
Selesai sarapan Zara di ajak Mamah ke kamarnya, sepertinya Mamah tau kalau Aku dan Mas Hendra sedang tidak akur, untungnya Zara mau ikut ke kamar Omanya.
"Masih marah,, Mas kan udah minta maaf,, "sambil tanganku di genggam Mas Hendra. Kita masih duduk di sofa setelah selesai sarapan.
Lalu Mas Hendra memeluku dari samping, di letakanya kepalaku di dadanya. Aku hanya menurut, karena Aku juga tidak ingin marah terlalu lama karena itu tidak akan baik, namanya rumah tangga pasti akan ada yang namanya slisih faham.
"Udah yah marahnya,, Mas takut lihat kamu marah dan diemin Mas gaya gitu,, "Aku pun yang memang sangat merindukan pelukan dari Mas Hendra dengan sendirinya tanganku pun ikut memeluk badan Mas Hendra.
Mas Hendra pun mencium keningku sangat lama.
"Mas,, Dea pengin nengokin rumah Dea,, apa boleh,,? "Sambilku dongakan wajahku.
"Boleh,, nanti kita kesana yah,, tapi setelah antar Zara ke rumah Dian,, "
"Kenapa Zara ngga di ajak aja,,? "
"Ngga usah,, nanti takutnya Zara ngga betah lagi di sana,, "
"Maafin Zara yang suka seenaknya aja sama kamu,, "
"Zara tuh ngga salah Mas,, mungkin Zara karena kangen aja sama kamu, makanya Zara tuh penginya sama kamu terus, dan Zara kan dari kecil memang kurang kasih sayang dari Papahnya, jadi saat ada Papahnya pasti Zara pengin manja dan di manja sama kamu,, Dea ngga papa kok Mas,, Dea ngerti, "kataku.
Memang sebenarnya Zara tuh anak baik, mungkin mumpung ada Papahnya di dekatnya jadi Zara jadi manja kaya gitu, kalau ke Kak Doni mungkin Zara bisa dekat tapi kan beda pada Papah kandungnya, Zara lebih bebas ingin peluk atau pengin yang lainya. kalau ke kak Doni Zara juga tau batasanya mungkin karena hanya Ayah sambung.
Lalu Aku pun membereskan meja, sedang Mas Hendra sedang mandi.
"Bunda,, Papah mana, ?"tanya Zara yang baru masuk.
"Papah lagi mandi,, Zara dah mandi belum,,? "
"Belum,, soalnya ngga ada baju ganti,, "
"Mau pakai baju Bunda ngga,, nanti sampai rumah bisa ganti,, "
"Emang baju Bunda ada yang kecil,, ?"
"Ada,, nanti Bunda ambilkan dulu,, "Aku
membuka koper dan mencari kaos yang paling kecil juga celana.
__ADS_1
Zara duduk di dekatku sambil melihat Aku yang sedang memilih baju di koper.
"Bunda Zara mau pinjam ini yah,, ini masih baru kan,,? "Zara mengambil dalaman yang masih baru belum Aku pakai, dan Mas Hendra lah yang membelikanya.
"Memangnya muat sama Zara ,,?"
"Muat lah Bun,, ukuran Zara kan sama 38,"Zara memang masih SMP tapi postur tubuhnya memang sudah besar, kalau orang lihat Zara pasti mengiranya Zara anak SMA.
"Oh,,, ya udah pake aja,, ini baju dan celananya,, "
"Sayang,,, baju Mas ambilin dong,, "saat Mas Hendra keluar dari kamar mandi.
"Iya Mas,, "jawabku.
"Papah udah kan mandinya,,gantian Zara ya yang mandi,,, "sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Nih Mas Bajunya,, "sambil ku berikan bajunya.
"Iya makasih,, Zara pakai baju kamu apa Yang,,,, ?"
"Iya,,, "sambil Aku membereskan meja lagi.
"Papah sama Bunda mau pergi,,? "tanya Zara saat keluar dari kamar mandi.
"Iya,, Papah sama Bunda mau nengok rumah Bunda yang di kota S, Zara nanti Papah anterin pulang dulu yah ke rumah Mamah Dian,, "kata Mas Hendra.
"Zara ngga mau pulang ah,, mau ikut Papah sama Bunda aja,, "
"Nanti Zara bosen pasti di sana,, "saat Mas Hendra bicara Mamah masuk ke kamar.
"Ada sayang,,? Zara kenapa kok bibirnya di monyongin gitu,, "
"Hendra sama Dea mau kerumah Dea yang di kota S Mah,, Zara sengaja kita ngga ajak takut bosen di sana, tapi Zaranya mau ikut aja,, "
"Oh gitu,, mendingan Zara ikut Oma aja yuk ke mall,, kita belanja belanja,gimanaa,,mau,, "
"Iya deh Oma,, Zara ikut Oma ke mall aja,, "
"Nah gitu anak pintar,, ayo sekarang Zara rapi rapi dulu,, "
__ADS_1
"Ya udah,, Papah sama Bunda pergi dulu yah,, jangan rewel yah,, kasihan Oma, "
"Iya Pah,, Zara janji deh ngga bakalan rewel,, Zara kan bukan anak kecil lagi,, "sambil tersenyum.
"Mah,, Zara Bunda pergi dulu yah,, "kataku sambil salim ke Mamah dan pada Zara juga.
"Iya Bunda,, "sambil mencium tanganku Zara menjawab.
Aku dan Mas Hendra menuju parkiran mobil, dan setelah kita masuk ke dalam mobil,Menuju rumahku lumayan jauh karena rumahku masuk ke kampung, kalau ngga macet atau ngga ada halangan sekitar 40 menitan, karena jalanya yang kecil juga ada aja lubang, jadi harus hati hati dan pelan.
"Mas,,, Dea haus,,, "sambil kepalaku di sandarkan di pundak Mas Hendra.
"Pengin beli minuman apa Sayang,, ?"sambil mencium rambutku Mas Hendra berkata.
"Pengin beli es kelapa,, "
"Iya kita sambil lihat jalan yah,, nanti kita beli kalau lihat,, "
"Di depan nanti ada Mas, deket minimarket, Kita beli yah,,, "
"Iya Sayang,,, "sambil tangan Mas Hendra mengusap pipiku, dan melepaskan dari setir mobil.
Setelah sampai di tempat penjual es kelapa kita pun beli,tapi di bungkus pake plastik karena kita akan meminumnya di mobil, Mas Hendra juga masuk ke minimarket untuk membeli makanan ringan serta minuman buat di rumah nanti.
Sampainya di rumahku Aku pun melihat rumahku dengan sedih juga bahagia, lalu Aku mengajak Mas Hendra masuk ke dalam.
Rumah tidak berantakan dan kotor, tetapi cukup bersih. karena Kak Doni sering datang dan membersihkanya.
"Mana kamar kamu Sayang,,,? "sambil memeluku dari belakang saat Aku sedang menuang Es kelapa ke dalam gelas.
"Kenapa nanya kamar hemmm,,, "sambil ku cium pipi Mas Hendra sekilas saat kepalanya ada di atas pundaku.
"Mas pengin coba di kamar kamu,,, "sambil menciumi leherku.
"Geli ah Mas,,, "sambil Aku menggeser kepalaku.
"Mau yah,,, kita olah raga siang di sini,,,? "Aku pun mengangguk pelan karena malu, sedang Mas Hendra justru tersenyum senang.
**Jangan lupa kak like,,komen dan votenya trimakasih,,
__ADS_1
Mampir juga ke cerita baruku, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.