
Saat ini Aku, Mas Hendra dan Mamah sedang menuju ke rumah Kak Doni. Dan tadi Mamah dan Aku juga membeli buah buahan serta kue buat buah tangan.
"Papahhh,,,, "Zara yang membuka pintu langsung memeluk Mas Hendra. Aku pun langsung masuk karena Aku membawa buah tangan yang cukup berat.
"Sudah datang Dek,, ?"kata Kak Doni saat Aku masuk menuju ke dalam. Dan Kak Doni mengambil kantong yang di tanganku.
"Iya Kak,, Kak Dianya mana,,? "
"Ada di dapur,, "Aku dan Kak Doni pun masuk ke dapur.
"Sedang buat apa Kak,,? "tanyaku.
"Eh Dea udah datang,, ini. lagi bikin jus,, kamu mau ngga,,? "kata kak Dian.
"Ngga kak makasih,, Dea hanya haus pengin minum,, "sambil membuka kulkas mencari air dingin.
"Hendranya mana,,? "
"Ada di depan sama mamahnya,, tadi Zara langsung minta peluk sama Papahnya,, "lalu Kak Doni pun bilang keluar duluan, karena menyambut Mamahnya Mas Hendra , sedang Aku masih di dapur temani kak Dian.
"Mertua kamu jadi ikut De,,? "tanya Dian.
"Ikut Kak jadi,, "jawabku.
"Oh,, sukur deh,, ya udah yuk ke depan,, "
Aku dan Kak Dian lalu keluar, dan di ruang tamu kita semua berkumpul, ada Kakek juga yang sedang mengobrol dengan Mamah, sedang Kak Doni mengobrol dengan Mas Hendra, dan Zara dari tadi menempel terus dengan Mas Hendra, munggkin Zara kangen sama Papahnya karena dari kecil juga ngga pernah bertemu. Jadi sekalinya mereka bertemu ngga mau lepas.
"Acaranya jam berapa Kak,,? "tanyaku.
"Nanti jam 3 sore,, "Aku pun mengangguk.
"Kaka makananya pesan,,? "
"Iya,, kakamu ngga bolehin memasak di sini, katanya takut kaka nanti cape karena ikut ikut masak,, "
"Wah,,, kaka pengertian juga yah,, "kataku.
"Heemmm kakamu terlalu baik dan berlebihan orangnya,, "
"Itu tandanya Kak Doni cinta banget sama kak Dian,,"
"Iya,,, kak tau,trus gimana Hendra, apa kalian bahagia,,Maaf kemarin kaka ngga bisa ikut saat kamu nikah,, "
"Iya,, Dea bahagia Kak,, dan masalah kaka ngga bisa datang Dea ngerti kok,, "
Kita pun mengobrol sampai cukup lama, dan waktu acara pun akan di mulai,para tamu pun sudah berdatangan, Aku memanggil Kak Dian yang masih ada di kamar.
"Kak,,, tamu sudah pada datang, kaka di suruh keluar kata Kaka Doni,,, "kataku.
__ADS_1
"Iya,, nih kaka juga sudah siap,, "jawab Kak Dian.
Lalu kita pun keluar bersama, dan kita juga duduk bersebelahan dengan Mamah mertuaku. Sedang Mas Hendra dan Kak Doni mereka ada di belakang kita.
Rangkaian acara demi acara pun telah di lewati, dan sampailah sekarang di penghujung acara.
Setelah pembacaan doa penutup selesai, sekarang para tamu di persilakan untuk makan,,
"Sayang,, Mas mau makan dong, laper nih,, "kata Hendra sedikit berbisik.
"Bunda,, ambilin makan buat Papah yang banyak sekalian yah,, Zara pengin makan berdua sama Papah,, "Aku hanya mengangguk.
"Zara kenapa ngga ambil sendiri makanya,, kamu dah besar loh,, "kata Dian.
"Ahh Mamah,, Zara kan pengin makan sama Papah,, lagian ngga setiap hari ini,, Zara kan kangen Sama Papah,, "kata Zara sambil melendot Mas Hendra.
"Ngga papa biarin aja,, benar kata Zara kita kan jarang ketemu,, "kata Mas Hendra.
Aku membawa dua piring ,yang satu buat Mamah, dan yang satu buat Mas Hendra dan Zara yang cukup banyak isinya.
Kita pun makan bersama,Aku mengambil makan dan makan bersama di dekat Kak Doni, kenapa Aku tidak di dekat Mas Hendra karena ada Zara yang selalu menempel padanya, Aku berfikir selalu positif itu wajar karena mereka jarang bertemu.
"Kak,, tadi Adek ketemu Dedi,, "
"Ketemu di mana,,? "
"Di hotel tempat Dea menginap,, "
"Sepertinya dia lagi ke sulitan kak,, "
"Kesulitan apa,, "
"Dea ngga tau jelasnya, karena tadi kita hanya bicara sebentar, Mas Dedi hanya meminta maaf karena nyakitin Adek,, tapi dia kelihatan kurus dan berantakan,, "
"Udah lah biarin aja,, itu kan hasi dari apa yang dia lakukan pada Ade,, "
"Tapi Adek merasa kasian kak sekarang, Adek pikir dia ninggalain Adek akan hidup bahagia, tapi ternyata Mas Dedi sedang kesusahan sekarang, namanya hidup pasti ada cobaan kak,dan Dea tidak menyalahkan ke adaan kemarin, karena Dea malah bersukur bisa bercerai dengan Mas Dedi sekarang ,karena Dea justru menemukan kebahagian, "kataku.
"Tolong kak temui Mas Dedi dan bantu dia, sesakit apapun hati Ade kemarin Adek sudah memaafkanya, karena Adek sekarang juga sudah bahagia,Adek hanya kasihan padanya kak, tidak ada niatan apa apa,tolong ya Kak karena Adek juga ngga mungkin bertemu denganya lagi, karena Suami Adek ngga mungkin membolehkanya,, "
"Iya nanti Kaka akan menemuinya,, "
"Makasih ya Kak,, "kataku dan Kak Doni pun tersenyum.
Setelah acara makan selesai, para tamu pun satu persatu pada pulang, Lalu Aku membatu Kak Doni untuk membereskan rumah yang berantakan.
"Cape,,, ?"tanya Mas Hendra yang tiba tiba ada di belakangku yang sedang berselonjor sambil memijit kakiku. dan Aku hanya mengangguk.
"Sinih Mas Pijitin,, "samil duduk di dekat kakiku.
__ADS_1
"Ngga usah Mas, ngga papa kok,, "sambil menarik kakiku.
"Udah sinih,, ngga papa kok,, "sambil menarik kakiku lagi.
Saat Mas Hendra sedang memijit kakiku, Zara datang.
"Papah,,, temani Zara ke rumah temen Zara yuk sebentar, Zara mau ambil buku catatan,, "
"Emangnya ngga bisa besok,, "
"Ngga bisa Pah,, ayok,,, "sambil menarik tangan Mas Hendra.
"Udah sanah anterin Mas,, "kataku.
"Kamu ngga papa,,, "
"Ya ngga lah,, dah sonoh,, "kataku sambil menarik kakiku.
Lalu Zara Dan Mas Hendra pun pergi, sedang Aku melanjutkan memijit kakiku.
"Hendra kemana De,,? "tanya Mamah.
" Lagi Pergi nganterin Zara Mah,, "
"Kemana,,? "
"Kerumah temanya,, katanya mau ambil buku,, "Mamah pun hanya menjawah Oh,,
Sekitar habis mahrib Mas Hendra dan Zara belum juga pulang, Aku melihat Mamah yang sudah tidak nyaman, mungkin sudah ingin istirahat.
"Mamah Hendra kalau pengin istirahat ke kamar Zara aja sanah, ini Zara dan Hendra juga ngga pulang pulang,"kata kakek.
"Ngga papa Pak,, saya tunggu sini aja, siapa tau bentar lagi mereka datang,, "kata Mamah.
"Dea tadi dah telfon mah, katanya Mas Hendra sedang di jalan mau pulang,, "
"Ya udah kita tunggu aja dulu kalau gitu,, "Aku pun mengiyakan.
Setelah menunggu setengah jam, Mas Hendra dan Zara tak kunjung datang, dan Ahirnya kita putuskan untuk pulang ke hotel duluan menggunalan Taxsi onlaine.
Setelah berpamitan pada semuanya, Aku dan Mamah pun masuk mobil dan menuju hotel langsung.
"Kamu ngga marah kan sayang sama Hendra,, "
"Ngga Mah,, Dea ngerti kok,, biarkan saja mereka bersama,mumpung mereka bertemu,, "jawabku, walau pun hatiku merasa sedikit kesal.
**Jangan lupa untuk Like, komen dan votenya makasihh,,
Aku mau tanya,setelah Dinda lahiran kembar udah acara buka puasa belum yah,, aku lupa soalnya...
__ADS_1
Jangan lupa juga mampir ke cerita baruku, MANIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.