MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Bumi Melihat Zara Dan Rizki Sedang Berciuman


__ADS_3

Rizki yang memang sudah sangat tegang, menyuruh Zara untuk turun dari atas badanya,dan Rizki lalu langsung masuk ke kamar mandi untuk bersolo ria.


Sedang Zara merapikan bajunya yang sedikit berantakan. setelah itu Zara tiduran lagi sambil menunggu Rizki selesai.Rizki di dalam kamar mandi sekitar 20 menit, dan setelah itu keluar dengan wajah yang sedikit basah karena habis cuci muka.


Zara tersemyum melihat Rizki, dan Rizki pun tersenyum,lalu Rizki ikut tiduran lagi di kasur bareng Zara.


"Yang,, Abang udah pengin nikah sama kamu, "sambil memeluk Zara.


"Ya Zara juga sama, udah pengin nikah sama Abang,tapi kan Zara harus selesai kuliah dulu, jadi Abang yang sabar yah,, "sambil mendongakan wajahnya.


"Ya Tuhan,, masih lama banget itu tau Yang,"


"Mau gimana lagi, emang Abang berani bilang ke Papah kalau pengin nikah sama Zara,, "Rizki menggeleng.


"Abang belum berani kalau sekarang ,tapi Abang pasti akan bilang suatu hari nanti, dan sebelum kamu lulus kuliah, "Zara tersenyum.


"Kita harus saling percaya dan menjaga hati kita masing masing ,dan ngga boleh ada yang namanya orang ketiga di antara kita,, kamu mau janji kan Yang,, "


"Iya Bang, Zara janji.Zara akan selalu menjaga hati ini hanya untuk Abang, "Rizki lalu memeluk Zara dan mencium keningnya.


"Sayang,,, nanti kita makan malam di apartemen Mamah yah, biar kita bisa kumpul bersama,, "


"Iya Bang Zara mau,, "


Lalu mereka berdua tidur siang sambil berpelukan.


Bumi di apartemennya sedikit uring uringan, karena Abangnya belum juga pulang.sampai Mamahnya pulang dari tempat kerjanya Abang belum pulang juga.


"Sore Sayang,,,"kata Mamah saat masuk ke dalam.


"Sore juga Mah,, "


"Kok kaya lemas gitu,,kenapa emangnya,,? "


"Adek laper Mah,, "


"Kenapa ngga makan,,? "


"Malas, soalnya ngga ada temen makan,, "


"Abang emang belum pulang,,? "


"Abang udah dari siang pulang, tapi pulangnya ngga kesini,tapi ke apartemen pacarnya,, "Mamah malah tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Mamah kok malah tersenyum gitu sih, apa Mamah ngga kuatir sama Abang yang ada di sana terus,, "


"Kuatir,,ya ngga lah Dek, Abang itu laki laki dan udah dewasa lagi, pasti mereka sedang menghabiskan waktu berdua karena Abang besok mau pulang ke jakarta,, "


"Iya laki sih laki laki, apa Mamah ngga takut kalau Abang ngehamilin anak orang,, "


"Adek,,, kok ngomongnya gitu, ya ngga mungkin Abang nglakuin seperti itu, "


"Emang Mamah tau mereka berduaan di apartemen ngapain aja, kan Mamah ngga ada di situ, walaupun Abang itu kelihatan ngga mungkin berbuat yang ngga ngga tapi kan setan lewat mana tau,, "


"Ya udah nanti Mamah akan tanya Abang,"


"Tanya apa,,? "


"Ya tanya ngapain aja di apartemennya Zara,udah ah Mamah mau ke kamar dulu mau mandi,, "


"Tapi Adek lapar Mah,, "


"Iya nanti habis mandi Mamah akan masak, "


Mamah pun masuk ke kamar, sedang Bumi yang merasa kesal langsung menyalakan tv dan mencari acara musik.


Tidak lama Rizki pulang dan Zara pun ikut sekalian.


"Dek,, Mamah udah pulang,,? "tanya Rizki saat masuk ke dalam.


"Sayang ayo kita bawa ke dapur belanjaanya, "Zara pun mengangguk.


Sebelum pergi ke dapur Zara tersenyum tipis ke arah Bumi, tapi Bumi tidak membalasnya, hanya diam saja. Zara yang melihat Bumi terlihat tidak suka padanya sedikit tidak enak.


Setelah meletakan belanjaaan di dapur, Rizki masuk kamar untuk mandi, sedang Zara suruh menunggu,Zara lalu duduk di sofa bersama Bumi.


"Seberapa jauh hubungan kamu dengan Abang,,? "tanya Bumi pada Zara.


"Maksudnya,,, "jawab Zara pelan, karena memang Zara tidak tau maksud Bumi.


"Lupakan,, ngga usah di jawab,, "sambil bangun dari duduknya dan Bumi pergi keluar dari apartemen.


Zara yang melihatnya hanya diam dan merasa aneh. Mamah pun keluar dari kamarnya.


"Zara,, sudah datang,, sudah lama yah,, "


"Belum kok tan,, baru 15 menitan,, "

__ADS_1


"Oh,, bawa belanjaan yang mamah pesan ngga,,? "


"Bawa tan, semuanya ada di dapur,, "


"Ya udah yuk kita ke dapur, kita masak,, "Zara menjawab Iya dan langsung ke dapur bareng Mamah.


Zara membantu Mamah untuk potong potong dan bersih bersih, dan Riski pun datang untuk membantu juga.


"Adek mana Mah, kok ngga kelihatan,, "


"Emangnya ngga ada di kamar,, "


"Tadi Kak Bumi pergi keluar Tan,, "


"Oh,, kemana Za,,? "


"Zara ngga tau, soalnya ngga bilang, "


"Nanti juga pulang,kita lanjut masak dulu aja ,"


Setelah satu jam lamanya, ahirnya masakan pun jadi, Abang menwlfon Bumi untuk pulang, karena mau makan bersama.


Bumi pun pulang, lalu mereka berempat makan bersama, Bumi sesekali menatap ke arah Zara ,karena Rizki sering menyuapinya makanan, membuat Bumi merasa kesal.


Selesai makan Bumi dan Mamah masuk kamar. kalau Zara dan Rizki, membersihkan dapur dan piring kotor bersamaan.


"Cape,,? "tanya Rizki saat merela sudah selesai dan sekarang duduk disofa.


"Ngga,,, "jawab Zara sambil tersenyum.


Rizki lalu merebahkan kepalanya di paha Zara dan tangan mereka saling menggenggam.


"Pasti Abang akan kangen banget nanti, "sambil mencium tangan Zara.


"Kan kita bisa VC an,, "


"Tapi tetap beda Yang,, "


"Justru kalau hubungan yang tiap hari ketemu itu membosankan loh Bang, justru enakan yang jarang ketemu kaya kita, jadi setiap ketemu merasa waktu sangat berharga,, "


"Iya juga ya Yang, kok kamu pintar sih,, "sambil Bangun dari tiduranya, lalu Rizki duduk dan langsung mencium bibir Zara.


Saat Rizki mencium bibir Zara, Bumi keluar dari kamar karena mau ambil minum, Bumi pun melihat Rizki dan Zara yang sedang berciuman, dan Bumi yang kesal langsung membanting pintu dan masuk lagi tidak jadi keluar dari kamar.

__ADS_1


Brakkk,,,,,


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2