MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Zara Telfon Sambil Menangis


__ADS_3

"Apa itu telfon dari pacarmu,,? "tanya Zia saat Rizki sudah berjalan mendekatinya.


"Hemm,, iya, "jawab Rizki.


"Pasti dia sangat beruntung juga bahagia karena bisa menjadi kekasihmu, karena kamu orang yang sangat baik dan juga romantis,, "sambil tersenyum tipis.


"Bukan dia yang bahagia karena menjadi kekasihku, tapi Aku justru yang sangat beruntung karena dia menjadi kekasihku, "


"Apa dia sesepesial itu, sampai kamu sepertinya sangat mencintainya,, "


"Iya,, dia sepesial, sampai dia lah yang menyuruhku untuk menemuimu,, "lagi lagi Zia tersenyum tipis dan di dadanya langsung merasa sakit.


"Kamu tau Aku sakit dan di rawat di sini dari siapa,,? "


"Dari kakamu,,kakamu yang menelfonku, "


"Kaka,, ngga mungkin kaka ku yang memberitau kamu,, dia ngga kenal kamu dan ngga tau no telfon kamu, bagai mana bisa,, "


"Tapi memang kenyatanya Kakamu lah yang menelfonku,, "sambil duduk lagi.


"Aku minta maaf karena telah menyakitimu dan juga membohongimu, tapi Aku terpaksa karena Aku tidak mau kamu terbebani, tolong maafkan Aku karena Aku takut umurku tidak akan panjang lagi, jadi maafkan segala kesalahanku padamu,, agar Aku lebih tenang, karena selama ini Aku selalu memikirkan tentangmu,karena Aku juga sangat merindukanmu"Zia sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya.


"Jangan bicara sembarangan,, kamu pasti akan sembuh,, "Zia menggelengkan kepalanya.


"Sudah dua tahun Aku melawan penyakit ini, tapi tetap tak ada perubahan,, Aku sudah tidak kuat Ki,, "tangisan Zia pecah lagi. Rizki lalu menggenggam tangan Zia.


"Kamu harus kuat, tidak boleh menyerah, mana Zia yang ceria dan selalu semangat dalam menjalani hidupnya,, "


"Tapi ini rasanya sakit Ki,, Aku udah ngga kuat,jika Tuhan mau ambil nyawaku pun sekarang Aku sudah siap, karena Aku sudah bertemu denganmu dan meminta maaf atas segala kesalahanku padamu,Aku sudah tidak kuat Ki, "Rizki pun langsung memeluk Zia.


"Jangan bicara seperti itu, semuanya akan baik baik saja, kamu pasti sembuh,, Aku sudah memaafkan semuanya, kamu harus kuat dan harus sembuh,, "air mata Rizki pun ikut jatuh, saat Rizki masih memeluk Zia kaka Zia datang, tapi tidak jadi masuk karena melihat mereka sedang pelukan.


Kaka Zia lalu duduk di bangku depan ruang rawat, dan menunggu yang di dalam sudah lebih baik.


"Sudah jangan menangis lagi, semuanya akan baik baik saja,, "sambil melepaskan pelukanya, dan mengusap air mata di pipi Zia.Zia mengangguk sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kapan kamu pulang ke jakarta Ki,, ?"


"Nanti sore Aku akan pulang,, "


"Tidak bisakah kalau besok, Aku masih ingin bersamamu,, Aku takut ini pertemuan kita yang terahir, dan Aku ingin melihatmu lebih lama lagi,, Aku mohon Ki,, "


"Tapi Aku tidak bisa,, "


"Aku mohon,, hanya satu hari, besok kamu baru pulang Ki,, Aku janji tidak akan merepotkanmu, Aku hanya ingin di temani kamu saja,, "Rizki masih diam belum menjawab, tiba tiba dari hidung Zia keluar banyak darah.


Zia yang merasakanya langsung mengambil tisu, dan Rizki juga langsung membantunya.


"Zia kamu tidak apa apa,, kenapa begini,, "sambil membantu mengusap darah yang masih keluar dari hidung.


"Aku panggil dokter yah,, "


"Ngga usah Ki,, ini sudah biasa,, "


"Apa,,! biasa,,, "Zara hanya mengangguk pelan dan masih mengusap darahnya.


Lalu Kaka Zia pun masuk ke dalam karena mendengar suara Rizki tadi seperti kaget.


"Ada apa,,? "tanya kaka Zia.


"Sayang,, kamu mimisan lagi,, ?"


"Hanya dikit kok Kak, ini sudah ngga lagi,, "kaka Zia lalu mengambilin tisu yang banyak darah itu dan lalu di buangnya ke tong sampah.


"Sudah sekarang kamu harus istirahat, tidur lah,, "Zia menggeleng.


"Kamu harus istirahat, agar badanmu tidak lemah lagi,, "


"Tapi Zia takut kak,, "


"Takut kenapa,?, ada kaka di sini,, "

__ADS_1


"Takut kalau Zia bangun nanti, Zia tidak melihat Rizki lagi,, "


"Sayang,, jangan seperti ini, kondisimu sedang lemah,, "


"Aku tidak akan pergi, kamu tidurlah,,, Aku akan menemanimu di sini,, "


"Serius,,?kamu tidak bohong kan Ki, "kata Zia pelan.


"Iya Aku ngga bohong,, "Zia pun tersenyun dan langsung bersiap untuk tidur.


Setelah Zia tidur, Rizki dan Kakanya Zia duduk di sofa sambil mengobrol.


"Separah apa penyakit Zia,,? "


"Dokter memfonisnya ,dan katanya sudah tidak bisa bertahan lama,, sekarang kita hanya bisa berdoa dan menanti keajaiban datang untuk Zia,,, "


"Apa mimisan seperti itu sering,, "Kaka Zia mengangguk.


"Ini kamu baru melihat mimisan sudah takut seperti itu, apa lagi Aku yang selalu ada di dekatnya, dia sering merasakan sakit di tulang juga persendianya,juga mual dan muntah muntah,, "


"Apa tidak ada obatnya penyakit seperti ini, "


"Entahlah,, tapi Zia sudah melakukan kemoterapi sampai rambutnya pun habis, tapi ngga ada hasil, "


"Tolong bantu Zia untuk semangat kembali untuk sembuh, Zia butuh dukungan darimu,,dan kalau bisa kamu lebih lama di sini, "


"Maaf Aku tidak bisa ,Aku bekerja dan Aku juga mempunyai kekasih yang harus Aku jaga perasaanya,, Aku tidak bisa di sini hanya doa saja yang bisa Aku berikan pada Zia,, "


"Apa kamu tidak kasiahan pada Zia, Zia juga butuh kamu, Zia sangat mencintaimu,,apa kamu sudah melupakannya, kalian berpacaran 5 tahun tidak mungkin secepat itu kamu bisa melupakanya, "Rizki diam.


"Apa kamu tega melihat kondisinya yang makin melemah,, dan,, "saat kaka Zia bicara hp Rizki berbunyi tanda panggilan dari Zara.


"Ya Halo,, kenapa menangis,, ada apa,,? "


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2