
Aaaaaa...
Akbar dan Vivi teriak karena sama sama kaget.
"Siapa kamu,,?ngapain kamu di sini,,"Akbar langsung bertanya dengan sedikit kencang.
"Ma,,maaf sa,saya Vivi Den,saya cuman mau ambil minum permisi,,"Vivi langsung pergi dan ngga jadi minum karena mendengar suara Akbar yang cukup keras,seperti galak.
Vivi masih mengusap dadanya,karena masih merasa kaget dan takut denger suara Akbar.
"Kamu denapa ndho,,?"tanya Mba Iis,Mba iis mangil Vivi ndho itu sebutan orang jawa.Mba Iis melihat Vivi yang masih mengusap dadanya.
"Ngga papa Bi,,tadi Vivi cuman kaget aja ada kecoa,,"
"Oh ya udah sanah tidur,ini sudah malam,kamu harus istirahat,,"
"Iya Bi,,"Vivi langsung masuk kamar dan rebahan di kasur.
"Ya Tuhan itu orang ganteng tapi kok galak banget sih,,"Kata Vivi saat teringat wajah Akbar.
Sedang Akbar habis minum langsung kembali ke kamarnya.
"Perempuan aneh,,malam malam ke dapur lampu tidak di nyalakan,kaya setan aja,,"Akbar merasa kesal pada Vivi karena membuatnya kaget.Sampai di kamar Akbar langsung tidur.
Pagi pun datang,Akbar pagi ini bangun cukup pagi karena ingin bermain basket.
"Mbaa,,,Mba Siti,,"panggil Akbar ke dapur.
"Iya Den kenapa,,?"
"Saya mau main basket,nanti Saya minta anterin air putih yang dingin ya Mba,"
"Iya Den,nanti Mba anterin,,"Akbar lalu pergi ke belakang menuju lapangan basket.
Akbar bermain Basket ,karena sudah lama tidak main,Akabr sebentar juga sudah merasa cape.
"Vi,,Vivi,,tolong mba dong,ini anterin minum buat Den Akabr,"Kata Mba siti ,Vivi baru masuk ke dapur sudah di suruh antar Minum untuk Akabr,karena Mba Siti sedang repot.
"Minum buat Den Akbar mba,,"
"Iya,,ini anterin sanah,mba lagi repot,,tolong yah,,"
"Tapi Mba,,"Vivi sedikit takut.
__ADS_1
"Udah sanah,cuman anterin aja kok,,"Sambil memberikan botol minum ke Vivi.
Vivi lalu berjalan menuju belakang rumah,ke lapangan basket.Akbar sudah terlihat sedang duduk karena merasa cape.
Akbar melihat Vivi yang sedang mendekatinya sambil membawa air minum.
"Bisa cepet ngga jalanya,lelet amat sih,,"Akbar bangun sambil melihat ke Vivi dan langsung bicara cukup keras,itu membuat Vivi sedikit gemetar.
Tanpa menjawab Vivi langsung mengacungkan tempat minumnya,dan Akbar mengambilnya dengan cepat sambil matanya menatap ke Vivi.
Vivi yang takut langsung berbalik dan pergi dengan berjalan cepat.
Akbar minum sambil melihat ke arah Vivi yang pergi dengan berjalan cepat,Sampai Vivi tidak sengaja menginjak batu dan jatuh tersungkur.
Bukkk,,,,
"Aduhhh,,,sakit,,,"Vivi melihat lututnya yang berdarah,Akbar yang melihatnya berjalan ke arah Vivi,tapi Vivi yang sadar Akbar yang akan mendekatinya.langsung bangun dan berjalan cepat sambil kakinya di seret.
"Cewe aneh,,mau di tolongin malah kabur,"kata Akbar pelan sambil melihat ke arah Vivi yang masuk ke dalam.
"Sakit ngga seberapa,malu iya,,Vivi,,,kamu tuh kenapa ngga hati hati sihhh,,,"Sambil.masuk ke dalam rumah Vivi ngedumel.
Vivi masuk ke dapur dan mengobati lukanya,Akbar lanjut main Basket setelah minum cukup banyak.
"Pagi Pah,,"
"Pagi Bang,,"Akbar duduk dekat Papahnya.
"Papah ngga bantu Mamah di klinik lagi sekarang,,?"
"Ngga,,Papah ke sana kalau ada hal yang penting aja,,"Akbar mengangguk.
"Mamah kayanya dulu pernah bilang kalau mau buka cabang kliniknya di Bandung,jadi ngga Pah,,?"
"Jadi,,sekarang sedang dalam pembangunan,mungkin minggu depan Mamah sama papah mau ke sana untuk ngecek sudah berapa persen pembangunanya,,"
"Apa sudah ada orang yang Papah dan Mamah percaya buat pegang di sana,?"
"Sudah,,Papah dan Mamah sudah siapkan orang yang akan di tempatkan di sana yang bisa di percaya,,"Akbar hanya mengangguk.
"Abang habis main basket,?"Dinda datang sambil membawa teh manis hangat dan cemilan buat Agung.
Ketiganya mengobrol tentang kuliah Akbar di Amerika sambil menikmati teh.
__ADS_1
"Pah ,Abang kita sarapan yuk,ini sudah jam 7,"kata Dinda.Agung dan Akbar menjawab Iya,lalu ketiganya masuk untuk sarapan,dan kembar juga baru turun dari kamarnya.
Mereka sarapan bersama,Agung dan Dinda sangat bahagia,anak anak yang sudah besar besar dan semua pintar,juga anak anaknya yang penurut.
"Abang tar siang jadi kan kita pergi,,?"
"Iya,tapi kamu tuh sekolah dulu,"
"Yes,,"jawab keduanya,lalu kembar pergi ke sekolah,sedang Dinda bersiap untuk ke klinik.
Akbar juga masuk ke kamar lalu mandi karena merasa gerah habis main basket.
"Sayang,,,"Dinda mengetuk kamar Abang.
"Iya Mah,,ada apa,"Akbar membuka pintu kamarnya.
"Tolong antar Mamah ke klinik yuk,Pak Supir tadi telfon katanya ban mobil bocor,jadi telat datang,Mamah sudah ada janji sama pasien soalnya,,"
"Ya udah ayo Abang antar Mah,"
"Makasih ya Sayang,,"
Akbar lalu turun bersama Mamahnya dan langsung menuju keluar,Dinda sudah berpamitan pada Agung.
Akbar masuk ke mobil dan Dinda memanggil Vivi untuk berangkat.
"Vi ayo buruan,kita berangkat di antar Abang,"Kata Dinda.Vivi lalu mengikuti Dinda dan berjalan menuju mobil.
Lalu Dinda dan Vivi pun masuk ke mobil,dan Dinda langsung menyuruh Akbar menjalankan mobilnya.
Akbar melihat Vivi dari srpion mobil yang ada di atasnya,dan melihat dengan tatapan penuh tanda tanya.Dinda lalu melihatnya.
"Sayang,,ini namanya Vivi,dia keponakanya mba Iis,dan Vivi dia bantu Mamah di klinik,dan Vivi ini Akbar anak saya yang kuliah di Amerika,"Vivi menjawab Iya.Sedang Akbar hanya diam dan cuek aja.mata Akbar dan Vivi bertemu di kaca sepion,Vivi langsung menunduk,sedang Akbar tetap biasa aja.
Dinda dan Vivi keluar dari mobil,Akbar lalu melihat ke sekeliling tempat parkir,dan Akbar teringat saat bersama Sila.
Akbar lalu turun dari mobil,dengan pelan Akbar masuk ke dalam klinik,dan arahnya menuju ruang kerja Dinda.
Akbar masuk dan menuju ruangan Dinda,rupanya ada rasa yang seperti menariknya,untuk masuk ke dalam ruangan Dinda.
Pintu di buka dan Akbar melihat ke sekeliling,mata Akbar melihat ke arah bangku yang dulu di duduki Sila.
"Kamu ngapain duduk di situ,,!?"
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan Votenya,trimakasih...