
Hari pun berlalu dan Zara sudah di jemput oleh Hendra dan Dea dari kampung, karena Zara akan tinggal bersama Hendra dan Dea di kota.
Dea dan Hendra juga sekalian menjenguk Dian yang sudah melahirkan seorang anak laki laki.
"Selamat datang sayang di rumah oma,, "
"Iya oma,,makasih telah menyambut Zara, "sambil mereka berpelukan.
Lalu Zara di ajak Oma ke kamarnya, sedang Dea dan Hendra masuk ke kamar.
Sampai di kamar Dea langsung tiduran dan melamun.
"Kamu tuh kenapa sih Yang,, kok dari tadi ngelamun aja,, ada apa hemmm,, "sambil mengusap kepala Dea yang sedang tiduran di kasur. Dea hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayo bicara,, apa karena Zara ikut tinggal di sini,, "
"Apa sih Mas,,, ngga lah,, Zara justru lebih berhak tinggal di sini dari pada Dea,, "sambil membuang mukanya.
"Kok jawabnya gitu,, rumah Mas rumah kamu juga, harta Mas juga harta kamu juga sayang,, kalau bukan karena Zara ,trus karena apa,, hemmm,, "sambil ikut tiduran di samping Dea.
"Dea cuman lagi sedih,, kenapa Dea belum juga hamil,, "sambil suarnya Dea sudah seperti akan menangis.
"Sayangg,,, kan Mas dah bilang jangan di fikirkan soal itu,, nanti itu malah jadi beban buat kamu Yang,,"
"Tapi Dea sedih Mas,, Dea takut Mas akan ninggalin Dea ,seperti Mas Dedi yang ninggalin Dea gara gara Dea ngga hamil hamil,, "Air mata Dea ahirnya tumpah juga. Dan Hendra langsung memeluknya.
"Jangan sebut pria itu lagi, Mas ngga suka. Dan jangan samakan Mas denganya juga karena Mas ngga mungkin ninggalin kamu, ngga ada sedikit pun fikiran untuk ninggalin kamu kalau kamu belum juga hamil,, "tangan Hendra sambil mengusap air mata Dea.
"Kalau sayang belum juga hamil berarti kita harus seing bikinya biar cepat jadi yah,, udah jangan menangis, kita harus sabar dan banyak berdoa juga terus berusaha bikin terus, ok,, "sambil Hendra memeluknya dengan sangat erat.dan sambil sedikit becanda supaya Dea tidak sedih lagi.
"Dea besok izin pergi ya Mas,, Dea pengin ketemu Dinda dan pengin ikut program hamil di kliniknya,, "
"Iya Mas izinkan, asal Sayang jangan kecapean dan jangan lupa kabarin Mas,,"
"Iya Mas,, makasih ya Mas,, "sambil Dea membalas pelukan Hendra. lalu mereka pun tidur karena sudah cukup malam dan mereka tidak sempat ganti baju karena mereka berdua sudah merasakan lelah.
Dea sekarang sudah tidak bekerja lagi di kantor Hendra, karena Eva sudah kembali bekerja, Dea sebenarnya bisa di pindahkan di bagian lain, tapi Hendra tidak membolehkanya, karena Dea tidak boleh cape dan hanya boleh mengurus Hendra saja.
Pagi pun datang, Dea sedang merapikan tempat tidurnya, sedang Hendra masih mandi.
__ADS_1
"Sayang,,baju Mas mana,,? "tanya Hendra yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ini Dea dah siapin,, "jawab Dea,dan Mas Hendra pun mendekat ke Dea.
Setelah Mas Hendra rapi dan sudah siap,mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Pagi Pah,, pagi Bunda,, "kata Zara.
"Pagi,,, "jawab Hendra dan Dea barengan.
"Oma mana Ra,,? "tanya Dea.
"Oma tadi ke kamar dulu, katanya mau ambil obat,, "Dea pun mengangguk.
"Semalam gumana tidurnya,, nyenyak engga,,? "tanya Hendra.
"Nyenyak Pah,, Zara suka kamarnya, luas dan rapi,, "
"Itu Bunda yang siapin kamar buat Zara loh,, trimakasih gih sama Bunda,, "
"Ngga usah lah Mas pake trimakasih segala, kan Zara anak Bunda, jadi udah seharusnya Bunda siapkan yang terbaik buat Zara,, Iya kann,, "
"Ya udah iyaa,, sekarang kita sarapan yuk,, tuh Oma sudah datang,, "
Lalu mereka berempat pun sarapan bersama setelah Oma duduk.
"Hen,, Mamah mau ajak Zara ke Mall yah, mau belanjain buat keperluan sekolahnya,, "
"Iya Mah,, uangnya nanti Hendra tranfer,, "
"Kamu mau ikut ke mall ngga sayang,,? "tanya Hendra pada Dea.
"Ngga ah Mas,, Dea kan ada janji sama Dinda,"
"Jadi pergi ke kliniknya Dinda,,? "Dea hanya mengangguk.
"Dea sakit,,? "tanya Mamah.
"Ngga Mah,, Dea cuman kangen sama Dinda jadi Dea jajian ketemu sama Dinda di kliniknya,, "
__ADS_1
"Oh gitu,, kiraiin kamu sakit,, "Dea hanya menggeleng dan tersenyum.
Setelah sarapan Dea mengantar Mas Hendra sampai mobil.
"Nanti pulang dari klinik Dinda mampir ke kantor yah,,kita makan siang bareng, "
"Iya,, nanti Dea ke kantor kalo sudah pulang dari klinik,, "lalu Dea mencium tangan Hendra, dan Hendra mencium kening Dea. Setelah itu Hendra pun pergi.
Setelah Itu Dea masuk ke dalam rumah, dan. langsung menuju kamar, di kamar Dea menelfon Dinda untuk janjian jam berapa ketemuanya.
Sekitar jam 10 Dea pun berangkat menuju klinik Dinda dengan di antar supir. Mamah dan Zara sudah pergi ke Mall dari jam 9 pagi.
"Pagi Bi,,, gimana kabarnya,,, ?"tanya Dinda saat Dea sudah di ruangan miliknya.
"Baik,, kamu gimana kabarnya, dan kabar Anak anak,?,"sambil cipika cipiki.
"Mereka baik dan sehat semuanya,, Bibi main dong ke rumahku, dah lama loh Bibi ngga main,,? "sambil mengajak Dea duduk di sofa.
"Iya yah,, dah lama ngga main, sekitar satu bulan ada kali ya Din,, "
"Mungkin,,, yang sekarang jadi istri bos mah beda ya Bi,, tambah cantik ,tambah anggun dan tambah sibuk,, "sambil tersenyum Dinda berkata.
"Ah kamu Din bisa aja,, "mereka berdua pun tersenyum bersama.
"Bibi ada apa,, kok pengin di periksa? Bibi sakit,,? "
"Ngga kok Din, Bibi ngga sakit, cuman Bibi ingin ikut program hamil di klinik kamu apa bisa,,? "
"Oh,, gitu. Bisa sih Bi nanti Dinda kenalin sama dokter yang biasa menangani, tapi kenapa Bibi mau ikut program Hamil, emang suami Bibi menuntut Bibi supaya cepat hamil,,? "Dea menggelengkan kepalanya.
"Trus,, kenapa,,? "tanya Dinda lagi.
"Bibi takut kalau bibi ngga hamil hamil Suami Bibi akan ninggalin Bibi lagi,, "
"Tapi tanggapan suami Bibi gimana soal Bibi yang belum hamil juga,,? "
"Suami Bibi sih ngga menuntut untuk Bibi cepat hamil, tapi ini ketakutan Bibi aja sih Din"
"Ih gitu,, ya udah Dinda telfonin dulu ya Bi, sama Dokternya,, "
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya yah, makasih...