MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Buku Dari Zia Di Sobek Dan Di Buang


__ADS_3

Zara tertidur di pangkuan Rizki,sedang Rizki belum juga merasa mengantuk, Rizki melihat wajah Zara yang sangat cantik saat tidur, lalu tangan Rizki mengusap pipi dan bibirnya yang sedikit tebal milik Zara.


"Terimakasih kamu selalu berfikiran dewasa,Aku sangat mencintaimu,, "kata Rizki,sambil mencium keningnya.


Lalu Rizki menggendong Zara menuju kasur, dan Zara di tidurkanya. Setelah menyelimuti Zara Rizki kembali ke sofa ,lalu mengambil buku diary milik Zia.


"Apa Aku harus membacanya, apa dengan membaca ini kamu akan kembali,, maaf lebih baik Aku tidak membacanya, karena Aku takut nanti justru Aku merasa bersalah, "Rizki membawa buku itu menuju tong sampah, dan sebelum di buang Rizki menyobek nyobek buku itu.


"Maaf,, kamu hanya masalalu dan Aku berdoa semoga kamu tenang di sana, dan di tempatkan Tuhan di tempat yang terindah,, "Setelah selesai menyobek nyobeknya dan membuangnya ke tempat sampah.


Rizki lalu pergi menuju tempat tidur dan ikut tidur sambil memeluk Zara. Pagi hari Zara sudah terbangun, Zara lalu melepaskan pelukan Rizki dibadanya, Zara lalu menghadap ke Rizki.


"Aku tau kamu sebenarnya pasti sedih, dan pasti tidak mudah untuk bisa melupakan Kak Zia dari hatimu dengan mudah,"sambil mengusap rambut Rizki.


"Tapi Sekarang Abang sudah bisa melupakan Zia dari hati Abang, semua karena kamu,, "Rizki mengambil tangan Zara yang sedang ada di kepalanya, lalu di ciumnya setelah berkata.


Zara yang kaget langsung merasa malu, dan menundukan wajahnya. Rizki lalu memeluk Zara dan mencium keningnya.


"Jadi kan hari ini daftar kuliahnya,,? "Zara hanya mengangguk.


"Bang,, Zara mau mandi, mau siap siap, lepas dong pelukanya,, "


"Cium dulu,, baru Abang lepaskan, "


"Bang,,,apaan sih,,, "


"Hanya cium sayang,,, ayo cium,, "sambil pipinya di dekatkan ke wajah Zara.


Zara lalu menciumnya, dan Rizki merasa senang dan tersenyum. setelah itu Rizki benar benar melepaskan pelukanya.


Zara bangun langsung ke kamar mandi untuk mandi, sedang Rizki mengambil hpnya untuk memainkanya.


Setelah Zara selesai, sekarang giliran Rizki yang mandi.Rizki mandinya ngga begitu lama karena jam sudah menujukan pukul 8 pagi, dan mereka sekarang sudah bersiap untuk pergi. Zara dan Rizki menuju restoran Hotel untuk sarapan.


Selesai sarapan Rizki dan Zara berangkat menuju kampus ,di mana Zara akan mendaftar.


"Sayang kamu mau apartemen seperti apa buat tempat tinggal kamu,, nanti habis daftar kuliah kita akan cari apartemen buatmu,, "saat ada di dalam taxsi.


"Yang penting dekat kampus Bang, "


"Ok nanti kita cari habis daftar kuliah yah, "Zara mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Rampai kampus yang di tuju, Rizki mengantar Zara mendaftar, Rizki dengan setia menemani Zara mengisi formulir dan yang lainya.


Setelah satu jam, ahirnya mereka berdua keluar dari kampus tersebut. dengan bergandengan tangan Zara dan Rizki berjalan jalan sambil mencari apartemen.


"Cape ngga,, kalau cape kita naik taxsi aja,? "


"Ngga,, Zara seneng kok jalan begini, ngga merasa cape karena jalanya sama Abang,, "Rizki pun tersenyum.


Setelah berjalan kurang lebih setengah jam, Zara dan Rizki sampai di apartemen pertama, Rizki lalu bertanya pada petugas untuk apartemen yang bisa di sewa.


Seorang petugas lalu menujukan beberapa lantai apartemen yang bisa di sewa.


"Sayang kamu mau yang di lantai berapa, ?"


"Penginya jangan yang terlalu di atas Bang, "


"Kalau gitu yang lantai 10 aja nih ada,, gimana,? "Zara mengangguk.


"Ya udah kita lihat yuk,, "


Lalu mereka bertiga naik ke lantai 10 untuk melihat ruanganya. sampai di dalam ruanganya sangat simpel, tidak ada kamar terpisah jadi masuk langsung melihat kasur dan sofa, sedang kamar mandi dan dapur ada ruanganya sendiri.


Saat sedang melihat lihat, hp Zara berbunyi tanda panggilan dan ternyata Hendra yang menelfon.


"Sudah Pah,, baru aja daftar,, "


"Gimana hasilnya, apa langsung di terima,,? "


"Itu katanya tunggu dua hari baru di kabarin Pah, di trima ngganya, "


"Oh gitu,, sekarang lagi di mana,,? "


"Ini Zara sama Bang Rizki sedang lihat aparetemen yang mau Zara tinggali nanti,, "


"Coba Papah pengin lihat kaya gimana tempatnya,, "


"Zara akan kirim videonya aja ya Pah,, "


"Oh gitu,, ya udah matikan saja tlfonya, "


Zara lalu mematikanya, dan langsung membuat Video untuk di kirimkan ke Hendra.

__ADS_1


Zara lalu mengirinya, setelah 5 menit Hendra bilang bagus dan simpel untuk ukuran Zara, lalu Zara pun bilang ke Rizki mau apartemen ini aja.


Rizki lalu bilang ke petugas untuk menyewanya, Rizki baru membayar untuk DP karena setelah Zara dapat informasi ketrima baru akan bayar lunas.


"Sekarang mau kemana lagi, kita jalan jalan dulu aja, mau ngga,,,? "


"Mau,, kita jalan jalan sama belanja ya Bang,, "


"Siap sayang,, ayo kita ke mall yang terkenal di sini,, "


Zara dan Rizki lalu naik taxsi dan menuju mall, sampai di mall Rizki hanya jadi buntut Zara, karena Rizki selalu mengikuti Zara kemana aja tanpa beli sesuatu. sedang Zara sudah dapat banyak barang yang di beli.


"Bang,, Zara mau baju ini bagus ngga,,? "sambil menempelkan di badanya.


"Bagus,, ambil saja sayang,, "


"Iya,, tapi Zara maunya kembaran sama Abang, Abang mau ngga,, "


"Emang ada buat cowonya,,? "


"Ada,, ini,, "sambil memberikanya.


"Mau,,,? "


"Boleh lah,, "jawab Rizki.


Zara lalu membelinya, Sekutar jam 3 siang Rizki dan Zara baru keluar dari mall,dan mereka juga sudah makan siang.


Sekarang Zara dan Rizki sedang naik taxsi untuk menuju Hotel. Sampai Hotel Zara dan Rizki sama sama tiduran di kasur karena merasa cape.


"Bang,, buku yang kemarin di kasih kakanya kak Zia mana,, apa Abang udah baca ,?"Rizki menggeleng.


"Abang sudah menyobeknya dan membuangnya, tanpa Abang baca,, "


"Loh kok gitu,, kenapa emangnya Bang,,?apa Abang ngga ingin tau apa isi tulisan buku itu,"


"Apa pun tulisanya Abang ngga mau tau dan ngga ingin tau, karena Zia adalah masalalu Abang dan sekarang Zia juga sudah tiada,jadi lebih baik Abang tidak tau apa isi buku itu,, "lalu memiringkan badanya dan menghadap Zara.


"Apa Abang tidak akan menyesal,, "Rizki menggeleng.


"Abang tidak akan menyesal, karena Abang hidup harus melihat ke depan, bukan ke belakang, saat ini yang Abang fikirkan justru gimana caranya bilang ke Papahmu kalau kita sedang menjalin hubungan yang serius,, "Zara hanya mengangguk.

__ADS_1


**Jangan lupa like ,komen dan votenya,, trimakasih...


Besok kita lanjut ke cerita Dinda yah,,, Zara sama Rizki nanti akan muncul lagi dengan konflik baru**,,,


__ADS_2