
Selesai sarapan semuanya sibuk sendiri sendiri, Ayah sudah pergi ke toko, Mamah di kamar bersama Aditiya, kakek sedang di kebun belakang rumah.
Rizki di kamar mengambil hpnya. lalu mengirim pesan pada Zara.
"Za,, siap siap yah, kita akan pergi satu jam lagi,, "itu pesan dari Rizki.
Zara langsung membacanya, karena Zara juga sedang memegang hpnya.
"Ngga mau,, malass,,,, "Rizki yang membaca pesan Zara langsung mengerutkan keningnya.
"Kenapa ngga mau,, tadi kan kamu dah setuju,"balas Rizki.
"Iya tadi,, tapi sekarang sudah berubah fikiran,"
"Ayo lah Za jangan becanda,, Abang dah mandi nih,, "
"Bodo,, "
"Kamu lagi datang bulan yah Za, tiba tiba marah marah ngga jelas gitu,,"Zara yang membaca pesan dari Rizki tambah kesal.
Zara tidak membalasnya, dan langsung melempar hpnya ke kasur. Zara sebenarnya sedang kesal sama Rizki yang datang tidak memberi taunya dulu, dan tiba tiba bilang izin mau ajak pergi tanpa bilang ke Zaranya dulu.
Hp Zara bunyi tanda panggilan, saat di lihat ternyata Rizki yang menelfonya. Zara ahirnya mengangkat telfon Rizki karena Rizki terus saja menelfon.
"Kalau kamu ngga mau pergi sama Abang, Abang akan langsung bilang ke mamah dan kakekmu sekarang juga, kalau Abang ingin berpacaran dengan kamu Za, biar mereka marah dan benci sama Abang dan kita tidak akan bertemu lagi pastinya, karena pasti Papahmu akan langsung memecat Abang dari kantornya setelah tau tentang keinginan Abang,, "Rizki bicara panjang lebar sedang Zara hanya mendengarkanya saja.
__ADS_1
"Sekarang keluar dari kamar, Abang ada di depan kamarmu,, "Zara langsung panik, karena Zara takut Mamah atau kakeknya melihat, dan Zara langsung berjalan menuju pintu.
"Ayo kita pergi,, ini sudah siang,,"saat Zara buka pintu Rizki langsung berbicara.
"Mau jalan sendiri atau Abang gendong,, "
"Ngga perlu, Zara masih Bisa jalan sendiri,, "Lalu Zara masuk kamar untuk mengambil tas kecilnya.
Zara keluar dari kamar langsung ke kamar mamahnya untuk berpamitan akan pergi, dan juga berpamitan pada Kakek juga yang sedang ada di taman belakang rumah.
Zara dan Rizki sudah di dalam mobil, Rizki membawa mobilnya dengan pelan.
"Za Kamu tuh kenapa sih tiba tiba marah marah sama Abang, ayo katakan biar Abang tau apa salah Abang,, kalau kamu diam aja Abang jadi bingung, karena jujur Abang ngga tau salah Abang di mana,,? "
"Kenapa Abang mau datang kesini ngga kabarin Zara, apa susahnya kirim pesan sih. trus juga kenapa langsung minta izin ngajak Zara pergi ke semuanya, tapi ngga bilang dulu sebelumnya pada Zara,, Zara kesel tau ngga sih sama Abang,,, "sambil tangan Zara bersidakep di dadanya.
"Maksud Abang apa,, cuman gitu,, Abang egois tau ngga, cuman mentingin perasaan Abang aja,, "Zara sedikit kencang ngomongnya.
"Suttt,,, kok suaranya di naikan gitu sih, ya udah Abang minta maaf yah kalau itu membuat Zara kesel sama Abang, Abang akan jelasin alasanya ok,, "sambil tangan Rizki menggengam tangan Zara, saat Zara mencoba melepaskan genggaman tangan Rizki, Rizki justru menggenganya makin kuat dan menariknya lalu di ciumnya tangan Zara.
"Udah jangan marah lagi,, maaf yah, "Zara langsung diam saat Rizki mencium tanganya, pipi Zara juga sedikit memerah, Zara lalu membuang wajahnya ke arah kaca sampingnya.
"Abang saat di telfon Papahmu untuk menjemputmu di sini, Abang sangat senang. sampai Abang yang tadinya mau menelfon kamu jadi lupa karena saking senangnya, Abang juga ngga bisa tidur sampai jam 12 malam, lalu Abang putuskan untuk langsung berangkat aja dengan membawa mobinya pelan pelan, dan Abang sengaja tidak memberi tau kamu karena Abang mau bikin kejutan,"Zara masih diam dan mendengarkan penjelasan Rizki.
"Lalu soal yang tadi ngga bilang dulu ke kamu kalau Abang ngajak pergi, Abang kira kamu masih ingat dengan rencana kita saat kemaren kita ngobrol di telfon soal kalau Abang yang jemput kamu nanti di sini, kamu mau ajak Abang muter muter kota di sini,, "
__ADS_1
"Maafin Abang yah,, jangan marah lagi, "Sambil Rizki menggenggam tangan Zara dan di letakanya di dadanya, Zara hanya mengangguk pelan.
Rizki pun tersenyum, dan Rizki dalam hatinya berkata, ya begini resiko suka sama anak kecil yang memang masih manja,harus exstra sabar.
"Kita mau kemana dulu sekarang,,? "
"Zara mau ke pantai, Abang mau ke sana ngga,,? "
"Asal bersama Kamu, Abang akan ikut kemana kamu mau pergi,, "sambil tersenyum ke arah Zara.
Lalu Zara mengarahkan jalan menuju pantai yang akan di kunjunginya, sekitar kurang lebih tiga puluh menit, mereka sampai di pantai yang Zara inginkan.
"Za,, kita ke sini kan ngga bawa baju, jadi jangan main air yah, cukup kita main di pinggir pantai aja,, "
"Iya,,"jawab Zara. lalu mereka berdua keluar dari mobil .Rizki sebelum keluar dari mobil memakai kaca mata hitamnya dulu, membuatnya terlihat makin tampan.
Zara tersenyum senang karena bisa menghirup udara pantai yang segar.lalu Rizki berdiri di samping Zara yang sedang membentangkan tanganya.
"Bang,, Kita jalan ke sana yuk,,"
"Ayok,, tapi tunggu dulu,, "
Rizki lalu membeli dua topi ,satu untuk Zara satu untuknya.
"Pake,, biar ngga panas, "sambil memakaikan ke kepala Zara.
__ADS_1
Rizki dan Zara lalu berjalan di pinggir pantai, Rizki lalu dengan pelan menggandeng tangan Zara,Zara tadinya sedikit kaku tanganya saat pertama di genggam, tapi lama lama tidak lagi. mereka berdua menikmati pemandangan pantai dengan saling bergandengan tangan.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..