
Hari berlalu dan sudah dua minggu ini Tiya selalu menghindari Torik,Tiya tidak pernah ikut Iza dan Zee ke kantin,dan saat pulang sekolah saat Torik menunggu di parkiran pun Tiya langsung masuk mobil.
Janji untuk membelikan es krim pun Tiya belum memberikanya,no Torik juga di blok oleh Tiya.
Kenapa Tiya melakukan itu pada Torik, karena Iza waktu itu bilang pada Tiya.
"Kak,,Adek sepertinya suka sama Kak Torik,menurut Kaka gimana,"Tiya yang mendengarnya pura pura biasa aja padahal di hatinya merasa sedikit sakit,tapi Tiya juga sudah melihat dari tingkah laku Iza ke Torik,kalau Iza itu suka dengan Torik,jadi Tiya ngga begitu sakit mendengar pengakuan Iza,sakitnya hanya sedikit.
"Gimana apanya,"saat ini Iza sedang ada di kamar Tiya hanya untuk curhat.
"Ya gimana menurut Kaka,Adek cocok ngga sama kak Torik,terus menurut Kaka kak Torik itu suka ngga sama Iza,?"
"Kaka ngga tau,mending tanyain aja sama yang bersangkutan,kalau kalian saling suka menurut Kaka cocok aja,"
"Iihh,,,Kaka masa Adek suruh tanya ke kak Torik dia suka ngga sama Adek,ya malu lah,"
"Ya udah kalau ngga mau nanya dan bilang padanya duluan ,tunggu aja sampai dia bilang suka sama Adek,"
Dari semenjak itu Tiya benar benar tidak mau lagi bertemu Torik,Tiya berusaha untuk menghindarinya.karena tidak ingin hatinya semakin jauh menyukainya,dan juga menjaga perasaan adiknya.
Torik juga selalu merasa gelisah dan penasaran,kenapa Tiya sampai memblokir no nya dan menghindarinya terus.
Jam istirahat Torik dan Iwan menuju kantin,Torik rupanya sudah punya rencana hari ini,dan Iwan juga akan membantu rencana Torik.
Sampai di kantin biasa mereka menunggu kedatangan Zee dan Iza,karena Tiya ngga mungkin datang.
Saat mereka sudah duduk dan makan ,Torik izin pergi mau ke ruang guru,itu alasan Torik saja,tugas Iwan menahan keduanya untuk tidak kembali ke kelas dulu.
Torik menyuruh temanya memanggil Tiya,dan bilang Tiya di panggil oleh guru di ruangannya.Tiya pun percaya karena yang memangilnya terlihat tidak berbohong.
Torik menunggu di lorong arah keruang guru,dan Torik sudah melihat Tiya yang sedang berjalan sendirian,lalu Torik bersembunyi.
Setelah Tiya dekat,Torik langsung menarik tangan Tiya menuju arah gudang sekolah yang sepi.
"Aaww,,lepas,,kamu mau ngapain sih,,lepas sakit,,"Tiya berusaha menarik tanganya tapi ternyata susah karena Torik menggenggam tangan Tiya cukup kencang.
__ADS_1
"Diam lah,,hanya cara ini Aku bisa bicara dengan mu,"kata Torik yang terus membawa Tiya menuju tempat sepi dekat gudang.
Saat sampai Torik menatap Tiya,Tiya juga sama menatap Torik dengan tatapan kesalnya.
"Lepas,,kamu ngapain sih paksa Aku kesini,lepas Aku mau pergi,,"
"Ngga akan Aku lepaskan kalau kamu belum jawab bertanyaanku,,"
"Kamu tuh mau apa sih,,tanganku sakit,"sambil meringis kesakitan Tiya berkata,dan Torik melihat ke arah tanganya memang menggenggam tangan Tiya cukup kencang,lalu Torik melepasnya karena ngga tega.
Saat tangan Torik terlepas rupanya itu kesempatan untuk Tiya lari,Tiya langsung lari tapi Torik menangkapnya lagi.dan Torik memeluk Tiya dari belakang karena takut menyakiti Tiya lagi.
"Diamlah,Aku ngga mau menyakitimu,Aku hanya ingin bertanya saja,Aku mohon padamu,"Tiya ahirnya diam.
Setelah Tiya diam Torik melepaskan pelukannya.lalu membalik badan Tiya untuk menghadapnya.
"Kamu kenapa menghindari Aku terus,apa aku punya salah padamu,dan no ku juga kamu blok,ada apa denganmu kenapa kamu begitu padaku,kalau Aku salah Aku minta maaf,dan Aku mohon jangan menghindari ku ,Aku merasa sakit setiap melihatmu selalu menghindari ku terus,"Tiya hanya menunduk.
"Katakan Apa salahku Tiya,,biar Aku bisa memperbaikinya,"sambil memegang kedua lengan atas Tiya.
"Kamu ngga ada salah,Aku aja yang ingin menghindarimu,"
" Aku hanya ngga mau terlalu dekat dan akrab denganmu,itu saja,,"
"Ngga,Aku ngga percaya,pasti ada masalah lain kan,katakan ada apa,karena sebelumnya kita baik baik aja Tiya,Aku ngga mau kamu menghindariku Aku ingin lebih dekat denganmu,"
"Tapi Aku ngga mau,,Aku mau pergi ,"
"Ngga,,Aku ngga akan biarkan kamu pergi sebelum memberi tahuku kenapa kamu menghindariku ,"
"Tolong jangan paksa Aku,Aku hanya ngga mau terlalu dekat denganmu itu saja,kamu ngga ada salah dan yang lainya,Aku memang membatasi berteman dengan laki laki karena Aku ingin fokus sekolah,tolong mengertilah,jangan ganggu Aku,"kata Tiya dengan nada rendah,Torik lalu melepaskan tanganya di lengan Tiya.
"Baiklah kalau gitu,Aku ngga akan mengganggumu lagi,pergilah,,,"Tiya melihat wajah Torik yang sedih,tapi demi Iza Tiya pun harus kuat,Tiya langsung lari meninggalkan Torik yang masih berdiri mematung.
Tiya pergi dengan air mata yang mengalir di pipinya,dan Tiya juga buru buru mengusapnya agar tidak terjatuh lagi.
__ADS_1
Tiya lari ke kelasnya tanpa melihat kekanan dan ke kiri,Tiya langsung masuk kelas .
Sampai kelas Tiya menjatuhkan kepalnya di meja,"Maaf Aku menyakitimu,tapi ini Aku lakukan demi Adiku,"kata hati Tiya berkata.
Bel masuk berbunyi,Iza dan Zee masuk ke kelas,dan di kelas keduanya melihat mata Tiya yang memerah.
"Kaka kenapa,kok kaya habis nangis,?"
"Oh ini Kaka tadi kelilipan,sakit banget jadi merah deh,"
"Oh gitu,,"Tiya mengangguk.
Lengan Tiya masih merah dan sakit,tapi Tiya menyembunyikannya dari Iza dan Zee.
Iwan masuk kelas,dan Torik belum masuk,lalu Iwan,mencari Torik keluar kelas sambil bertanya pada teman temanya,ada yang memberi tau Iwan tadi Torik pergi ke arah gudang,Iwan pun langsung pergi kesana.
Benar saja Torik sedang duduk sendirian sambil melamun,Iwan mendekatinya.
"Melihat mu seperti ini sepertinya tadi ngga berhasil,udah Rok kamu itu cowo jangan lemah gini,kalau kalanya ngga dapet adiknya kan ada,mereka wajahnya sama kok ngga ada yang beda,jadi ngga masalah kan kalau kamu gaet adiknya saja,"
"Ngomong gampang kamu Wan,Aku yang merasakannya sakit,walau wajah mereka sama tapi Aku lebih suka ke kakanya,dia beda dari wanita yang lain,"
"Ya udah lah di pikirkan nanti aja yah,sekarang kita ke kelas yuk,bel udah bunyi tuh,"Torik dan Iwan lalu bangun dari duduknya ,lalu berjalan menuju kelas.
Saat pulang sekolah Tiya dan Iza juga Zee menuju parkiran,dan Torik melihat mereka langsung pergi membawa motornya.
"Kak Kenapa kak Torik langsung pergi sih,?"Iza langsung mendekati Iwan.
"Ada urusan katanya,,"jawab Iwan.
"Adek ayo pulang,"teriak Tiya saat sudah di dekat mobilnya.
"Iya,,Zee ,Kak Aku pulang dulu yah,"
"Iya,,,"jawab Iwan dan Zee.
__ADS_1
Tiya dan Iza masuk ke mobil dan.langaung pulang.
Jangan lupa like komen dan vote nya,, trimakasih..