
Setelah telfon papah aku matikan, langsung aku lempar hpku ke kasur, menyebalkan sekali si papah tuhhh,,, awas aja besok aku bales. kak Hani lagi orang nya ngga tau malu banget, udah tau sama papah ngga di ladenin tapi masih ngarep aja.
Dari pada aku marah marah ngga jelas, mending tidur aja lah, siapa tau besok pagi dah fres lagi otaku ini.
Hari pun berlalu, sudah dua hari ini aku sengaja ngga menelfon atau mengirim pesan ke papah.aku sedang menjalankan mode diam. aku pengin lihat usaha papah, untuk membujuku agar aku tidak ngambek padanya.
Ya memang sih, si papah selalu menelfonku tapi aku abaykan, kirim pesan padaku aku hanya membacanya. rasanya belum puas bikin papah merasakan sakitnya di cuekin.
Seperti hari ini papah sudah mengirimiku sampai 5 pesan.
"Dek,,, ngambeknya udah dong, "
"Adek sayang,,, biar adek ngga marah pengin pengin beli apa coba, tar aku belikan hemmm... "
"Sayangku, cintaku,,,,,angkat dong telfonku, "
"Adek,,,, kangen pake banget.... "
"Adekkk,,, kalau adek ngga mau angkat tilfon atau ngga balas pesan dari aku, aku akan datengin ke kampus adek, dan langsung aku paksa untuk pulang... "
__ADS_1
Aku hanya senyum2 sendiri saat aku membaca pesan dari papah, sekarang aku sedang di kampus dan sedang di perpustakaan karena sedang jam istirahat.
Saat akan ke luar aku mendengar anak2 pada ribut soal akan ada seminar dadakan di kampus,aku ngga begitu tertarik jadi aku langsung ke kelas, sampai kelas teman sebangku ku Tari namanya juga memberi tau ku tentang seminar dadakan itu.
"Din,, tadi ada pengumuman, nanti sehabis jam istirahat kita yang jurusan kedokteran di suruh dateng ke aula untuk mendengarkan seminar, dokternya tampan dan berkarisma tau din, walau umurnya sudah matang tapi behhh,,, auranya masih sangat menantang, "kata Tari temanku.
"Emang kamu pernah lihat orangnya apa,? sampai segitunya, "tanyaku.
"Udah dong, waktu kamu belum kuliah di sini dia juga pernah datang ke kampus ini untuk mengisi seminar, "aku hanya menganggukan kepalaku. dan ber oh saja.
Bel tanda masuk pun berbunyi, dan di umumkan untuk seluruh mahasiswa ke dokteran di suruh untuk datang ke seminar itu. aku dan Tari menuju ke seminar bersama, saat sampai tempatnya aku dan Tari mencari tempat duduk yang nyaman untuk mendengarkan seminar ini.
Saat sedang melihat ke arah dosen2 yang duduk di atas, mataku tiba tiba melihat orang yang dua hari ini aku sedang kerjai. mataku melotot seketika dan dia dengan santai nya mengedipkan matanya ke arahku, gilaa.. nih orang tua, batinku..Acara pun di mulai, sambutan juga pembukaan sudah di lakukan, sekarang giliran orang tua yang sangat menyebalkan itu maju ke depan untuk membagikan ilmu juga cara menjadi dokter yang baik.
Aku mendengar tepuk tangan yang cukup meriyah,untuk menyambutnya, sedang aku hanya biasa aja, walau pun aku mengakui kalau pria tua itu cukup mempesona dan berwibawa.
Aku hanya mendengar apa yang dia katakan, aku sengaja tidak menujukan ke kagumanku padanya, takutnya pria tua itu ke GR an lagi. beda dengan anak2 perempuan lainya yang antusias untuk tanya jawab dengan pria tua itu, pertanyaanya pun banyak yang melenceng dari tema seminar, ada yang menanyakan umur, ada yang menanyakan setatus ada juga yang menanyakan kriteria wanita yang dia sukai. aku makin kesel dan aku sering menatapnya dengan tatapan membunuh. tapi dasar pria tua dia hanya tersenyum kalau aku menatapnya.
Sekitar dua jam ahirnya seminar selesai juga, dan aku bersama Tari pun keluar bersama, kitaberdua memutuskan untuk pulang karena sudah tidak ada jam pelajaran lagi.
__ADS_1
Hpku berbunyi tanda pesan.dan saat ku lihat ternyata papah yang mengirim pesan aku langsung membacanya.
"Langsung ke parkiran, aku tunggu di mobil. sampai tidak datang,aku akan datangi adek dan langsung aku seret ke mobil, "
Ya alloh ini orang tua, pake ngancem segala lagi, ahirnya dari pada aku dapat malu dan masalah aku pun menurut, aku langsung bilang ke Tari kalau aku sudah di jemput supirku,dan menungguku di parkiran, untung nya Tari percaya aku pun langsung menuju parkiran.
Saat aku sudah melihat mobil papah, aku langsung mendekat dan setelah sampai aku langsung masuk ke dalam mobil, papah dengan santainya langsung menjalankan mobilnya ketika aku sudah duduk dan memasang sabuk pengaman.
Di dalam mobil kita hanya saling diam, karena papah merasa bosan jadi dia yang mengajaku bicara duluan.
"Kita ke apartemen dulu yah dek, "aku masih tetap diam.
"Udah dong dekk,, ngambeknya udah dua hari ini loh, masa masih ngambek aja, "sambil melihatku sekilas lalu papah bicara.
Setelah sampai di apartemen papah langsung menariku ke sofa,lalu kita duduk bersebelahan.
"Adek,, aku minta maaf kalau ada salah, kemarin memang Hani ke sini, tapi ngga lama hanya sebentar, dia hanya membicarakan masalah kerjaan, ngga lebih dari itu, "kata papah sambil menggenggam tanganku.
Tapi entah kenapa aku ngga percaya yah sama kata kata papah.
__ADS_1