
Dea dan Hendra sedang bersiap untuk acara 7 bulan nanti sore.
"Mas,, tolongin Dea dong sletingin baju,"sambil Dea mendekati Hendra lalu berbalik memunggunginya.
"Iya,, "lalu Hendra membantu Dea.
"Anak Anak Papah yang pintar yah di dalam, jangan rewel nanti yah, kasian Mamah,, "sambil Hendra menciumi perut Dea.
"Iya Papahh,, Dede ngga ewel kok,, "Kata Dea menirukan suara anak kecil dan mengusap rambut Hendra.
"Sayang,, nanti jangan cape cape yah, dan jangan jalan jalan terus, Sayang harus banyakin duduk,, ngga usah ikut sibuk, ngerti,"
"Iya Mas,, ya udah kita keluar yuk,, acaranya kan sebentar lagi di mulai,, "
"Iya Ayo,, "sambil tangan Dea merangkul lengan Hendra, dan mereka keluar dari kamar.
Di ruang keluarga dan di ruangan depan sudah banyak sekali Ibu ibu yang datang, dan juga ada anak yatim piatu.
"Bun,, itu Kak Dinda udah datang, "kata Zara pada Dea saat Dea dan Hendra baru keluar dari kamar.
Dinda datang bersama suaminya dan anaknya Akbar.
"Kenapa kembar ngga di ajak Din,,? "sambil cipika cipiki.
"Kembar baru saja pada tidur tadi Bi saat kita mau berangkat, jadi Dinda ngga ajak, karena kemaren juga Faizah baru sembuh dari flu ,,"
"Oh gitu,, "
Akbar dan Zara langsung menuju ke belakang rumah, Zara menemani Akbar lihat kolam ikan, sedang Agung dan Hendra duduk dan mengobrol, karena acara tinggal 20 menit lagi baru mulai.
"Kak Zara kenapa ngga pernah main ke rumah Akbar sih,,? "kata Akbar sambil ngasih makan ikan.
"Iya,, maaf yah Kaka belum ada waktu,, "
__ADS_1
"Akbar minggu depan ulang tahun, kak Zara datang yah, kata Mamih ulang tahun Akbar mau di rayain,, "
"Oh masa,, iya deh nanti Kak Zara datang, Akbar mau kado apa dari kaka,,? "
"Apa aja, yang penting kaka datang,, "
"Iya nanti kaka usahakan datang,, "
Saat Akbar dan Zara asik ngasih makan ikan, Rizki datang untuk memanggil Zara dan Akbar, karena acara akan di mulaih.
Lalu rangkaian acara pun di mulai, dari sambutan lalu baca doa dan acara lainya.
Saat acara sudah selesai, Dinda ,Agung dan Akbar berpamitan untuk pulang.
"Makasih ya Din sudah mau datang,, "
"Iya Bi sama sama,, kita pamit pulang dulu yah Bi"
"Iya,, hati hati di jalan,, "kata Dea setelah mencium pipi kanan dan kiri nya Dinda.
"Rizki sama Zara bisa ngga ngantar kotak makanan ke yayasan yatim piatu yang ada di jalan X,soalnya sayang ini masih sisa banyak,, "tanya Oma.
"Rizki sih siap Bu,, "lalu Oma melihat ke arah Zara.
"Ya udah Zara juga mau, nganter doang kan Oma, "
"Iya,, "
Lalu kotak makanan di masukan ke dalam mobil Rizki, di bantu sama mba . karena hari ini hari libur jadi pak sopir pun libur, makanya Oma menyuruh Rizki.
Sedang di rumah Dinda, Dinda yang baru pulang dari rumah Dea, langsung kaget saat sampai rumah melihat rumahnya yang berantakan. dan tadi saat masuk ke dalam rumah, pintu pagar juga terbuka lebar tidak di tutup. Henda dan Agung yang merasa aneh dan janggal langsung bergegas keluar dari mobil dan masuk ke rumah.
"Mba,, Mba Siti,, Mba Iiss,, "Dinda memanggil .sedang Hendra langsung berlari menuju kamar kembar, dan sampai di kamar Agung tidak melihat si kembar.
__ADS_1
Agung lari lagi ke kamarnya, dan di kamarnya sangat brantakan juga. Agung membuka semua lemari dan brangkasnya, dan ternyata berantakan juga.
"Masss,,, tolong Mas,, "teriak Dinda dari luar, Agung langsung berlari keluar dari kamar dan mencari suara Dinda.
"Mass,,, tolongin Mba siti sama Mba Iiss,, "Dinda yang kaget juga takut hanya bisa berteriak minta tolong, sambil memeluk Akbar.karena melihat mba Iis dan Mba siti yang terikat tali di badanya dan mulutnya di tutup lakban.
Agung langsung melepaskan iketan yang mengikat di badan Mba Iis dan Mba Siti, dan wajahnya juga pada lebam.
"Mas,, kembar di mana Mas,, "Dinda yang teringat dengan kembar langsung lari ke kamarnya.
Saat di kamar kembar kosong, Dinda menangis dengan terus memanggil nama kembar.
"Mass,, kembar ngga ada Mas,, kembar kemana Mass,,, "Sambil berlari mendekati Agung.
Sedang Agung juga yang mendengar Dinda memangil langsung mendekatinya.
"Mas,, sikembar ngga ada Mas,, kita cari ayo Mas,, Dinda takut kembar kenapa napa Mas,, "Agung memeluk Dinda.
"Iya sayang kita akan cari kembar, tapi kita tanya dulu sama Mba,, tenang yah,, "sambil terus memeluk Dinda.
Saat mau bertanya pada Mba, ada suara rintihan minta tolong.
"Tolong,,, tolongg,,,,,"semuanya langsung mencari sumber suara minta tolong.
Mba Siti teriak saat melihat Pak Udin yang tergeletak di lantai garasi dengan banyak darah dari perutnya.
"Pak,,, pak Udin ,,"teriak mba siti. semuanya mendekat dan kaget, Agung langsung membatu memapah Pak Undin masuk ke dalam, dan langsung menelfon rumah sakit untuk mengirim Ambulance.
Sebelum Ambulance datang, Agung mencoba menghetikan darahnya dari luka sayatan yang ada di perut pak Udin.
"Mba,, katakan ini ada apa,, apa ada perampokan,, ?"
Jangan lupa like komen dan Votenya, trimakasih..
__ADS_1
Ayo bantu like ke cerita MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH, kalau sampi 1000 like aku up lagi, Alvin sama Kay lg MP loh,,