
Rizki yang mendengar perkataan kaka Zia langsung diam.bukanya kaget tapi Rizki bingung harus ngomong apa.
"Siapa yang telfon Bang,,? "tanya Zara saat Rizki mematikan telfonya.
"Ini,,, ini kakanya Zia,, "jawan Rizki dengan pelan dan rasa ngga enak.
"Ada apa,, apa ada sesuatu,, ?"sambil bangun dari tiduranya dan merapikan bajunya.
"Z,, zia kritis,, "Zara lalu. mengentikan tanganya yang sedang merapikan rambutnya.
"Kritis,, emangnya kak Zia sakit apa Bang,? "
"Kangker Darah,, "
"Ya Tuhan,,, "Zara kaget dan sambil menutup mulutnya.
"Trus Abang mau gimana,, "Rizki menggeleng.
"Kasihan banget Bang,, apa sudah lama sakitnya,, "
"Iya,,sudah dua tahun ini, dulu dia ninggalin Abang sudah sakit , Dia bilang ke Abang mau kerja di luar negri, tapi nyatanya Dia berobat di singapur, "sambil duduk di kasur dekat Zara.
"Abang harus kesana menjenguknya, Kak Zia sepertinya menunggu kedatangan kaka, "sambil memegang tangan Rizki, Rizki menggeleng.
"Abang ngga mau, Abang ngga mau nyakitin kamu,, "sambil menatap Zara. Zara menggelengkan kepalanya.
"Zara ngga papa, kasian Kak Zia pasti sedang menunggu kedatangan Abang, "
"Za,, jangan seperti ini, jangan memaksa Abang, karena Abang juga tau pasti di hati kamu tidak baik baik saja, walau di mulutmu bilang ngga papa,, tapi Abang tau dalam hati kamu pasti sakit, "Sambil merangkul Zara.
"Zara ngga papa kok Bang, Zara tau gimana rasanya menunggu orang yang sangat berarti dalam hati kita, sungguh sakit dan tersiksa,pergilah Zara ngga papa,, Kak Zia sedang membutuhkan dukungan dari Abang, Zara iklas dan ngga papa, "Zara mendongakan kepalanya. Rizki lalu mengusap pipi Zara lalu mencium keningnya juga.
"Asal Abang harus jaga hati Abang tetap untuk Zara yah,, "kaya Zara lagi.
"Iya sayang, hati ini hanya ada kamu seorang, ngga akan ada yang bisa menggeser kamu di hati Abang, Rasa cinta untuk Zia sudah tidak ada,yang ada hanya rasa kasian saja sekarang,, "
"Iya Bang,, Zara akan percaya sama Abang, tapi Zara harap Abang jangan sampai menyalah gunakan kepercayaan Zara yah,Abang mau janji kan, "
"Iya Abang janji,, "
Lalu Rizki memeluk Zara dengan kencang dan mencium kening Zara dengan sayang.
__ADS_1
"Kita makan dulu yah,, sayangkan makananya udah di pesan ,,"Zara mengangguk.
Lalu Rizki mengandeng tangan Zara menuju sofa, setelah mereka duduk Rizki lalu mengambil makananya.
"Kita makan satu piring aja yah,"Zara mengangguk.
Lalu Rizki dan Zara makan bersama dengan satu piring.
"Kita langsung pulang aja ya Bang setelah makan,,? "
"Kok pulang, katanya mau main air di pantai, "
"Lain kali aja, "
"Sayangg,,, "
"Zara ngga papa kok Bang,, Abang harus bersiap kan, belum lagi Abang nanti harus izin ke Papah,, "Rizki hanya mengangguk.
Selesai makan mereka berdua langsung keluar dari villa itu dan sambil bergandengan
tangan menuju mobilnya.
Rizki sesekali mencium punggung tangan Zara sambil menyetir mobil.
"Sayang Abang antar kerumah temenmu atau langsung ke rumah, karena Abang juga akan kerumah kamu untuk bertemu Papamu sekarang,,"
"Tetap Antar Zara ke rumah teman Zara aja Bang, kalau kita pulang bareng takutnya orang rumah malah curiga atau malah tau,, "sambil menegakan duduknya.
"Iya udah,, Abang antar kerumah temen kamu, nanti setelah mengantar kamu Abang langsung kerumahmu yah,, "
"Iya,, "Lalu Zara menyandarkan kepalanya lagi di pundak Rizki.
Perjalanan yang tadinya jauh, sekarang terasa sangat cepat bagi mereka berdua, karena mereka rasanya ingin selalu bersama.
"Abang nanti di sana jangan lupa makan sama istirahat yah, dan jangan lupa juga untuk menelfon Zara,,"
"Iya,, Abang akan ingat itu semua,, "sambil tersenyum dan mencium punggung tangan Zara lagi.
Ahirnya mobil Rizki pun sudah berhenti di depan rumah Zizah, dan Zara akan langsung turun, tapi Rizki menahanya.
"Abang ingin peluk dulu boleh,, "Sambil memegang tangan Zara. Zara tersenyum tipis lalu mengangguk.
__ADS_1
Rizki langsung memeluk Zara dengan sayang, setelah memeluknya tangan Rizki lalu memegang wajah Zara, dan Rizki menciumnya dari mulai kening, kedua pipi dan terahir di bibir, tapi di bibir hanya menciumnya sekilas.
"Abang hati hati yah,, "
"Iya,, sampai jumpa di rumah nanti,, "Zara mengangguk lalu keluar dari mobil.
Rizki langsung menjalankan mobilnya setelah melihat Zara masuk ke rumah Zizah.
"Kok bentar sih, katanya mau sampai sore,, ?"tanya Zizah sambil berjalan masuk.
"Iya,, soalnya mendadak Abang ada urusan, "jawab Zara sambil duduk di sofa.
"Oh gitu,, "Zara mengangguk, lalu Zara menelfon pak supir untuk menjemputnya.
Sedang Rizki sekarang sudah sampai di rumah Hendra. Rizki langsung masuk ke dalam rumah Hendra.
"Min,, Bapa mana,,? "
"Ada di kamar, mau di panngilin,,?"
"Iya,, tolong panggilin ya Min,, "
"Siap Mas Ganteng, tungguin yah,, "Rizki menjawab Iya, lalu Mimin pun pergi ke kamar Hendra.
Setelah menunggu 10 menit, Hendra pun datang, dan ikut duduk di sofa.
"Ada apa Ki,, tumben hari libur kesini, ngga pergi apa sama cewenya,, "
"Ngga Bos,, saya kesini ada keperluan, saya mau minta izin untuk ambil cuti,,"
"Ambil cuti,, mau pergi kemana kamu Ki, jangan jauh jauh dan lama lama yah, di kantor juga banyak kerjaan karena saya juga mau pergi mengantar Zara untuk mendaftar kuliah di singapur,, "
"Ngga lama kok pak, saya minta cuti satu minggu,, "
"Gila satu minggu,, jangan seminggu lah, emang kamu mau kemana, dan mau apa, kenapa mau cuti lama gitu,,? "
"Saya mau ke singapur, ada teman yang sedang sakit dan sekarang sudah kritis, jadi saya ingin menjenguknya Bos,, "
"Kesingapur,, kalau gitu sekalian aja Zara ikut kamu ke sana untuk mendaftar kuliah, jadi saya ngga usah pergi, urusan kantor biar saya yang kerjakan,, gimana,, mau kan kalau Zara ikut kamu, nanti biyaya Hotel biar saya yang tanggung, dan tolong carikan juga apartrmen yang dekat kampusnya untuk Zara tinggal,, "dalam hati Rizki sih bilangnya yes.
Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1