MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Keinginan Zara Kuliah Di Luar Negri


__ADS_3

Zara lalu masuk ke kamar Rizki, dan di dalam kamar sedang duduk di kasur sambil meniupi lenganya yang sudah melepuh.


"Ya Tuhan Abang,, kok udah melepuh gitu sih,, "sambil suaranya di pelankan,Zara lalu mendekati Rizki dan ikut duduk di kasur.


"Pasti sakit ya Bang,?,"tanya Zara sambil mengusapinya.


"Sekarang udah ngga begitu sakit kok, kan obatnya sudah datang,, "


"Oh iya lupa, ini salepnya,, Abang mau salepin sendiri apa mau Zara bantu salepin,, "sambil mengambil salep di kantong bajunya.


"Eemm,, kalau kamu mau, Abang penginya di salepin kamu, "


"Ya udah sinih Zara salepin,, "Zara lalu membuka salepnya dan lalu mengolesinya dengan sangat pelan, Zara juga sambil meniupinya biar ngga perih.


Zara yang terus meniupi luka Rizki, tidak sadar kalau Rizki melihat tingkahnya dengan mata tak berkedip. dan jaraknya pun sangat dekat.


"Udah selesai nih Bang, ngga boleh kena air dulu yah ,,"kata Zara lalu melihat ke arah Rizki, dan wajah mereka saling hadap dengan sangat dekat.


Lalu mereka saling pandang, Rizki makin mendekatkan wajahnya, saat bibir mereka sudah mau menempel, Zara tidak sengaja meremas tangan Rizki yang melepuh.


"Aawww,,,,sakit Zaa,, "teriak Rizki yang kesakitan. Zara yang sadar langsung melihat ke arah tangan Rizki dan melepaskan tanganya yang meremas lengan yang mepuh.


"Maaf,, maaf,, Bang, Zara ngga sengaja, sakit yah,, sinih Zara tiupin,, "Zara langsung meniupinya, dan Rizki masih meringis karena terasa sakit dan perih.


"Udah,, ngga usah di tiupin, nanti bibir kamu cape lagi niupin terus,, "sambil menarik tanganya yang sedang di pegang Zara.


"Belum ngantuk,, "Zara menggeleng.


"Mau tidur sini ngga,,? "


"Ngga,, nanti kalau Papah tau bisa di hajar kita berdua Bang,, "


"Kan kita ngga ngapa ngapain,, "


"Iya,, tapi orang mana tau,, pasti ngga percaya lah,, "


"Ya udah Zara kekamar dulu yah, ini salepnya di taro meja, biar nanti kalau mau pake ngga susah nyariinya,, "

__ADS_1


"Tunggu,, Abang rasanya pengin berdua dengan kamu kaya gini terus,, jangan pergi dulu bentar lagi aja yah,, "sambil memegang tangan Zara.


"Tapi bentar aja yah,, soalnya takut ada yang lihat,, "Rizki mengangguk.


Posisi Rizki duduk di kasur dan Zara berdiri, lalu Rizki menarik Zara agar duduk di pangkuanya. Dan Zara menurut duduk di pangkuan Rizki dengan posisi membelakangi Rizki, lalu Rizki sambil memeluknya.


"Za,, "kata Rizki


"Hemm,, kenapa,, "jawab Zara sambil memegang tangan Rizki yang memeluk perutnya.


"Kamu udah kelas 12 dan bentar lagi kuliah, apa masih belum mau menjadi kekasih Abang, "sambil wajah Rizki di benamkan di punggung Zara.


"Apa setatus bagi Abang sangat penting,?"


"Iya,, itu sangat penting, karena ada kepuasan tersendiri,, "


"Bukanya Abang bisa melihat dari sikap Zara selama ini,,, "


"Iya Abang bisa melihatnya, tapi tetap Abang ingin dengar apa jawaban kamu tentang perasaan Abang padamu,, "Zara lalu menggeser dudukya jadi miring tidak lagi memunggunginya.


Zara lalu memegang pipi Rizki dengan kedua tanganya,sambil tersenyum manisnya.


"Apa karena Papahmu, kamu takut Papahmu tak merestui kita,, "sambil tangan Rizki memegang tangan Zara yang ada di pipinya.


"Iya itu salah satunya,dan ada satu lagi yang Abang belum tau,, "


"Apa itu,, ?"


"Zara akan kuliah di luar negri, ini juga keinginan Zara.dan juga Papah sangat mendukungnya,, "Rizki langsung lemas dan menundukan wajahnya dan melepas pelukanya. lalu mereka berdua diam sesaat.


"Saudah malam,, sanah ke kamarmu, dan tidurlah,, "Zara hanya mengangguk dan berjalan pelan menuju pintu, saat sampai di pintu Zara melnengok ke arah Rizki, tapi Rupanya Rizki sudah merebahkan badanya dan matanya melihat ke atas.


Rizki di kamar tetap diam,rasanya Rizki tidak karuan, sedih bercampur kecewa, dan hanya Rizki yang merasakanya.


Saat pagi hari Rizki tetap ada di kamar, rasanya malas untuk keluar, hanya ingin tiduran saja, rasa lapar pun tidak di rasakanya.


"Rizki dari tadi ngga kelihatan Hen,,? "tanya Oma.

__ADS_1


"Iya,, masih tidur kali Mah,, "jawab Hendra.


"Tapi ini sudah jam 10 loh,, udah cukup siang, apa dia ngga lapar apa,,? "saat Ini oma, Hendra, Dea dan Zara sedang duduk di teras belakang vila,mereka sedang menikmati udara yang sejuk .


"Mba,, mba mimin,, tolong bangunkan Rizki, dan bilang suruh sarapan ,,"


"Iya Pak,, "jawab Mimin. sedang Zara juga dari tadi dia huatir, tapi tak berani bilang, dan Zara juga sudah menelfon juga kirim pesan, tapi tetap Rizki ngga mau angkat atau membalas pesanya.


Rizki yang pintunya terus di ketuk lalu membukanya.karena merasa berisik.


"Ada apa sih Min,, berisik tau ngga,,? "sambil mengucek matanya.


"Mas Rizki baru bangun yah,, itu Mimin di suruh Bapa katanya Mas Rizki di suruh sarapan, ini sudah siang, takutnya nanti Mas Rizki sakit,, "


"Oh,, iya saya baru bangun,, Min saya malas makan sendiri di meja makan, tolong kamu ambilkan yah, nasinya sedikit aja jangan banyak banyak,, saya mau ke kamar mandi dulu,, "


"Iya Mas, Mimin akan ambilkan,, "


"Makasih ya Min,, "Mimin mengangguk lalu pergi dari kamar Rizki, sedang Rizki masuk menuju kamar mandi.


Mimin mengambilkan makan buat Rizki di piring, dan saat itu Zara pas masuk ke dalam.


"Itu buat siapa Mba,,? "tanya Zara.


"Buat Mas Rizki non,, katanya mau makan di kamar aja, dan Mimin di suruh ngambilin,"


Lalu Mimin pun pergi ke kamar Rizki sambil membawa piring, dan Zara melihatnya terus, saat Mimin mengetuk pintu Rizki membukanya dan mengambil piring yang Mimin bawa. Zara terus menatapnya tapi Rizki yang sebenarnya tau Zara sedang menatapnya pura pura tidak melihat.


Sore pun datang, Rizki di tefon Hendra untuk membantunya beres beres, karena Oma ternyata demam, jadi Hendra memutuskan untuk pulang ke kota saja.


"Ki,, ini di mobil yang kamu bawa yah,, setelah rapi kita langsung berangkat aja, biar sampai kota tidak kemalaman, Saya mau bawa mamah langsung ke rumah sakit,, "


"Iya Bos,, "Rizki lalu menata semua barang, dan juga pak sopir.


Satujam semuanya sudah siap dan akan berangkat.


"Za kamu duduk di belakang, jagain Oma yah, "kata Hendra pada Zara yang baru akan berjalan ke arah mobil.Zara hanya mengangguk lemah dan menjawab iya.

__ADS_1


Zara lalu duduk di bangku belakang, Rizki pun tetap diam, seperti tak memperdulikanya. Mobil pun berjalan, yang duduk di depan bersama Rizki adalah Mimin.


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih ...


__ADS_2