MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Mengizinkan


__ADS_3

Saat mendengar permintaan Zara,semua orang terdiam sesaat.


"Apa Zara sudah ngga sayang lagi sama kakek, Mamah Dan Ayah,,? "kata kakek.


"Zara sayang kok kek sama semuanya,, Zara hanya ingin merasakan tinggal bersama Papah, dan Zara juga pasti nanti selalu telfon dan kalau liburan main ke rumah Kakek,, "


"Mah,, Zara sayang sama semuanya Mah,, Zara hanya ingin merasakan hidup dengan Papah, tolong izinkan Mah,,, "Dian sedikit berfikir dan diam.


"Mamah izinkan, tapi Zara juga harus minta izin juga sama Papah dan Bunda, apa mereka memberi izin ngga untuk Zara tinggal bersamanya,, "


"Mas Hendra dan Dea apa kalian setuju kalau Zara ikut dengan kalian dan sekolah di sana,,? "tanya Dian pada Hendra dan Dea.


"Kita sih seneng Di,, kalau Zara ingin ikut denganku, Aku pun ingin merasakan tinggal bersama Zara dan mengurusnya,"jawab Hendra.


Ahirnya dua keluarga pun sepakat, nanti saat Zara masuk SMA akan ikut tinggal bersama Hendra, Zara sudah kelas 3 SMP tnggil tunggu 6 bulan lagi untuk kelulusan sekolah.


"Kamu kenapa jadi ngelamun gitu,, kalau memang kamu ngga ingin Zara nanti ikut Hendra, ya tinggal bilangin aja,jangan jadi pikiran gitu kasihan nanti dedenya,, "kata Doni saat melihat Dian yang melamun di dalam kamar.


"Dian takut Mas,, takut Zara akan ninggalin Dian dan melupakan Dian,, "sambil mengusap air matanya yang jatuh di pipinya.


"Itu ngga mungkin sayang,, Zara itu dari bayi sama kamu, ngga mungkin kalau Zara akan melupakanmu,, udah jangan nangis,, "sambil Doni mengusap air mata Dian.


"Dari pada sedih kita jalan jalan aja yuk,, kita belanja buat keperluan dede,, gimana,, "Doni terus menghibur Dian. Tapi Dian hanya menggeleng.

__ADS_1


"Dian pengin tiduran aja, tapi sambil di peluk Mas,, "


"Iya Sayang,, sinih Mas peluk,, "sambil Doni naik ke kasur.


"Anak Ayah sedang apa nih,,"sambil mengusap perut Dian yang di pelukanya.


"Sedang bobo Ayah,,"jawab Dian.


"Ayah boleh nengokin dede ngga nih,, "


"Iihh Mas,, orang Dian pengin istirahat jugaa,, "


"Sebentar aya Yang,, "


"Boong,, sebentarnya Mas ya tetap aja satu jam lebih,, "


"Ya Yang,, bentar aja,,, "


"Tapi janji yah, hanya sebentar,, "Doni langsung mengangguk dengan senang.


Lalu Doni pun langsung melepaskan baju Dian, dan Doni tersenyum senang saat melihat perut Dian yang sudah kelihatan buncit.


"Anak Ayah yang anteng ya sayang,, Ayah mau jenguk nih,, "sambil di ciuminya perut Dian.

__ADS_1


Setelah menciumi perut, Doni melepaskan bajunya sendiri, dan juga melepaskan kain yang tersisa di badan Dian.


Doni pun menepati janjinya, dan hanya sebentar saja Doni pun melakukan pelepasan, tapi sebelum Doni melakukan pelepasan, Dian pun sudah dulu merasakanya.


Sekarang Doni dan Dian masih mengatur nafasnya untuk normal kembali, karena nafas mereka masih ngos ngosan dengan badan berkeringat. Maklum saja kamar Doni hanya memakai kipas angin, beda dengan kamar Dian yang berAC, jadi mereka berdua pun berkeringat setelah olah raga siang di kasur.


SEDANG DI KAMAR DEA DAN HENDRA


"Yang,,, kamu pengin kemana lagi mumpung kita masih di sini,, "saat Hendra dan Dea sudah di kamar.


"Dea pengin di rumah aja lah Mas,, pengin istirahat,, "


"Oh gitu,, ya udah terserah kamu aja Yang,, "


"Sinih dong Mas,, peluk Dea. Dea pengin di peluk sambil tiduran,, "sambil naik ke kasur.


"Iya tunggu bentar,, "


"Coba kamu lagi ngga dapat, sudah mas garap kamu Yang,, "


"Kamu tuh Mas,, otaknya hanya itu itu aja sih,, "


"Ya karena Mas normal lah,, "sambil memeluk Dea dengan gemasnya.

__ADS_1


Maaf sedikit,,


Jangan lupa like, komen dan votenya, makasih..


__ADS_2