
Hendra makan dengan lahapnya,Dea yang melihatnya hanya tersenyum senang.
"Kok kamu ngga ikut makan Yang,,"sambil memasukan gorengan kentang ke dalam mulutnya.
"Dea lagi lihatin Mas makan,rasanya sudah kenyang duluan,,"
"Kok bisa,,?"
"Orang Mas makanya lahap gitu,Dea mau makan takut nanti Mas kurang ,"
"Kan bisa beli lagi kalau kurang,kaya ngga punya uang sih,,Ayo makan,kasian anak kita juga pasti lapar,"sambil menyuapi potongan ayam pada Dea.
"Gimana,,enak kan,?,"Dea pun mengangguk.
Lalu Dea dan Hendra pun makan bersama,dan sampai semuanya habis tanpa sisa.
Setelah cuci tangan mereka berdua pun langsung menuju parkiran dan akan langsung pulang.
"Mas ngga ada yang pengin di beli lagi nih,mumpung kita masih di luar nih Mas,,?"tanya Dea saat di dalam mobil.
"Ngga,,Mas udah kenyang dan ingin cepat pulang,,"Dea pun mengangguk.
Karena jalanan yang sepi, Hendra membawa mobilnya dengan cukup kencang,dan sampai rumah hanya 20 menit saja.
Sampai rumah ternyata sudah jam 3 pagi.
"Mas,,kamu mau langsung tidur,?,"
"Iya,,Mas ngantuk,"jawab Hendra sambil merebahkan badanya di kasur.
"Tapi Dea pengin,,"sedikit pelan bicaranya.
"Tumben,,biasanya Mas yang selalu minta duluan,,"sambil turun dari kasur dan mendekati Dea.
__ADS_1
"Hemmm,,Dea aja ngga tau,tiba tiba pengin.mungkin anak anak Mas pengin di jenguk Papahnya,,"Hendra pun tersenyum.
Hendra langsung menggandeng tangan Dea agar naik ke atas kasur,setelah di atas kasur Hendra langsung mencium bibir Dea dengan rakusnya.
"Mas,,pelan ah,,"Hendra hanya tersenyum.
Lalu mereka berdua langsung melepaskan baju mereka masing masing,Hendra yang tadinya mengantuk ahirnya segar kembali saat melihat badan Dea yang polos.
Karena sedang hamil,membuat dada Dea semakun terlihat lebih besar dan keras,membuat Hendra makin suka memainkanya.
Hendra langsung bergerak menciumi seluruh badan Dea tanpa terlewat sejengkal pun,karena Hendra sudah 10 hari belum dapat jataj,di karenakan Hendra yang selalu lemas dan cepat lelah,karena pengaruh nyidam yan Hendra alami.
Dea yang menginginkanya ,Tapi Hendra lah yang bekerja.tapi Dea pun sangat menikmati setiap sentuhan sentuhan dari tangan Hendra,apa lagi lidah dan mulutnya yang selalu kompak bekerja membuat Dea makin melayang.
"Mas,,pelan pelan yah,soalnya masih rawan,,"kata Dea saat Hendra akan memasukan senjatanya ke inti tubuh Dea.
"Iya sayang,,ingatkan Mad kalau terlalu cepat,kal kalau sayang merasa sakit atau ngga nyaman bilang yah,,"Dea pun mengangguk.
Lalu Hendra pun menggerakan pinggulnya,dan dengan sangat pelan,Hendra pun sebenarnya takut,tapi karena sudah lama tidak mendapatkan jatah,membuatnya ingin melakukanya.
"Yang,,ini Mas udah pengin keluar,tahan sebentar yah,,Mas Akan hati hati,,"
"Iya Mas,tapi ngga boleh cepat cepat,,"
"Iya sayang,,"
Hendra pun menggerakan pinggulnya lagi,dan terus bergerak,dan sampai ahirnya Hendra pun mengeluarkan suara kemenangan.
Dea yang menahanya ahirnya bisa bernafas lega,karena Hendra sudah melakukan pelepasan.
"Ada yang sakit ngga Yang,,Maaf Mas ngga bisa ngerem tadi,soalnya tadi sangat nikmat,,"
"Ngga ada Mas,,"jawab Dea.
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua langsung tidur,karena merasa lelah dan juga mengantuk.dengan saling peluk dan badan yang masih polos,hanya di tutupi selimut,mereka berdua tidur lagi dengan nyenyaknya.
Sedang di meja makan Zara dan Oma sarapan berdua.
"Oma Papah sama Bunda kok belum keluar sih buat sarapan,,"tanya Zara saat sedang sarapan dengan Omanya.
"Mungkin mereka masih tidur,soalnya kata Mba,semalam Papah sama Bundamu pulang pagi,,"
"Emangnya Papah sama Bunda dari mana Oma,,"
"Oma aja ngga tau,,biar nanti Oma tanyakan sama Papah dan Bundamu yah,Ayo sekarang sudah siang, habiskan sarapanmu dan berangkat sekolah,,"
"Iya Oma,,"Zara Pun langsung menghabiskan sarapanya.
Setelah selesai sarapan,Zara langsung berangkat ke sekolah di antar supir.
Sedang Oma yang setiap paginya merawat tanaman bukanganya,langsung ke taman yang ada di belakang rumahnya.
Sekitar jam 9 pagi,Dea pun terbangun,Dea yang kaget sudah siang langsung membangunkan Hendra untuk bangun.
"Mas udah siang,,bangun Mas,,kamu nanti kesiangan ke kantornya,,"
"Hemmmm,,Mas masih ngantuk Yang,,"
"Tapi ini udah siang,ini aja Mas udah telat loh ke kantornya,,"
"Yang,,itu kantor Mas,jadi terserah Mas mau datang jam berapa aja,,udah kamu ngga usah pusing,,tidur lagi aja yah,,"
"Tapi kan Mas,,"
"Suuutttt,,,nga ada tapi tapian,,sinih peluk,,"Lalu mereka berdua pun tidur lagi.
**Besok ke cerita Zara dan Rizki yah kak,,semoga suka dan tidak bosan..
__ADS_1
Kak ikut bantu Like di cerita Menikah Dengan Gigolo Mamah yuk,biar Aku up lagi kalau sampai 700 like..
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih**..