MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Tiya Jatuh


__ADS_3

Pagi harinya semua anak bersantai menunggu sarapan siap,sebelum makan anak anak ada yang mengobrol ada yang becanda ada yang main gitar


Sedang Tiya dan Iza sibuk membantu menyiapkan sarapan.Torik melihat ke arah Tiya terus dari jarak yang cukup jauh.


Tiba tiba ada yang datang mengagetkannya ,"Kak,,ini Aku bawakan teh hangat buat Kaka,"Torik langsung melihat ke arah suara,ternyata Iza yang datang dan membawakan minuman hangat.


"Makasih ya Za,,jadi ngerepotin,"


"Ngga ngerepotin kok kak,tapi maaf cuman teh hangat doang ngga ada kuenya,"


"Ngga papa ini aja makasih banget,"Iza pun tersenyum .


"Ya udah ya Kak,Aku mau ke sana dulu,"Torik mengangguk.


Torik lalu menikmati teh manis hangatnya,sambil melihat ke arah Tiya dan Iza yang sedang sibuk.


Mata Tiya tidak sengaja melihat Torik yang sedang menatapnya,Tiya dan Torik pun saling tatap,tapi Tiya langsung memutusnya,Torik hanya tersenyum melihat Tiya yang terlihat grogi saat di tatapnya.


Ahirnya saat saran pun pun tiba,Anak anak mengantri untuk mengambil makanan.Semua makan bersama.


"Kenapa ngga makan,?"tanya Torik pada Tiya,Torik mendekati Tiya yang sedang merapikan makanan di meja.


"Nanti gantian dulu sama yang lain,"jawab Tiya sambil tangannya sibuk merapikan makanan.


"Setidaknya kamu ngemil apa dulu,dari tadi Aku lihat kamu belum makan apa apa,Takutnya kamu sakit karena kamu tuh capek dari kemarin sibuk terus,"


"Iya nanti Aku makan ,,"


"Sekarang ambilah makanan,biar ini Aku yang jagain,"


"Ngga usah biar Aku aja yang jaga,bentar lagi juga temen ada yang gantiin Aku kok,"


"Udah deh nurut,ambil sekarang makananya,biar Aku yang jagain,"sambil memberikan piring pada Tiya.Tiya yang tidak ingin ribut ahirnya menurut.


Tiya mengambil piring dari tangan Torik,lalu Tiya mengambil makanan.


"Duduklah ,biar Aku yang jaga,"Torik menyuruh Tiya untuk duduk.


Saat Torik sedang menunggu makanan,teman Tiya anggota panitia datang,lalu menggantikan Torik,saat Torik mau mendekati Tiya,Iza datang mendekati Tiya duluan,ahirnya Torik duduk dekat Iwan.


"Kak tadi Mamah telfon ,kata Mamah kita ngga boleh telat makan,dan suruh hati hati di sini,"kata Iza.


"Iya,,Kaka tau,kita harus hati hati dan ngga boleh sakit,"sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya


Acara mencari jejak pun di mulai,panitia membagi anak anak untuk ikut dan di bikin grup,satu grup ada 10 Orang,dari sepuluh orang itu nanti di bagi dua kelompok,5 orang mencari daun obat obatan,dan 5 lagi mencari kain berwarna merah sebanyak banyaknya.


Lalu setiap satu grup membagi menjadi dua kelompok,setelah semuanya sudah siap,acara pun di mulai.


Tiya,Iza,Zee dan dua temanya kebagian mencari daun yang bisa buat obat.


"Kak capek,,istirahat dulu yah,"kata Iza karena sudah cukup jauh berjalan.


"Ya udah Adek istirahat aja dulu,Kalian juga ayo duduk, istirahat dulu yah,Aku mau ke situ bentar,Aku melihat daun saga,daun yang bisa di buat obat panas dalam dan sariawan,"

__ADS_1


"Tiya,,kamu hati hati loh,itu ada jurang,"kata Zee.


"Iya,,Aku tau,dan akan hati hati,"


Tiya lalu memetik daun saga,dan memang tempatnya dekat jurang,Tiya sangat hati hati memetiknya,Tiya tidak sengaja menginjak pinggiran jurang karena Tiya pikir masih ada tanah yang di tutupi rumput ternyata..


Aaaaaa....Adekk,,Zeee,,,tolongg,,"Tiya terpelosok ke jurang,Tiya masih pegangan rumput dan ranting.


Iza dan Zee juga kedua temanya yang melihat dan mendengar langsung teriak juga.


"Kakaaa,,,,"Iza sambil berlari.


"Tiyaaa,,,"Zee dan kedua temanya juga berlari mendekati Tiya.


"Kaka,,,,"Iza melihat Tiya yang masih berpegangan Rumput dan Ranting,Tiya berusaha naik.


"Tunggu Tiya bertahan lah,kita cari kayu untuk mengangkat mu,"Zee lalu mencari kayu.


"Kalian tolong pergi ke vila,bilang pada pak guru kalau Tiya jatuh,"Kata Zee pada kedua temanya


Kedua temanya pun langsung pergi menuju vila.


"Kak bertahan lah kak,,tunggu pasti ada yang datang menolong,,"


"Tapi Kaka udah ngga kuat Dek,,tangan Kaka sakit,,"


"Tolong kak bertahan,Kaka jangan sampai jatuh,,,bertahan kak,,"Iza sambil menangis.


Zee datang membawa kayu lalu mengulurkan kepada Tiya,tapi kayu tidak sampai,membuat Zee dan Iza makin cemas.


Zee sambil berteriak dan jalan untuk minta bantuan,sekitar 5 menit rombongan Iwan dan Torik mendengar ada teriakan minta tolong,keduanya lalu mencari sumber suara itu.


"Rik itu seperti suara Zee,,jangan jangan,,"Torik langsung berlari mendekati sumber suara,dan Iwan juga temanya ikut mencarinya.


"Zee,,ada apa,,?"tanya Torik


"Itu,,,"Zee belum sempat lanjut bicara,Torik langsung melihat acungan tangan Zee,dan Torik melihat Iza yang sedang menangis langsung lari.


"Kaka bertahan lah,,tolongg,,Kakaaa,,,"


"Dek tangan Kaka dah ngga kuat,,"dan rumput pun sudah tidak kuat untuk di pegang ahirnya Tiya pun terjatuh ke jurang.


"Kakaaaa,,,,"Iza berteriak,Torik melihat sekilas Tiya yang jatuh ke jurang.


"Aaaaaaaaa,,,,,"Tiya berteriak.


"Ya Tuhan Tiya,,,,"Torik tidak ambil pikir panjang,dia langsung mencari jalan untuk mencari jalan turun.


Torik turun ke jurang sambil tangannya memegang rerumputan,lalu melorot dengan pelan.


"Rik,,hati hati Rik,kita akan cari bantuan,"Kata Iwan.


"Cepatlah cari bantuan,takut Tiya terluka parah,"

__ADS_1


Iwan menyuruh temanya mencari bantuan bersamanya,Zee dan Tiya menunggu di atas.


Sampai di bawah,Torik mencari Tiya.


"Tiyaa,,,dimana kamu,,Tiya,,,"


"Adehh,,sakit,,Aku di sini,,"Suara Tiya terdengar lirih tapi Torik bisa mendengarnya .


Torik melihat Tiya yang tergeletak di dedaunan kering sambil memegangi tangannya yang sakit.Torik juga terluka di tangan dan di lutut karena tadi merosot ke bawah mengenai kayu kering dan juga batu kecil yang ada di tebing.


"Tiya,,,,"Torik lalu duduk dan langsung membantu Tiya bangun.


"Aww,,,,sakit,,"teriak Tiya saat Torik memegang tangannya.


"Maaf Aku ngga tau,sinih Aku bantu kamu duduk,"Tiya dengan pelan ahirnya duduk setelah Torik membantunya.


Tangan kiri Tiya sepertinya terkilir,karena kesakitan saat di pegang,Lutut Tiya berdarah dan juga kening.


Torik mengambil saputangannya untuk mengusap darah di kening Tiya,tapi darah terus saja keluar,sepertinya luka di keningnya lumayan dalam.dan baju Tiya pun sobek bagian depan,membuat pembungkus dadanya kelihatan,Torik membuka jaketnya untuk memakaikan pada Tiya,Tiya hanya diam karena menahan sakit.


"Pake ini,bajumu sobek,"dengan pelan Torik memakaikannya dan setelah di pake Torik juga mengancingkan nya.


Darah dari kening terus keluar,Torik menahannya dengan sapu tangan,dan luka di kakinya hanya goresan,walau keluar darah tapi tidak separah di kening.


Tiya sudah terlihat pucat,dan duduk pun seperti tidak kuat,lalu Torik duduk di belakangnya


"Bersandar lah ,"Kata Torik sambil membawa bada Tiya ke badanya agar bersandar.


"Bertahan lah,pasti sebentar lagi ada yang datang membantu kita,"Tiya hanya mengangguk pelan karena merasa pusing.


Tiya memejamkan matanya,Torik dari tadi terus membatu menahan luka di keningnya.


"Kamu jangan sampai pingsan,kamu harus kuat,kamu tidak sendiri Ada Aku yang menemani,"Tiya mengangguk pelan sebagai jawaban.


Sekitar setengah jam keduanya di dasar jurang,rombongan penolong pun datang,Torik bernafas lega.


"Apa kalian baik baik saja,?"tanya tim SAR.


"Tolong pak teman saya terluka,"jawab Torik.


Lalu Torik menggendong Tiya untuk di letakan di tandu.


"Kita akan lewat mana Pak,apa kita akan ke atas,?"


"Tidak,kita muter saja lewat sini,tapi lebih jauh memang jaraknya,kalau naik ke atas lebih susah karena terlalu tinggi,"


"Gimana baiknya saja Pak,yang penting teman Saya cepat dapat pertolongan,"


"Iya,,ayo kita jalan,"


Tim SAR juga memberi tau yang di atas kalau mereka akan lewat bawah.


Torik membawakan tas kecil milik Tiya,setelah itu Torik mengikuti Tim SAR berjalan.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote nya, trimakasih...


__ADS_2