MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Dinda Mengizinkan


__ADS_3

Ayah Doni


Pagi hari Aku bangun dan duduk di kasur sambil bersandar pada sandaran kasur dan mengumpulkan nyawaku. Kamar yang Aku tiduri sekarang dulu adalah kamar yang Aku tempati bersama Istriku. Aku melihat sekeliling masih sama dan tataan barang barang di kamar juga ngga ada yang di ubah, hanya seprei yang di ganti.


Semalam setelah mengantar Kake, Dian dan Zara ke kamar Aku pun masuk ke kamar ini, rasanya Aku menjadi merindukan Istriku, bayangan Istriku yang tidur di kasur pun terlihat kembali dalam fikiranku.


Karena tidak ingin berlarut dalam kesedihan, Aku memutuskan untuk mandi, agar fikiranku menjadi jernih. selesai mandi Aku memakai baju dan setelah itu Aku keluar dari kamar.


Aku menuju sofa yang ada di ruang tv, dan Mba Siti membuatkanku kopi.


"Pagi Yahh,,, "Aku langsung tersenyum. dan Aku juga memeluknya.lalu bergantian Aku memeluk Cucuku.Anaku dan cucuku muncul dari arah kamarnya.


"Kakekkk,,, Akbar kangen,, "sambil duduk di sebelahku.


"Kakek juga kangen,, Akbar mau punya adek yah,, senang ngga,,? "


"Senang dong kekek,, "sambil tersenyum, lalu Akbar pun melihat ke tv, menonton filem kartun.


"Sayang,, gimana kabarnya hemmm,, kata Pamuji Dinda ngga doyan makan,, "posisi Dinda sekarang sambil memeluku ,kita pun duduk bersebelahan, sambil Dinda memeluku dari samping.


"Iyaa,,, Dinda kalau bau nasi sama bumbu yang di tumis rasanya mual Yah,,, "Anaku walau sudah bersuami tapi soal manja pada Ayahnya masih suka dia lakukan.


"Trus makanya apa,,? "


"Cuman buah,, Yah sarapan udah siap, tamunya bangunin gih,, "sambil melepaskan pelukanya dari badanku.


"Ya udah Ayah panggilkan mereka dulu yah,, "


"Yah,, apa dia cuman teman, kata Mas Agung dia janda,, ?"tanya Anaku.


"Hanya Teman Ayah,,anaknya murid Ayah dan kita jadi kenal,, "kataku sambil berjalan.


"Apa Ayah ingin menikah lagi,,? "Aku pun berhenti berjalan.


"Ayah belum tau,, apa kalau Ayah menikah lagi Dinda mengizinkanya,,? "sambil Aku menenggok ke arah Dinda.


"Asal Ayah bahagia Dinda akan selalu mendukung apa keinginan Ayah,, "Aku pun tersenyum dan bilang terimakasih.


Aku pun kembali berjalan menuju kamar yang di tempati Kakek.


Tokk,, Tokkk,,,


Lalu pintu pun terbuka, dan yang membuka pintu adalah Dian.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan,, setelah sarapan kita akan bersiap ke rumah sakit,, "


"Ii,,ya Mas, "lalu Dian menuntun Kakek bersama zara ke luar dari kamar.


Lalu Aku mengarahkan ke meja makan, sampai di meja makan sudah ada Dinda, Pamuji juga Akbar.


"Pagi,,, maaf kita jadi merepotkan,, "kata kakek setelah duduk.


"Ngga repotin kok Kek,, kakek jangan sungkan anggap aja rumah sendiri,, "jawab Dinda.


"Kek,, ini Dinda anak Saya, dan ini adalah cucu Saya,, kalau itu Suaminya yang semalem menyambut kita,, "kataku.


"Sayang,, ini Dian Anaknya Kakek dan ini anaknya Dian, namanya Zara,, "kataku lagi pada Dinda.


"Hayyy,, salam kenal,, semoga kak Dian dan Zara betah yah di sini,, "mereka berdua pun tersenyum.


"Terimakasih karena Dinda mau bantu kita dan mengizinkan kita untuk beristirahat di sini,, "


"Iya Kak,, sama sama, sekarang kita sarapan aja yuk,, keburu dingin nanti makananya,, mari makan semuanya,, "kata Dinda.


Anaku seperti biasa, mengambilkan makan buat Suaminya dan juga Anaknya, setelah itu Dinda baru mengambil buah untuk dia makan.


"Kok Dinda ngga makan, apa lagi diet,,? "tanya Dian.


"Ngga kok Kak,, Dinda sedang hamil,dan ngga bisa makan nasi sama sayur karena bau bumbunya itu bikin mual,, "Dian pun mengangguk.


"Makasih Kak,,,, "kita pun lanjut sarapan.


"Dek Mas mau berangkat dulunyah,,, "Setelah selesai makan Pamuji mau berangkat ke rumah sakit.


"Iya Mas,,, "


"Mari semunya,, Saya berangkat dulu ke rumah sakit,,nanti kita akan bertemu di sana,, "kita semua pun mengangguk, sedang Dinda mengantar Suaminya ke depan.


"Mas,,, emang menantu Mas seorang Dokter,,? "Aku pun mengangguk.


"Iya,, dia adalah Dokter Bedah yang sudah cukup terkenal di kota J ini,, dan menantu Saya yang akan mengoprasi Kakek,, "


"Wah hebat yah Pak,, Suami Kak Dinda,, "kata Zara.


"Iya,, makanya Zara juga harus belajar yang rajin biar bisa mewujudkan cita cita Zara,, Kak Dinda aja Dokter umum loh,,, "kataku.


"Serius Pak,, wah hebat banget sih kak Dinda juga, "jawab Zara.

__ADS_1


"Makanya Zara harus rajin sekolah jangan malas, biar nanti jadi orang sukses,, "kata Kakek.Zara hanya tersenyum.


"Akbar ngga sekolah,,?"tanyaku pada cucukum


"Sekolah dong Kek,, ini habis sarapan Akbar berangkat,, "


"Pintarnya cucu kakek,,, "sambil ku elus rambutnya.


Selesai sarapan Aku antar Kakek kekamarnya, Dian berjalan di depanku, sedang Zara melihat kolam ikan yang ada di belakang rumah.


"Di,, kamu siapin baju kakek dan baju kamu, kalau baju Zara tinggal aja di sini, nanti jam 9 kita berangkat ke rumah sakit,, "kataku.


"Mas, Saya rasanya semakin ngga enak pada Mas Doni, karena selalu merepotkan Mas,, "


"Udah ngga usah sungkan, Saya membantu karena ingin melihat kakek sembuh,, "


"Nak Doni trimakasih yah, semoga Tuhan yang membalas kebaikan Nak Doni,, "kata Kakek.


"Amin Kek,, ya udah saya keluar dulu, dan Dian jangan lupa rapikan barang yang akan di bawa, nanti jam 9 kita berangkat ke rumah sakit,, "Dian pun menganguk.


Aku keluar dari kamar yang di tempati Kakek, dan Aku mencari Dinda, saat Aku lihat Dinda ternyata sedang mengobrol dengan Zara.


"Ngobrolin apa sih kayanya seru banget,, "kataku yang mendekat ke mereka.


"Ini Yah, Zara sedang cerita tentang di kampung,, "


"Zara ngga papa kan di sini saja, soalnya Zara ngga boleh di rumah sakit, jadi Zara bisa temenin Kak Dinda di rumah,, "kataku pada Zara.


"Iya Ra,,, biar Kaka ada temenya, kaka seneng kok kalau Zara di sini,, "


"Zara sebenarnya ngga enak kak di sini takut ngerepotin, tapi kalau kak Dinda izinkan Zara di sini juga ngga papa, Zara mau,, "


Setelah pukul 9 Aku pun akan membawa kakek ke rumah sakit.


"Kakek,, semoga oprasinya berjalan lancar yah, dan kakek sehat kembali,, "kata Anaku.


"Amin Nak Dinda,, maaf kami di disini bikin repot,, dan kakek juga titip Zara,, "


"Ngga repotin kok kek,, iya kakek tenang aja soal Zara ,Zara disini aja buat teman Akbar dan Saya biar kita ada teman,, "


"Trimakasih Nak Dinda,, kakek berangkat dulu yah,, "Anaku pun mengangguk, lalu Aku membantu kakek masuk ke mobil.


"Din,, kaka ucapkan terimakasih banyak yah,"kata Dian sambil memeluk Anaku.

__ADS_1


"Iya kak,, sama sama,"setelah berpamitan, Aku membawa mobilku menuju rumsh sakit.


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih...


__ADS_2