MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Ayah Tidak Setuju


__ADS_3

"Apa Dinda sudah punya calon,? "


"Sekarang Dinda sedang menjalin hubungan yah dengan seseorang yang lebih dewasa dari Dinda, dan dia mengajak Dinda untuk menikah, "jawabku dengan perasaan gugup.


"Berapa umurnya dan apa pekerjaanya, ayah bukanya pilih2 tapi harus tetap di lihat apa dia mampu untuk menjadi imamu,dan juga apa


setatusnya,"jawab ayah.


"Hemmm,, dia adalah seorang dokter juga dosen yah, dia umur 39,"aku bernafas sebentar untuk mengatur nada bicaraku yang sudah mulai takut dengan reaksi ayah,dan ayah masih medengarkan aku juga menatapku, "Dia juga seorang duda, "


"Kamu masih normal Din, kamu itu cantik nak, kenapa kamu memilih orang yang pantas menjadi ayahmu, "kata ayah sambil menekan setiap ucapanya, aku masih tetap diam.


"Kamu harus pikirkan ke depanya, kalau kamu nanti berumur 40 tahun, suamimu sudah sangat tua, takunya nanti bukan suamimu yang menafkahi kamu, tapi kamu yang nantinya menjadi tulang punggung keluarga, dan takunya lagi kalau suamimu meninggal kamu akan jadi janda, nanti anak2 kamu yang kasihan, pikirkan lagi nak, kamu mungkin sedang jatuh cinta jadi tidak memikirkan ke depanya, ayah mohon pertimbangkan lagi, "


Lalu ayah pergi masuk kamar, aku hanya diam duduk di sofa, aku memikirkan gimana cara meluluhkan hati papah, padahal aku belum memberi tau ayah juga tentang siapa papah, lalu aku masuk kamar dan masuk kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk solat isa.


Saat pagi aku seperti biasa memasak untuk sarapan, dan nasi goreng pun sudah siap.aku menunggu ayah di meja makan, ahirnya ayah keluar juga dari kamar dan langsung menuju ke meja makan.


"Ayah mau banyak apa sedikit aja nasi gorengnya, "tanyaku.


"Sedikit aja, "


Setelah ku ambilkan nasi gorengnya, ku letakan depan ayah, kita pun makan bersama, aku melihat wajah ayah yang masih marah.

__ADS_1


"Yah,, maafin Dinda, soal semalam, "kataku.


"Makan jangan sambil bicara,! "aku langsung diam saat ayah berbicara begitu.


Selesai makan ayah langsung berangkat untuk mengajar, aku yang melihatnya hanya merasa sedih, harus gimana aku meyakinkan ayah, sebagai orang tua pasti menginginkan anaknya untuk bahagia dan menikah seumur hidup, tapi bagiku jodoh, rezeki dan maut sudah di gariskan oleh Alloh.


Aku masuk kamarku, aku langsung bersiap akan menemui papah di hotel x, setelah siap aku membawa motorku untuk membelah jalan menuju hotel.


Sebelumnya papah sudah mengirim pesan, aku di suruh untuk datang karena papah ingin jalan2 di kotaku ini


Setelah ku parkirkan motorku, aku langsung naik menuju kamar papah.


Tokk.. tokkk...


"Kenapa ni mukanya kok di tekuk aja, "tanya papah setelah aku duduk di sofa.


"Adek udah bicara sama ayah, tapi ayah tidak setuju dengan hubungan kita,"kataku sambil menundukan wajahku.


"Jangan sedih, kita bisa coba lagi nanti,"kata papah menenangkanku.


" Nanti kita ngga usah pergi aja yah, liat adek yang lagi sedih begini aku ngga tega, "aku hanya menganggkukan kepala.


"Kita pesen pizza aja yah buat teman nonton tv,"

__ADS_1


Papah memesan pizza seperti biasa lewat aplikasi, aku hanya duduk di sofa sambil nonton tv, sedang papah sepertinya sedang menerima telfon,karena papah ada di balkon dengan henfon yang ada di telinga.


"Dek nanti aku mau bertemu taman kuliah, adek mau ikut ngga,"kata papas setelah masuk ke kamar.


"Jam berapa ketemuanya Ayy, ?"tanyaku


"Jam 2 siangan,"


"Adek ngga ikut ya Ayy, mau pulang ajah, memang mau ketemuan di mana,? "


"Di restoran hotel aja sih, dia yang akan kesini, "aku hanya mengangguk kan kepala.


Ahirnya pizzanya datang, aku langsung memakanya, sedang papah sibuk dengan leptopnya. kita hanya bersantai saja dalam kamar hotel.


"Ayy,, adek pulang dulu yah, takut ayah sudah pulang, soalnya adek tadi ngga izin mau pergi ,"kataku yang mendekat ke papah yang sibuk dengan leptopnya.


"Ya udah, hati hati di jalan yah, bawa motornya jangan ngebut, dan sampai rumah kabarin, "sambil meletakan leptonya dari pangkuan papah.


Aku berjalan ke arah pintu, sebelum membuka pintu papah memeluku dan menciumku.


Cup...


Temen si papah siapa yah kira kira,?

__ADS_1


__ADS_2