,,lama ngga main ke sini kamu,?'tanya Agung setelah duduk.
"Baik Om,,iya udah lama Saya ngga main,"
"Tapi kamu masih komunikasi sama Akbar kan,?"
"Masih dong Tan,sampei sekarang tapi ya gitu Akbar terlalu sibuk,paling sebulan sekali kita tanya kabar,"
"Kamu kerja di mana,,?"
"Beni ngga kerja Om,cuman bantu in di perusahaan Papah aja,"
"Ya itu namanya kerja juga Ben,"Beni tersenyum.
"Kamu bener mau nemenin mereka pergi ke Bali,?"
"Iya Om,,boleh kan Iza dan Tiya ikut,tenang Om saya akan jagain mereka dengan baik,"
"Boleh,asal kamu harus jagain yang bener yah,Om sama Tante titip mereka,"
"Siap Om,,"
"Oh iya Om,,,eemm,,sekalian Beni minta izin,"kata Beni lagi sambil melirik ke Iza.
"Minta Izin apa Ben,,?"
"Saya menyukai Iza Om,Tan,,"Iza langsung membuka matanya lebar,ternyata Beni bilang pada orang tuanya tentang hubungan mereka Agung dan Dinda melihat ke Iza.
"Saya serius menyukai Iza,dan kita sudah jadian,semoga Om dan Tante merestui hubungan kita,"Iza langsung memerah wajahnya karena benar benar malu.
"Adek,,apa benar yang di katakan Beni,?'tanya Agung,Tiya yang melihat wajah Iza seperti malu dan Bingung justru tersenyum.
"Papah dan Mamah ngga marah ,dan Mamah dan Papah ngga melarang kalau Adek punya pacar asal jangan lupa belajar,ingat cita cita kalian sama Mamah dan Papah,,"Iza menganggukan kepalnya.
"Kalau memang kalian sudah jadian,Om hanya berpesan,hubungan kalian jangan sampai mengganggu kegiatan kalian,Beni yang kerja juga jangan mengabaikan pekerjaan demi Adek,begitu pun Adek ngga boleh lupain belajar dan kuliah demi Beni,kalian mengerti kan,,"Iza mengangguk,sedang Beni menjawab Iya.
Beni sangat senang juga lega karena sudah mendapat izin untuk pacaran dengan Iza,Iza yang tadinya niat hanya agar dapat izin dari orang tuanya untuk pergi.liburan,malah ngga nyangka kalau Beni akan sampai bilang ke orang tuanya.
***Jangan luapa like,komen dan votenya, trimakasih...
Besok episode terahir dari cerita Mencintai Papah Tiriku,dan ngga akan ada lanjutannya,karena target ku sampai 500 rb kt,dan sekarang sudah sampai.
__ADS_1
Cerita si kembar akan di pisah,setelah cerita ini selesai Aku lanjut ke Akbar dan Vivi,juga cerita si kembar setelah Vivi Akbar rilis,trimakasih***...