MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Kepala Bawah Sakit


__ADS_3

Hari pun berlalu sangat cepat,Sekarang dede Akbar sudah memasuki umur 1 setengah bulan, dan sekarang sudah keligatan berisi karena kalau nen sangat kuat, sampai nennya kalau belum kempes belum mau berhenti, kadang sampai Aku cape karena memangkunya. dan kalau malam pun tidak rewel ,hanya sesekali terbangun dan minta nen, setelah di beri nen dede Akbar pun tertidur lagi.


Sekarang jam menujukan pukul 8 malam, tapi Suamiku belum ada tanda tanda pulang, memang sih tadi sore menelfon katanya akan pulang terlambat karena ada oprasi, tapi kenapa lama banget sih ngga pulang pulang, Aku jadi kuatir memikirkanya.


Dede Akbar pun sudah tidur, dan di luar sedang hujan dengan derasnya, membuatku makin takut aja.


Aku mencoba memejamkan mataku untuk tertidur, dan Aku pun ahirnya tertidur.


Aku merasakan pelukan di badanku dan membuatku terbangun, saat Aku membuka mataku dan berbalik ternyata Suamiku yang sudah pulang.


"Maaf ya Sayang, Mas membangunkanmu, "katanya sambil mencium keningku.


"Mas baru pulang,,, ?"tanyaku sambil Aku melihat ke arah jam dinding yang menggantung di tembok.


"Iya,, tadi ada sedikit masalah, jadi Mas ngga bisa langsung pulang setelah oprasi, "jawab Suamiku. Dan sekarang sudah jam 10 malam.


"Hemmm,,, Mas udah makan belom,? "tanyaku sambil Aku menempelkan wajahku di dada bidang Suami.


"Udah,, tadi di rumah sakit Mas makan,"


"Oh,, ya udah kita tidur ya Mas, "sambil Aku memejamkan mataku.


Tapi tidak dengan suamiku, dia malah asik mencumi wajahku sampai Aku tak bisa tidur.


"Masss,,, ihh geli, udah ah,,"kataku. sambil Aku dorong wajahnya.


"Dek,, Mas ngga bisa tidur nih, "


"Kenapa ngga bisa tidur sih Mas,,, Mas tuh habis kerja pasti cape, jadi sekarang Mas meremin matanya, dan diam pasti lama lama akan tertidur, "kataku sambil mengusap wajah Suamiku.


"Kepala Mas pusing nih Dek,,, "


"Mas sakit, biar Dinda ambilin obat yah,, "sambil akan bangun dari kasur. tapi Suamiku menahanku.

__ADS_1


"Bukan obat itu yang Mas butuhkan, katena yang sakit bukan kepala ini tapi yang ini, "sambil Suamiku mengarahkan tanganku ke kepala atas dan kepala yang bawah, Aku langsung kaget saat Suamiku mengarahkan tanganku ke adek kecilnya.


"Mass,,, Dinda itu belum sembuh loh, jangan macam macam deh,,, "kataku.


"Iya Mas tau,, makanya kepala Mas jadi pusing, "


"Mau Dinda bantuin ngga,, ?"Suamiku langsung tersenyum dan menganggukan kepala.


"Mau yang gimana,,,? "tanyaku.


Suamiku langsung menujuk ke pada mulutku. Yah,,,, mau gimana lagi, Suami cape kerja cari uang buatku dan keluarga. Aku harus berusaha membuatnya untuk senang biar betah di rumah dan tidak mencari kesenangan di luar.


Aku bangun dari tidurku ,Dan Suamiku merebahkan badanya dengan nyaman.


Aku buka celana pendek Suamiku, dan benar saja,adek kecilnya sudah berdiri tegak.


Aku mulai menggunakan tanganku, dan menggerakanya naik turun. Suamiku sudah mengeluarkan suara ke enakan.


Lalu setelah menggunakan tangan untuk berapa menit, Aku memasukanya ke dalam mulutku, kumainkan dengan lidahku dan Aku jilat selerti permen lolipop.


Saat Suamiku sedang ke enakan dengan permainan mulutku, tiba tiba....


Oeeekkk... Ooeeekkk...


Aku langsung menghetikan kocokan mulutku dan tanganku. Suamiku yang sudah ingin melakukan pelepasan langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


Aku lalu turun dari kasur dan mendekat ke box dede Akbar untuk mengangkatnya.


"Adekkk,,, ini gimana nasibnya adek Mass,, "sambil duduk di kasur.


"Ya mau gimana lagi, orang dede Akbarnya bangun dan pengin nen, "sambil Aku taro dede Akbar di kasur, sekarang dede Akbar udah Aku ajarin nen nya sedikit miring, agar Aku bisa sambil tiduran. kalau di pangku terus takutnya nanti jadi kebiasaan sampai besar.


Aku ikut berbaring di kasur, dan memiringkan badanku untuk menyusui dede Akbar.

__ADS_1


Saat Aku sedang menyusui dede Akbar, tiba tiba Suamiku memeluku dari belakang, dan celana pendeku di turunkanya, sehingga pan*tatku terlihat, Lalu Suamiku menggesekan adik kecilnya di pan*atku.(hayoo,,, siapa yang pernah seperti itu, saat anak nangis dan ingin nen, tapi Suami lagi minta, jadi depan di sedot dan di belakang di sodok, heheeee)


Aku hanya mengikuti permainan Suamiku, dan Aku juga sedikit geli karena gesekan dari adek kecilnya Suamiku.


Sampai ahirnya Suamiku pun melakukan pelepasan yang tumpah di pan*atku.Suamiku bangun dan mengambil tisu untuk mengelapnya, dan sebelum Suamiku masuk kamar mandi, mencium keningku dan berterimakasih, sedang Aku pun hanya tersenyum.


Setelah Suamiku sudah dari kamar mandi, Dia langsung keluar dari kamar dan mengambil minum untuknya. Dede Akbar biasanya memang jam segini pasti bangun untuk nen, Suamiku masuk ke dalam kamar sambil membawa segelas air minum.


"Sayang nih minum dulu, "ku amil gelasnya dan langsung ku minum.


"Haii,, Sayangnya Papah ngga tidur lagi,, napa hemm,,, "sambil menciumi pipi dede.


"Iya tumben banget tuh Mas, biasanya habis nen tidur lagi, kok ini malah ngga tidur tidur, "sambil Aku bangun dari duduku dan menuju kamar mandi untuk membersihkan bekas kerjaan Suamiku.


"Dede pengin main sama Papa yah,, hemmm,, "sambil di gendong dan di ayun ayun.


"Mas,,, udah dede taro kasur aja, ini udah malam, Mas tidur aja gih, besok kan Mas kerja,"kataku.


"Ngga papa Dek, Mas pengin main sama Dede Akbar dulu,"sambil tetap menganyun ayunkan dede.


Sedang Aku langsung naik ke kasur untuk merebahkan badanku. karena Aku sudah mengantuk.


Saat Aku sedang tertidur, Suamiku membangunkanku karena dede Akbar menangis, karena sudah mengantuk dan pengin nen.


Aku pun langsung memberinya nen agar dede Akbar tertidur dan tidak menangis lagi. Aku taro dede Akbar di tengah kasur sedang Aku sebelah kananya, kalau Suamiku di sebelah kirinya dede Akbar.


Ahirnya dede Akbar pun tertidur, Karena Aku sangat mengantuk dan Suamiku pun sudah tertidur, dede Akbar tidak aku pindahkan ke box.


Matahari pagi pun sudah muncul, Aku terbangun karena cahaya matahari masuk di sela sela jendela. ku buka mataku dan melihat pemandangan yang sangat indah, Anak dan Suami yang masih meringkuk tertidur dengan nyenyaknya. wajah dua orang yang sangat berarti bagiku ada di depan mata. dengan hidung serta dagu yang terbelah membuat mereka sangat mirip. ku cium kening anaku dan ku usap kepala Suamiku, rasanya sangat menyejukan hatiku.


Trimakasih atas dukungan dari kaka kaka semua, dan terimakasih juga pada kaka kaka yang masih menyukai ceritaku. jangan lupa like komen juga votenya ya kak, trimakasih..


jangan lupa juga untuk mampir ke ceritaku yang AKU BUKAN PEBINOR. trimakasih....

__ADS_1


__ADS_2