
Aku dan Mamah sampai di hotel, dan kita pun langsung menuju kamar masing masing,dan kamar kita sebelahan.
"selamat malam Sayang,, selamat istirahat yah, dan Sampai jumpa besok pagi , "kata Mamah saat kita sama sama buka pintu.
"Iya Mah,, selamat malam,, "jawabku dan kita pun masuk ke dalam.
Aku langsung mengambil baju dalam koper dan langsung masuk kamar mandi untuk bersih bersih, setelah ganti baju Aku pun langsung naik ke kasur,karena rasanya hari ini sungguh Aku merasa lelah sekali. Dan Aku tak memikirkan Mas Hendra yang kapan akan datang, karena Aku sedikit kesal padanya.
Saat mataku baru mau terpejam, Aku mendengar suara Zara dan Mas Hendra yang seperti sedang berbicara. Lalu Aku hanya mendengarkanya saja karena takut salah dengar. dan benar saja Mas Hendra dan Zara rupanya sudah ada di kamar, Aku pun berpura pura tidur pulas.
"Zara tidur Sama oma yah,, di sini sempit, "kata Mas Hendra.
"Ngga mau,, Zara mau tidur sama Papah,, "
"Tapi sempit sayang kalau kita bertiga tidur di kasur ini,, "
"Ngga mau,, pokoknya Zara mau tidur sama Papah, Papah ngga sayah ah sama Zara,, "
"Papah sayang kok sama Zara,, Papah hanya takut nanti Zara ngga nyaman tidur dengan tempat yang sempit,, "
"Biarin sempit juga,,asal Zara tidur sama Papah,, "kata Zara sambil naik ke kasur.
Dan Aku merasakan Zara yang geser ketengah mendekatiku.
"Zara mau yang tengah,, Papah sinih deket Zara,, "kata Zara. Dan sepertinya Mas Hendra pun menurut, karena mungkin Mas Hendra juga sudah merasa cape.
Aku masih tetap diam, dan lama lama Aku pun tertidur dengan pulasnya.
Aku bangun saat ada tangan yang tiba tiba jatuh di perutku. Saat ku buka mataku ternyata Zara yang masih tidur dengan pulasnya, dan tanganya yang ada di atas perutku.
Aku pun mengumpulkan nyawaku, lalu setelah itu Aku bangun menuju kamar mandi, Aku mencuci muka dan gosok gigi.
Setelah itu Aku menyisir rambutku agar tidak berantakan, Aku lihat Mas Hendra dengan Zara tidur dengan pulasnya.
Lalu rasanya Aku ingin minum susu coklat hangat, ahirnya Aku turun ke bawah menuju Restoran Hotel. Sampai di restoranya Aku memesan apa yang Aku mau, setelah mendapatkanya Aku tidak duduk di dalam restoran tapi di tamanya, sambil menikmati udara pagi.
Untungnya Aku membawa hpku, jadi Aku tidak merasa bosan sendirian karena ada hp yang menemaniku.
__ADS_1
"Kok sendirian aja, suami kamu di mana,,? "suara dari depanku mengagetkanku, lalu Aku pun melihatnya. karena dari tadi mataku fokus ke layar hp.
"Ada,, suamiku masih tidur di kamar,,"jawaku, ternyata Mas Dedi yang menyapaku.
"Apa Aku mengganggumu,, "Aku hanya diam.
"Karena Aku bertemu denganmu, jadi Aku mau sekalian pamitan,,"Aku masih mendengarkanya dengan diam.
"Aku mau ikut temanku untuk kerja ke luar negri, Aku mau kerja di singapur, Aku mau minta maaf sekali lagi padamu karena telah banyak menyakitimu, dan semoga kamu selalu bahagia,"kata Mas Dedi sambil suaranya seperti berat, Aku hanya diam dan menundukan wajahku tanpa berani menatapnya.
"Dedi,, ayo kita berangkatt,, "ada orang yang memanggil Mas Dedi.
"Iya ayo,, "jawab Mas Dedi.
"De,, Aku pergi dulu, semoga kita bertemu lagi suatu hari nanti, dan nama kamu selalu ada di dalam hatiku, karena Aku masih mencintaimu,dengan sangat,,,"lalu Mas Dedi pun pergi sambil menarik kopernya menjauhiku, Aku hanya bisa melihat punggungnya saja yang makin menjauh pergi.
Rasanya ada rasa sakit yang sulit Aku katakan, antara sedih, benci dan kasihan.
"Dari tadi di cariin ke mana mana, takutnya ada apa apa, malah yang di cariin justru sedang ngobrol dua duaan dengan mantanya,"Aku yang paham dengan suaranya langsung menengok ke belakang.
"Ketahuan apa maksud Mas,, ?"kataku.
"Emang Dea ngapain,, Mas liat Dea pelukan, apa lihat Dea sedang ciuman,,"kataku lagi sambil sewot. Aku yang sedang kesal sama Mas Hendra tapi dia dateng bicara ngga enak di dengar.
"Dea ngga sepicik yang ada di Fikiran Mas yah,, "lalu Aku pergi ninggalin Mas Hendra. Rasanya tambah sakit hatiku ini.
"Sayang,, tunggu,, Mas ngga ada maksud apa apa,, "Mas Hendra mengejarku, tapi Aku pun berjalan dengan cepatnya masuk ke dalam lif.
Saat di dalam lif air mataku pun turun juga, Aku langsung menghapusnya dan menekan tomol, untung Mas Hendra tidak sampai satu lif denganku.
Aku masuk kamar dan melihat Zara yang masih tidur, lalu Aku pun masuk kamar mandi dan akan berendam agar fikiranku tidak panas lagi.
"Sayang kamu di dalam kan,, "Mas Hendra sambi mengetuk pintu. Aku masih saja diam.
"Sayang,,,, "pintu pun terbuka karena memang pintu tidak Aku kunci.
"Sayang,, maafin ucapan Mas,, Mas ngga ada maksud apa apa,Mas hanya tadi kuatir sama kamu,, "sambil Mas Hendra duduk di pinggiran bak yang buatku berendam, Aku masih diam sambil memejamkan mataku.
__ADS_1
"Sayang Maafin Mas,, tadi Mas hanya cemburu dan takut,, jangan diamkan Mas sayang,, Mas ngga mau kamu diamkan kaya gitu,, "sambil mengusap kepalaku.
Air mataku tak bisa ku bendung lagi, air mata yang sedari tadi ku tahan ahirnya tumpah juga,tapi tetap masih diam.
"Jangan menangis,, Mas ngga bisa lihat kamu sedih,, Maafin Mas,,, "sambil mengusap air mataku yang jatuh di pipi. Lalu Mas Hendra mencium keningku.
"Jangan lama lama berendam, Mas tunggu di luar yah, Mas akan pesankan makanan,, "lalu Mas Hendra pun keluar, setelah pintu di tutup Aku pun menangis lagi sampai terisak, Aku juga tersiksa mendiamkan Mas Hendra, Aku juga kangen dengan pelukanya tapi kenapa Aku ngga bisa melupakan perkatanya tadi dan Aku merasa seperti ada jarak.
Aku pun membilas badanku, setelah itu Aku ganti baju di dalam karena tadi Aku juga membawa baju ganti.
Saat keluar sudah ada Mamah dan Zara yang duduk di sofa sambil menikmati sarapan.
"De,, maaf yah Mamah makan dulu,, soalnya Mamah dah lapar,, "kata Mamah.
"Iya Mah,, ngga papa Dea belum laper kok,, "sambil menyisir rambut. sedang Mas Hendra dari tadi menatapku tapi Aku abaykan.
"Bun,, teh manis hangatnya buat Zara yah,, Zara pengin,, "kata Zara padaku.
"Ya udah Zara minum aja,, "jawabku.
"Zara ngga boleh, itu punya bunda, Zara kalau mau bisa pesan lagi,, "kata Mas Hendra.
"Tapi Zara dah pengin Pahhh,,, "sambil merengek.
"Zara minum punya Oma aja ini yah,, udahh,,, "
"Tapi punya Oma dikit,, "
"Zaraaa,,, Papah bilang itu punya Bunda, jangan di ambil, Bunda habis mandi pasti dingin jadi itu buat Bunda biar badanya hangat,, "saat Zara tetap akan mengambil gelas teh Manis hangatnya.
"Iihhh,,, Papah pelit, Papah ngga sayang Zara, Papah lebih sayang Bunda,, "sambil menangis.
"Zara,,, ngga boleh ngomong gitu ah,, ngga sopan, ini kan punya Oma masih setengah,, "
Aku yang serba salah memutuskan untuk ke luar kamar, tapi sebelum keluar Mas Hendra mencegahku, dan menyuruhku duduk, Aku yang merasa tidak enak sama Mamah ahirnya menurut.
Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih...
__ADS_1