
"Aku ngga mau mengejarnya, karena memang ngga ada yang perlu Aku jelaskan padanya, "kata Mas Hendra.
"Kamu jangan jadi orang bodoh ya Hen,, sudah jelas dari dulu Serin tuh suka sama kamu, dia sampai sekarang belum nikah karena nungguin kamu,, tapi kenapa kamu ngga ngertiin perasaanya,,"kata si perempuan yang dandanya kaya badut.
"Aku sudah jelaskan dari dulu padanya, Aku hanya menganggapnya teman tidak lebih, jadi jangan menyalahkanku tentang dia yang belum menikah,, "
"Egois tau ngga kamu Hen,, "sambil perempuan yang kaya badut itu keluar, mungkin untuk mengejar si Serin.
"Udah kita lanjut makan aja,, ini makanan kita sudah datang,ayo,,,"kata yang kurus, karena pelayan datang membawa makanan yang kita pesan.
Kita makan dengan keadaan sunyi, tidak seperti kemaren, Aku ngga tau kenapa tapi sepertinya ada yang tidak baik baik saja.
Mas Hendra pun biasanya banyak omong tapi sekarang jadi pendiam. Ahirnya acara makan pun selesai dan Mas Hedra pun mengajaku untuk pulang.
"Mas kamu ada hubungan apa sama Selin,, jangan membiarkan masalah berlarut,, kita sebentar lagi akan menikah, jadi Dea harap Mas kalau ada masalah apa pun itu selesaikan dulu, biar saat kita sudah menikah nanti ngga ada yang namanya masalah lagi,, "Mas Hendra tidak menjawab hanya diam saja.sekarang kita ada di dalam mobil yang sedang berjalan.
"Kalau kehadiran Dea menjadi orang ketiga di antara Mas Hendra dan Selin, Dea mau kalau memang harus mundur kok Mas,,"
"Kamu ngomong apa sih De,, ngga ada di sini orang ketiga, orang ke empat apa lima,, memang Saya merasa ngga ada yang perlu di jelaskan, jadi mau jelasin apaan,, Saya dan Selin hanya teman dan sahabat itu saja ngga lebih,, "nada suara sudah naik satu oktaf.
"Mungkin bagi Mas ngga ada yang perlu di jelasikan, tapi beda dengan perempuan. Ketika kita merasa di perhatikan dan orang itu pun baik pada kita, si perempuanya itu sudah merasa seperti di sayangi, mungkin bagi Mas itu biasa aja dan wajar aja tapi bagi si perempuan itu tanda tanda Cinta, "
"Tapi dari dulu Selin pun sudah tau kalau Saya hanya nyaman berteman denganya, dan Saya juga tidak pernah bilang sayang apa lagi cinta padanya, jadi bagi Saya ngga ada yang perlu di jelaskan,, "
"Tapi Selin itu cantik loh Mas, dan masih sendiri dan belum pernah menikah lagi, pasti sangat beruntung pria yang dapat memilikinya,, "
"Cantik kalau tidak bisa buat kita nyaman itu percumah, di dalam satu hubungan itu harus ada saling percaya dan bagaimana membuat pasangan kita itu merasa nyaman dengan kita,, Saya ngga suka orang yang terlalu posesif harus selalu memberi tau kita sedang apa dan sedang dimana,itu ribet,"
"Lalu apa yang Mas suka dari Dea, padahal Dea itu janda dan mungkin juga mandul, satu lagi Dea sama sekali tidak modis,,?"
"Saya ngga melihat dari setatus kamu, tapi kamu lah yang bisa membuat hatiku selalu berdebar saat dekat kamu dan merasa nyaman saat bersamamu, kamu lah wanita kedua setelah mamah Zara yang bisa membuatku merasakan itu semua,,"
"Apa itu dari hatimu Mas,, atau karena kita akan menikah,, fikirkan baik baik Mas takutnya kamu menyesal nantinya, "
"Saya ngga akan menyesal karena kata hati Saya lebih memilihmu untuk menjadikan Istri Saya,,"sambil menggenggam tanganku dan di bawanya ke dada Mas Hendra yang sedang menyetir.
__ADS_1
"Kita ke rumah Selin yuk Mas,,? "
"Untuk apa,, takutnya dia kira Saya memberi harapan padanya,, "
"Kita bicarakan baik baik, Dea ngga mau bahagia diatas kesakitan hati seseorang, Selin perempuan sama seperti Dea,dan Dea tau bagai mana sakitnya yang Selin rasakan, "
"Apa kamu ngga marah kalau Saya dengan Serin bicara,, "
"Asal Dea ikut Dea ngga akan marah,justru Dea akan marah kalau Mas menemunya tanpa Dea tau dan tanpa Dea ikut,, "
"Baik ayo kita ke rumahnya, dan kita akan jelaskan bersama,,, "Aku pun mengangguk.
Sekitar setengah jam kita pun sampai di sebuah rumah yang cukup cantik, tidak besar dan tidak juga kecil.Kita turun dari mobil dan menuju ke pintu, Mas Hendra mengetuk pintunya dan tidak begitu lama seorang Mba membukakan pintu, dan Mas Hendra menanyakan Selin ada di rumah ngga, Mba pun menjawab ada,lalu Mas Hendra menyuruh Mbanya memanggil Selin.
Kita duduk di sofa sambil menunggu Selin datang.
"Ada apa kamu datang ke sini, "suara dari belakang kita. dan Aku bersama Mas Hendra pun langsung menengok.
"Kita perlu bicara Lin,, "sambil bangun dari duduknya dan mendekat pada Selin.
"Jangan kaya gitu Lin,, kita butuh bicara. karena Aku akan menikah jadi agar kita tidak ada yang salah faham,, "
"Lin Aku dari dulu sebelum menikah dengn Alm Istriku pun, Aku hanya menganggapmu sebagai teman dan sahabat, Aku sudah bilang ke kamu berapa kali Aku nyaman dengan pertemanan kita, Aku tidak bisa menjalin hubungan lebih denganmu ,dan kalau pun kita jadi pasangan misalnya kita menikah Aku justru takut akan membuatmu terluka dan mengecewakan kamu, yang Ada kita justru jadi musuh,, Lin Aku sayang sama kamu sebagai sahabat tidak lebih,, maaf kalau sikapku membuatmu kecewa tapi sungguh Aku tidak bisa mencintai kamu,, kita tetap akan menjadi teman dan sahabat untuk selamanya,, "
"Apa kurangku sampai kamu tidak bisa mencintaiku, justru kamu memilih wanita seperti dia yang menjadi istrimu,,"
"Dia membuatku nyaman, dan dia yang bisa membuat hatiku berdebar saat bersamanya, ada perasaan ingin memilikinya dan menjadikan miliku selamanya, cinta tidak memandang fisik, bagi kamu dia biasa saja, tapi bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik,,"
"Aku permisi dulu, dan maaf kalau membuatmu terluka, tapi sungguh Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, karena Aku benar benar menyayangimu tapi hanya sebagai sahabat,, "
Lalu Mas Hendra menarik tanganku dan di gandengnya untuk keluar dari rumah Serin.
kita pun masuk mobil dan langsung pergi dari rumah Selin.
"Kita ngga usah ke kantor yah De, kepala Saya rasanya pusing banget, kita ke apartemen saja,, "
__ADS_1
"Terserah Mas ajah,, mau beli obat dulu ngga buat sakit kepala Mas,,? "
"Ngga usah, Saya hanya ingin istirahat saja,, setelah istirahat juga biasanya sembuh kok,, "Aku pun mengangguk.
Sampai di apartemen Mas Hendra langsung masuk kamar, sedang Aku masuk ke dapur untuk mengambil minum.
Selesai minum Aku melihat isi kulkas ada apa,, ternyata ngga ada makanan, hanya minuman kaling yang ada.
"Mas,,, Dea masuk yah,, "saat Aku ketuk pintu kamar ,tapi ngga ada jawaban,lalu Aku pun masuk.
"Mas,, kamu tidur,, "kataku saat masuk tapi Mas Hendra ngga ada di kasur,
Rupanya Mas Hendra sedang di kamar mandi karena terdengar suara air mengalir. lalu Aku duduk di sofa sambil memainkan hpku.
Cup,,
Aku langsung kaget saat tiba tiba Mas Hendra sudah ada di sampingku dan Mas Hendra juga sambil mencium pipiku.
"Iihhh,,, Mas Hendra bikin kaget tau ngga sih,, "Kataku sambil menatapnya tajam.sedang Mas Hendra justru tertawa senang karena berhasil membuat ku kaget.
"Mas,, kenapa ngga ganti baju di dalam kamar mandi sih,, "saat ku lihat Mas Hendra hanya memakai handuk yang hanya menutupi pinggang ke bawah.
"Ngga enak ganti di kamar mandi,, "sambil berjalan menuju lemari dan mengambil bajunya.
"Katanya pusing kok malah mandi,,? "
"Saya habis berendam air hangat, biar kepala jadi enakan, kepalaku sakit bukan karena sakit yang gimana tapi karena tadi masalah Selin yang membuat kepalaku jadi pusing,"Aku pun hanya menganggukan kepala.
Saat Mas Hendra akan menarik handuk Aku yang pas lihat langsung berteriak.
"Maaasss,,, iihhh jangan di lepas di sini,, "teriaku.
"Apa ssih De,, orang Saya juga pakai celana pendek kok,, "dan benar Mas Hendra pakai celana pendek Aku pun jadi malu.
Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih,,,,,
__ADS_1