MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Olahraga Siang Hari


__ADS_3

Hendra terus saja menciumi Dea, dan Dea hanya bisa pasrah karena sudah merasa lemas untuk berontak lagi.


"Mass,, jangan di merah merahin ah,, Dea nanti malu kalau karyawan Mas ada yang melihatnya,, "kata Dea saat Hendra sibuk di lehernya.


"Iya sayang,, Mas ngga bikin merah kok,, "jawab Hendra.


Setelah sibuk di leher ciuman Hendra turun ke bawah, karena merasa terganggu dengan baju yang masih Dea pakai, lalu Hendra pun melepaskan baju yang Dea pakai satu persatu.


Setelah Dea polos, Hendra pun ikut juga melepaskan bajunya, dan mereka pun mulaih olahraga di ranjang siang hari.


Kali ini Hendra yang bekerja, sedang Dea hanya diam dan menikmatinya, Hendra dengan tidak sabaran langsung saja mengarahkan senjatanya ke arah inti milik Dea, karena belum terlalu basah membuat Dea sedikit berteriak.


"Aahhhh,,, sakit Mas,, pelan pelan,, "kata Dea.


"Iya maaf ya sayang,, Mas udah ngga tahan soalnya,, "sambil mencabutnya kembali.


Lalu Hendra pun membasahi inti Dea dengan menjil*atinya dengan lidah dan setelah cukup basah, Hendra pun mengarahkan senjatanya lagi pada inti tubuh Dea, kali ini Dea tidak kesakitan karena sudah basah.


Setelah masuk semuanya Hendra pun menggerakan pinggulnya dengan gerakan yang cukup cepat, Dengan kedua kaki Dea di letakan di atas pundaknya, Hendra seakan tak pernah punya rasa lelah kalau berhubungan dengan olahraga di atas ranjang.


"Mass,,, Dea sudah mau ke,,, keluar,, "kata Dea sambil menggigit bibirnya.


"Tunggu sayang,, kita bareng yah,, "lalu Hendra pun bergerak dengan cepat, menggerakan pinggulnya naik turun dengan cepatnya, sampai Dea menjerit jerit.


Ahirnya Dengan keringat yang membasahi tubuh mereka berdua Hendra dan Dea pun melakukan pelepasan bersama ,Hendra langsung ambruk di atas badan Dea,setelah lahar keluar menyembur rahim Dea.


"Makasih sayang,,, "sambil mencium kening Dea, sedang Dea hanya mengangguk dan dengan mata terpejam.


Lalu Hendra menjatuhkan badanya ke samping Dea, dan menaik slimut untuk menutupi badan Dea.


Setelah nafas mereka kembali normal, Hendra bangun duluan untuk bersih bersih ke kamar mandi.


"Mas,, mandi loh biar bersih, soalnya kamu tuh mau lanjut kerja, takut bau keringat,, "


"Iya sayang,,, "jawab Hendra sambil berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah Hendra selesai mandi, sekarang tinggal Dea yang bergantian masuk ke kamar mandi. Dea mandi tidak begitu lama karena perutnya sudah merasa lapar.


"Mas,,, Dea lapar, "


"Ya udah,, Ayo kita langsung pergi ke restoran,, "sambil Hendra sibuk menyisir rambutnya.


"Tapi Dea malas keluar Mas,, kita pesan aja yah, trus makan di sini aja, gimana,, "


"Ya udah Mas pesankan sekarang, sayang pengin makan apa,,? "


"Dea pengin soto daging sama kerupuk udang,, "


Hendra pun menurut dan langsung memesan lewat aplikasi.


"Sinih Mas yang sisirin rambutnya,, "sambil mengambil sisir dari tangan Dea. setelah memesan makanan.


Dea pun menurut dan duduk dengan tenang, sambil melihat Hendra yang sedang menyisir rambutnya dari pantulan kaca.


"Rambut kamu jangan di potong ya Yang, Mas suka lihat kamu rambutnya panjang segini,, "


"Ya udah yuk,, ini udah rapi rambutnya,, "


"Mas duluan aja, Dea mau pakai bedak dulu sebentar,, "


"Ya udah, Mas keluar dulu yah,, jangan lama lama dandanya,, "Dea pun mengangguk sambil tersenyum.


Lalu Hendra kelar dari kamar dan menuju meja krjanya.


Selesai memakai bedak dan pewarna bibir, Dea pun kelar dari kamar.Saat keluar kamar Dea melihat Rizki dan Hendra yang sedang bicara cukup serius.


"Sayang makananya udah datang, tuh di meja, "kata Hendra yang melihat Dea keluar dari kamar.


"Iya Mas,, "sambil berjalan menuju meja sofa.


Selesai bicara Rizki pun pamit keluar, tapi Dea menawarkan makan siang bersama.

__ADS_1


"Ki,, ayo makan siang bareng,, ?"


"Makasih Mba,, Aku makan di kantin aja,, "sambil mata Rizki melihat ke arah rambut Dea yang masih basah.


"Ini pasti benar dugaanku, mereka berdua habis main kuda kudaan, rambut mereka berdua aja masih pada basah gitu, pasti mereka habis mandi besar ini mah,,, "dalam hati Rizki berbicara.


"Ini banyak loh Ki,, takut mubazir, ayo makan bareng aja di sini,, boleh kan ya Mas,,? "Tanya Dea pada Hendra.


"Benar yang istriku bilang, ayo makan bareng.ini Saya beli makanan cukup banyak soalanya,, "jawab Hendra sambil menyuruh Rizki duduk.


Ahirnya Rizki pun ikut makan, tapi Rizki juga males juga ikut makan di situ, karena menjadi kambing congek, karena mereka berdua asik makan sambil sesekali suap suapan dan sambil becanda mesra, kan panas tuh Rizki.


"Apes amat Aku ini, niatnya mau karena makan gratis ,tapi malah jadi penonton sinetron adegan romantis gini, aduhhh nasib jomblo gini amat sihhh,,, "Rizki makan sambil ngedumel dalam hati dan ngelus dadanya.


Selesai makan Rizki akan pergi, tapi sebelum pergi Hendra menahanya sebentar.


"Ki tolong carikan sekolah SMA yang paling bagus di kota ini yah,,"


"Baik Pak,, nanti Saya carikan,,kalau gitu saya permisi dan trimakasih untuk makan siangnya,, "Hendra dan Dea pun menjawab iya, setelah itu Rizki pun keluar dari ruangan Hendra.


Selesai makan Dea akan pulang,tapi Hendra melarangnya.


"Ngga usah pulang, nanti pulangnya bareng Mas aja,, "


"Tapi kan masih lama,, Dea pengin tidur, cape rasanya pengin istirahat,,"


"Ya udah tidur kamar Mas yang itu lagi aja, kan bisa,, "


"Mas janji ngga akan ganggu,, "kata Hendra yang tau pikiran Dea.


"Bener yah,, "


"Iya,, udah sanah istirahat,, "Lalu Dea pun masuk ke kamar untuk istirahat dan tidur siang.


Jangan lupa like, komen dan votenya,, trimakasihh..

__ADS_1


__ADS_2