MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Agung Meminta Lagi


__ADS_3

Agung dan Dinda lalu memadu kasih, menikmati surga dunia dengan saling memuaskan satu sama lain.


Sampai jam 1 malam mereka baru selesai, dengan nafas yang masih belum setabil, mereka masih berbaring di kasur.


10 menit kemudian Agung baru bangun lalu menuju kamar mandi untuk bersih bersih.setelah selesai Agung membangunkan Dinda yang tertidur.


"Sayang,, bangun gih bersih bersih,, nanti lanjut tidur, "sambil mengusap kepala Dinda, karena Dinda rupanya tertidur.


"Ngantuk Mass,,, "samil matanya tetap terpejam.


"Tapi ngga nyaman loh kalau tidur masih seperti itu,, lengket Yang di badan,, Mas gendong yah,, "


"Ngga usahh,, iya udah Dinda bangun,, "


Lalu Dinda pun bangun, dan menuju kamar mandi, sedang Agung memakai bajunya lagi.


Setelah Dinda selesai dari kamar mandi, mereka berdua lalu tidur dengan saling peluk.


Saat pagi, Agung dan Dinda masih tidur, tapi pintu sudah di ketuk dengan keras oleh Abang Akbar.


"Mamah,,, Papah,,, bangunnn,,,, "sambil terus mengetuk pintu.


Ahirnya Agung yang bangun duluan, dan membukakan pintu buat Akbar.


"Papah,, ini udah siang, Abang mau sekolah,, Mamah mana Abang pengin di mandiin sama Mamah, ?"


"Iya,,tapi Mamah masih tidur sayangg,, "sambil Agung menggendong Akbar.


Agung menggendong Akbar menuju Dinda.


"Mamah masih tidur tuh,, Abang mandi sama Papah aja yuk,, "


"Iya deh Ayo,, "Lalu Agung keluar dari kamarnya, dan menuju kamar Akbar.


Sampai di kamar Akbar, Agung masuk ke kamar mandi dan langsung memandikanya.


"Abang sudah besar yah,, "sambil menyiram badan Abang dengan air. lalu menyabuninya juga, selesai mandi Agung memakaikan bajunya juga.


"Abang kan sudah besar sekarang ,jadi nanti kalau Papah pergi,Abang harus jagain Mamah dan adek adek yah,, "


"Emang Papah mau pergi kemana,,? "


"Papah nanti sore mau pergi jauh,"

__ADS_1


"Lama ngga perginya,,? "


"Cuman 3 hari,, Abang di rumah yang pintar yah, jangan rewel kasian Mamah, adek kan masih kecil kecil, jadi Mamah pasti cape,, "


"Iya, Abang akan jagain Mamah sama adek adek, Papah juga harus cepat pulang ya Pah,, "


"Iya Sayang, Papah akan cepat pulang,, sekarang sudah rapi, Abang sarapan yuk,, "


"Ayok,,, "Agung sambil menggandeng Akbar keluar dari kamarnya dan membawakan tasnya juga.


Abang sarapan di temani Mba Iis, sedang Agung balik ke kamar untuk membangunkan Dinda.


Sampai di kamar Agung melihat Dinda yang sudah bangun, dan duduk di kasur sambil menangis.


"Sayang kamu kenapa,,? kok nangis, "Agung langsung mendekati Dinda.


"Masss,,, "Dinda langsung memeluk Agung.


"Kenapa,, kok nangis,,? "


"Dinda ngimpi Mas pergi,, dan ngga pulang lagi,, "sambil Dinda menangis tersedu sedu.


"Suttt,, itu kan cuman mimpi,Mas ada di sini, Mas ngga pergi ke mana mana ,,"sambil mengusap kepala Dinda.


Setelah Dinda tenang, Agung dan Dinda lalu ke luar untuk menemui Akbar yang akan berangkat sekolah.


"Iya Pah siap,, "Agung tersenyum sambil mengusap kepala Akbar.


"Mamah,, Mamah habis nangis yah,, kok matanya merah,, "


"Ngga kok sayang, Mamah tadi cuman kelilipan,, tapi sekarang udah sembuh kok,, "


"Oh,, "jawab Akbar.


Lalu Akbar masuk ke mobil dan di antar mba Siti dan Pak supir, setelah mobil pergi Agung dan Dinda menuju ke meja makan untuk sarapan.


Selesai sarapan mereka berdua mengambil kembar untuk di bawa ke kamarnya, karena Agung nanti sore mau pergi, jadi hari ini Agung tidak ke rumah sakit.


"Sayangnya Papah jangan rewel yah di rumah, Papah mau pergi kerja, dan pasti Papah nanti sangat kangen kalian, "Sambil menciumi si kembar yang sedang bermain di kasur.


"Mas,, bawa baju berapa setel,, ?"tanya Dinda saat mau menyiapkan baju buat Agung.


"Jangan banyak banyak, 3 setel buat kerja, sama 2 setel buat tidur,, "

__ADS_1


"Ngga kurang,,nanti emangnya ngga pengin jalan jalan di sana,,? "


"Jalan jalan ngapain,, Mas kalau sudah cape ya mendingan istirahat tidur, kecuali sama kamu dan anak anak, cape pun Mas akan ajakin jalan jalan,, "


"Hemm,, boong. Pasti juga Mas jalan jalan sama temen temen Mas,, "


"Ngga bohong lah sayang,, Mas mana pernah bohong sih,, pokoknya nanti kalau Mas pergi, Sayang harus jaga anak anak yah,, jangan terlalu sibuk nanti kalau kerja,, "


"Iya lah Mas,, pasti Dinda akan jagain anak anak,, Mas juga kerja yang bener dan jaga mata juga hatinya yah,,"


"Iya Sayang,, kamu tidak akan tergantikan,, dan tidak ada duanya di hati Mas,, "


Lalu si kembar di ambil mba Siti dan mba Iis untuk di mandikan. sedang Dinda dan Agung masih di kamar, Agung menyuruh Dinda tetap di kamar, dan tiduran di kasur sambil pelukan.


"Yang,, kita main lagi yuk,,"sambil mengusap pipi Dinda.


"Main apaan sih Mas,, ini pagi loh,, "


"Emang kenapa kalau pagi,, mau yah,, biar Mas ada bekal ,kan Mas mau pergi 3 hari,, "


"Biasanya aja pergi seminar sampai seminggu ngga suka minta bekal,, kan malamnya udah,, "


"Mas aja ngga tau,, kenapa pengin lagi, kamu ini Yang selalu membuat Mas kecanduan tau ngga, Mas ngga pernah puas kalau cuman main hanya sekali saja, penginya berkali kali,,"


"Maunya Mas tuh,, "


"Iya,, emang maunya Mas,, mau yah,, sekali aja deh,, "


"Sekalinya Mas itu ya dua jaman,, "


"Iya ngga papa lah dua jam juga,, biar.Mas puas sekalian,, "


"Ngga ah kalau dua jam mah,, "


"Trus maunya berapa jam,,? "


"Setengah jam aja,, "


"Satu jam,, "


"Ngga,,! "


"Ya udah 40 menit,, ngga boleh bilang ngga, tapi ini harus,, "

__ADS_1


"Ya udah 40 menit,, tapi mainya jangan kasar kasar,, punya Dinda masih sakit, semalam Mas mainya lumayan kasar soalnya,,"Dinda pun melayani Agung.


Jangan lupa like komen dan votenya,, maaf telat Up, soalnya Aku lagi menikmati liburan bersama keluarga di puncak.


__ADS_2