MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Doni


__ADS_3

Seperti pagi pagi sebelumnya, Setiap pagi Aku selalu membantu Istriku untuk membersihkan badan, dengan memakai air hangat juga handuk, Aku membantunya bersih bersih.


Semalam Istriku bilang katanya ingin pulang, sudah tidak betah di rumah sakit, katanya juga yang makin membuatku makin kepikiran adalah ,Di rumah sakit bukanya Aku tambah sembuh tapi makin membuatku drop, karena Aku merasa tak betah dan bau obat yang menusuk hidungku, Katanya tadi malam Istriku bilang begitu.


Aku pun sama di rumah sakit itu sudah ngga betah, tidurpun tak enak karena hanya tidur di sofa. tapi demi kesehatan dan kesembuhan Istri Aku selalu kuat dan bertahan. Aku ingin Istriku sembuh dari sakitnya.


Setelah Aku memakaikan baju, setelah bersih bersih sekarang waktunya makan, Aku menyuapinya dengan tlaten, sebenarnya Istriku sering mengatakan padaku, bahwa bisa untuk makan sendiri, tapi Aku pun tidak membiarkan Istriku makan sendiri karena Aku pun ada dan ngga ada kerjaan, jadi lebih baik Aku yang menyuapinya.


"Mas mau cari sarapan dulu,Ibu istirahat, "kataku setelah sarapan dan minum obat, sekarang Aku yang ingin mencari makan untuku.


"Iya Yah,,, "jawabnya sambil Aku bantu mengatur badanya agar nyaman.


Setelah itu Aku langsung keluar setelah melihat Istriku nyaman. Aku menuju warung di luar rumah sakit, Aku sekarang lebih suka makan di luar ketimbang di dalam kantin rumah sakit, karena di sana bau obat.


Aku sarapan dengan nasi kuning serta telor balado serta orek tempe, minumnya teh manis hangat, rasanya nikmat sekali, tapi mungkin bagi orang yang tidak punya banyak pikiran sepertiku.


Aku kalau malam susah tidur, selalu gelisah dan selalu membuka hpku untuk mencari informasi tentang penyakit yang istriku derita. Aku tiap malam selalu gelisah,dan banyak pikiranku yang melayang entah kemana. melihat Istriku kalau sedang merasa kesakitan membuatku hancur, Aku suka lari ke kamar mandi hanya untuk menangis merasakan sesak di dada, melihat Istri tercintaku kesakitan.


Selesai sarapan Aku menghabiskan satu batang rokok untuk memantuku sedikit rilek.

__ADS_1


setelah habis Aku langsung masuk rumah sakit menuju ruang rawat Istriku, sudah satu minggu lebih Aku dan Istriku di sini, semoga ada ke ajaiban untuk Istriku sembuh. sungguh Aku sangat takut kalau memikirkanya, karena saat Aku baca tentang penyakit Istriku, selesai oprasi pun tidak pasti akan sembuh total. hanya keajaiban dari tuhan lah yang sekarang Aku harapkan.


Saat Aku akan masuk ke kamar rawat istriku, Aku mendengar Istriku sedang berbicara dengan seseorang, saat ku intip ternyata Pamuji yang di dalam.Aku tidak jadi masuk, Aku ingin mendengarkan pembicaraan mereka karena Istriku menanyakan hal aneh menurutku pada Pamuji.


Saat Istiku mengatakan pada Pamuji tentang apa Aku punya wanita lain, Aku merasakan sakit, setega itu kah Aku menduakan Istriku,Aku tidak sedikitpun punya niatan untuk itu, Aku tiap malam gelisah itu karena selalu memikirkan tentang bagai mana cara untuk menyembuhkan penyakitnya dan juga biyaya rumah sakit ini, Aku hanya seorang PNS yang gajih aja dikit. Mungkin kalau Aku minta pada Anak dan menantuku pasti akan di berikan berapapun nominalnya, tapi Aku tetaplah kepala rumah tangga, harus bisa berusaha jangan mengandalkan orang lain.


Istriku sudah tidak bekerja, dia mengundurkan diri bukan PHK jadi pesangon pun pasti tidak banyak. dan pasti Aku merasa Aku orang yang tidak ada gunanya, sebagai seorang Suami yang Istri sedang sakit pun tidak punya uang untuk pengobatanya. Kadang Aku berfikir untuk menjual rumah yang di kampung aja, karena itulah hartaku satu satunya, Aku tidak mungkin menjual rumah Istriku.


Uang buat kemo, buat beli obat dan buat oprasi,itulah yang suka membuatku susah tidur dan gelisah. Apalagi saat melihat Istriku yang sedang kambuh kalau malam dan merasakan kesakitan, Aku bisa tidak dapat tidur sampai pagi.


Aku tidak menyalahkan Istriku mencurigai Aku, mungkin dia yang sedang sakit menjadikan Istriku lebih sensitif. dan perkataan Istriku yang terahir yang membuatku langsung menangis dan Aku langsung pergi menuju taman rumah sakit. Aku menangis dengan menutupi wajahku dengan kedua tanganku.


Kenapa Istriku berbicara begitu, seperti yang akan pergi meninggalkanku, kenapa Tuhan tidak sayang padaku kalau sampai terjadi,apa Aku akan kehilangan Istriku untuk selamanya.


Setelah itu barulah Aku masuk ke ruang rawat Istriku. Dan Pamujipun sudah tidak ada.


"Ayah kok lama,,? "tanyanya.


"Iya Maaf,, tadi Ayah habis ngobrol sama pemilik warung makan, "kataku.

__ADS_1


Jam pun cepat berlalu, dan sekarang sudah malam, tadi sore Dinda juga kesini untuk menjenguk Ibunya, Dinda tidak pernah absen untuk tidak menengok Ibunya di sini. Pamuji pun bilang padaku kalau besok Istriku boleh pulang


"Yah,, Ibu ingin tidur sambil di peluk, "kata Istriku setelah Aku membantunya untuk tiduran.


"Tapi ranjangnya sempit Bu, takutnya Ibu ngga nyaman, "


"Cukup kok buat kita berdua, sekarang Ibu kurusan Yah, Jadi ranjangnya muat, "perlataan Istriku. membuatku sakit di dada. Aku pun langsung naik dan kita saling hadap dan saling peluk.


"Apa Ibu tidak percaya pada ketulusan cinta Ayah, Apa Ibu meragukanya,? "kataku. sedang Istriku mendongakan wajahnya ke atas dan menatapku.


"Ayah tidak pernah sedikitpun punya fikiran untuk mendua, memiliki Ibu lagi bagi Ayah sudah cukup dan sangat bahagia, "


"Ayah mohon jangan ragukan cinta Ayah, Ayah tidak ingin Ibu punya banyak pikiran, fokus saja pada kesehatan Ibu, apa kita perlu cari rumah sakit di luar negri untuk berobat, Ayah bisa jual rumah Ayah yang di kampung untuk biyaya kita di rumah sakit luarnegri,Ayah akan lakukan apapun untuk Ibu, "Air mataku tumpah seketika, Aku menangis tersedu sedu sambil memeluk Istriku. air mata yang selalu Aku sembunyikan dari Istriku pun keluar tanpa mau berhenti.


"Maafkan Ibu yang mencurigai Ayah, Ibu hanya takut Ayah akan merasa terbebani oleh Ibu, dan meninggalkan Ibu, "sambil Istriku ikut menangis.


"Kita berjuang bersama untuk kesembuhan Ibu, jangan punya pikiran yang yang tidak tidak, Ibu harus semangat untuk melawan penyakit ini, Ayah akan selalu ada untuk Ibu, "Istriku mengusap Air mataku dan mencium keningku.


**Udah yah jangan pada ribut kaka kaka semuanya, Aku ngga Pernah loh ngomong Doni mau nikah sama Hani, dulu Aku cuma nanya kalau seumpama Hani jadi madu farida gimana, dan banyak yang ngga setuju. dan kaka kaka semua yang menebaknya, saat Doni peluk hani itu hanya sebatas seorang sahabat, emang ngga pantas sih kalau laki laki sama perempuan bukan muhrim pelukan. saat Doni keselek minum saat tau Hani mengundurkan diri,bisa kan kalau Doni kaget karena ngga tau kalau Hani sampai mengundurkan diri.

__ADS_1


Aku jadi bingung nulisnya ini kak, ya udah yah semoga kaka semuanya puas, kalau ada yang bilang Aku ngga konsisten ngga papa, Aku trima. Karena Aku lebih menerima masukan masukan dari kaka kaka semua yang menyukai ceritaku. maaf kalau ada yang kecewa sama ceritaku,


Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak**,,


__ADS_2