
"Dek,,, Ayah tadi telfon Mas,katanya besok akan ke sini, dan Ayah membawa orangtua temanya yang akan di oprasi, Mas di suruh untuk yang tanganin,, "kataku saat ini kita sedang di kamar.
"Serius Mas,,, kapan Ayah telfonya,, "tanya istriku.
"Barusan,,, saat Mas di ruang kerja,, tapi temanya bawa anak perempuan umur 13 tahun dan Ayah bilang akan menitipkanya di sini, apa Adek setuju"
"Oh,,, gitu,, Dinda sih terserah Mas aja, lagian kalau kita ngga kasih tinggal di sini ngga enak sama Ayah, pasti ini teman bukan sekedar teman Ayah Mas, soalnya Ayah seperti sudah merencanakanya. "sambil istriku memakan potongan buah.
"Mungkin,, ya kalau Mas sih boleh boleh aja Dek, itung itung kita nolong orang kan, asal orangnya baik Mas ngga masalah, jadi Mas kirim pesan yah pada Ayah kalau kita mengizinkan, "Istriku pun mengangguk dan Aku langsung mengirim pesan pada Ayah.
"Mas vitamin Dinda udah habis loh,, dan Dinda pengin ganti susu Mas,,, "sambil duduk di pangkuanku karena sekarang Aku sedang duduk di sofa.
"Iya besok Mas belikan vitaminya, dan susunya kenapa mau ganti hemmm,,,"sambil ku usap pipinya yang sedikit tirus, mungkin karena Istriku ini belum doyan makan.
"Dinda pengin yang rasa coklat Mass,,, "sambil membendamkan wajahnya di dadaku.
"Ya udah besok Mas belikan sekalian,, sekatang tidur yuk udah malam,, "sambil ku gendong ke kasur.
"Mau nengok dede bayi ngga Mas,,,"saat Aku menidurkan Istriku di kasur.
"Apa tidak lemas,, apa Adek kuat,,? "dan Istriku hanya mengangguk.
"Tapi bentar aja yah, Mas takut Adek kram atau sakit, karena kondisi Adek belum fit,, "kataku.
"Iyaa,, "
Lalu Aku mencium bibir istriku dengan sangat pelan dan lembut, posisiku ada di atas badan Istriku tapi Aku tidak menindihnya, ciumanku turun ke lehernya, dan Aku membuat tanda kepemelikanku di leher Istriku.
"Masss,,,, uuhhh,, "suara dari mulut istriku yang membuatku makin ber*irah.
Saat Aku buka baju daster istriku, Aku langsung tersenyum saat melihat daging kenyal milik istiku, karena makin besar dan kencang, Aku melahapnya dengan rakus dan yang satunya Aku remas dengan tanganku, Istriku meremas rambutku dengan suara merdu dari mulutnya yang terus keluar.
Karena kita tidak akan main lama, jadi Aku bermain di daging kenyal istriku pun tidak lama,lalu membuka kain segi tiga milik istriku dan Aku mengusapnya, ternyata sudah basah.
Aku memposisikan adik kecilku setelah kaki Istriku Aku lebarkan,dan memasukanya secara berlahan, istriku memejamkan matanya dan suara de*ahan pun keluar. saat semuanya masuk ke dalam Aku diamkan sebentar.
__ADS_1
"Sakit ngga Dek,,? "Istriku menggeleng.
"Kalau sakit apa posisinya ngga nyaman bilang ya Dek,, "dan Istriku mengangguk.
Lalu Aku memaju mundurkanya adek kecilku secara berlahan. dan Aku juga mengubah posisiku, sekarang Istriku yang berada di atas, Istriku memaju mundurkan pinggulnya dan Aku merasakan kenikmatan yang sangat.
Daging kenyal bergerak ke atas dan bawah di depan mataku, Aku tidak menyia nyiakanya, Aku memegangnya dengan dua tanganku, dan bibir Istriku pun tak kubiarkan menganggur, Aku hisap bibir nya dan ku mainkan lidahku di mulut Istriku,, dan tiba tiba Istriku men*esah dengan panjangnya.
"Aaahhhhhh,,,,,,"rupanya Istriku sudah pelepasan, dan Istriku pun lemas, sehingga Aku tidurkan, dan sekarang giliranku untuk melakukan pelepasan, Aku memaju mundurkan adik kecilku dengan gerakan sedikit cepat, sampai ahirnya...
"Ooohhhhh,,,, nikmatttnyaaa,,, "sambil memejamkan mataku. Aku langsung menggulingkan badanku di samping istriku setelah lahar kental masuk semua dan nafas kita berdua masih memburu.
Setelah Nafas kita setabil, Aku menggendong istriku menuju kamar mandi untuk bersih bersih. dan setelah itu kita pun naik ke kasur untuk tidur, tapi sebelumnya kita minum dulu.
.
.
.
Tadi Aku menelfon menantuku untuk meminta tolong padanya ,dan dia setuju untuk menangani oprasi kakek Zara, dan Aku juga bilang akan menitipkan Zara di rumahnya karena kalau Zara di rumah sakit terus itu tidak baik karena Zara masih di bawah umur. kata menantuku akan membicarakanya dengan anaku dan Aku pun mengiyakan.
Sekitar setengah jam ada pesan masuk dari menantuku, kalau Anaku mengizinkan Zara tinggal di rumahnya. ahirnya urusan satu terselesaikan, sekarang tinggal menanyakan. kapan Kakek Zara boleh di bawa ke kota J.
Aku berniat besok pagi membicarakan dengan Mamah Zara, karena besok hari libur jadi Aku bisa datang pagi ke rumah sakit. karena sekarang sudah malam Aku pun memutuskan untuk tidur.
Pagi pagi setelah sarapan Aku bersiap akan ke rumah sakit, Aku membelikan nasi uduk untuk Zara dan Mamahnya untuk sarapan.
Sampai di rumah sakit Aku menuju kamar rawat Kake Zara. Aku mengetuk pintu dulu sebelum masuk,dan setelah itu Aku masuk ke kamar rawat Kakek.
"Pagi,,,, "kataku sambil menaro kantong kresek di meja.
"Pak Doni dah datang,, itu bawa apa Pak,, "kata Zara yang langsung melihat ke kantong yang ku bawa.
"Bapa bawa nasi uduk,, Zara makan gih,, "kataku dan Aku mendekat ke Kakek.
__ADS_1
"Pagi Kek,, "sapaku karena Aku ikut Zara memanggil Kakek karena kakek pun menyuruhku juga.
"Pagi juga nak Doni,, "Aku duduk di dekatnya, saat Aku sedang mengobrol Mamah Zara keluar dari kamar mandi, dan Dia pun tersenyum saat melihatku.
"Mah,, sinih makan kita makan nasi uduk,, Pak Doni yang bawakan, dan enak, "sambil menyuapkan ke mulutnya.
"Iya,,, Pak Doni makasih yah, maaf jadi merepotkan,,"
"Ngga repot kok,, santai aja, "lalu Zara dan Mamahnya pun makan bersama sedang Aku menemani kakek mengobrol.
Sekitar jam 10 Dokter datang memeriksa, dan Aku langsung menanyakan kapan kakek boleh di bawa ke kota J.
"Dok,, kapan Kakek boleh di bawa ke kota J,,? "tanyaku setelah Kakek di periksa.
"Secepatnya lebih baik, dan kondisi kakek sudah setabil, "jawab Dokter.
"Kalau nanti sore Saya bawa apa bisa,, dan apa perlu infus di pasang terus,,? "
"Bisa nanti sore, dan ngga perlu pakai infus, asal Kakek nyaman dan jangan terlalu cape, "Aku pun mengangguk dan Dokter pun pergi.
"Nak Doni Saya jadi merepotkan, tapi nanti kita gimana di sana, karena mengurus orang sakit seperti saya susah dan kita juga harus menyewa tempat untuk istirahat,, "
"Kakek ngga usah kuatir, semua sudah Saya urus kita nanti sore tinggal berangkat saja, "
"Pak,,, tapi Zara gimana,? "tanya Zara.
"Zara udah Bapa izinkan untuk libur sekolah, dan nanti Zara ikut, "
"Serius Pak,, "Aku pun mengangguk dan saat Aku melihat ke arah Mamahnya Zara dia menyembunyikan wajahnya saat ku tatap, dengan menundukan wajahnya dan sepertinya dia menangis.
**Besok lagi...
jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih..
Di mas Al sama Nana, Tom ketemu apem loh, jadi habis baca ini lanjut di AKU BUKAN PEBINOR ya,, trimakasih**...
__ADS_1