
Pagi pun datang, Zara dan Mba Mimin
"Mba,, ke kamar Abang sanah, lihat sudah bangun belum,, "kata Zara sambil memakai bedak.
"Iya Non,, "Jawab Mba Mimin, lalu Mba Mimin keluar dari kamar.
Zara lalu lanjut memakai bedak,setelah itu mengambil hpnya dan menelfon Bundanya.
Sekitar 10 menit Mba Mimin kembali dan mengatakan kalau Rizki baru bangun, dan sekarang sedang mandi. Lalu Zara memain game di hpnya karena menunggu Rizki yang lama.
Pintu di ketuk dan ternyata Rizki yang datang.
"Ayo kita berangkat,, "kata Rizki, Zara lalu bangun dari duduknya dan langsung berjalan melewati Rizki tanpa menjawab ajakan Rizki.
"Iya ayo Mas,kita sarapan dulu kan Mas sebelum pergi,, "Mimin yang langsung mendekati Rizki.
"Iya kita sarapan dulu,, "
Lalu mereka bertiga turun mengunakan lif, dan menuju lestoran Hotel.samapi Lestoran Zara langsung mengambil makanan buat sendiri, Rizki yang merasa di cuekin mendekat ke Zara.
"Kenapa dari tadi cuekin Abang terus,,masih marah,,? "Rizki berbicara pada Zara saat mereka sedang mengambil makan. dan Zara tetap diam.
"Jangan diemin Abang gitu,Abang minta maaf yah, Abang ngaku salah, Abang ngga akan begitu lagi,, "
"Janji,, "kata Zara.
"Iya Abang janji,, jangan marah lagi yah,, "sambil mengacungkan jari kelingkingnya, lalu Zara pun mengaitkan jari kelingkingnya.
Lalu mereka berdua tersenyum, dan mencari
tempat duduk bersama, sedang mba Mimin sedang mengambil buah buat cuci mulut.
"Bang,, belum ambil minum yah, Zara ambil dulu yah,, "
" Biar Abang yang ambil aja, kamu duduk dan tunggu di sini,, "Zara lalu menurut, dan Rizki pergi mengambil minum.
Rizki mengambil minum, dan membawa dua gelas, lalu kembali lagi ke meja. mereka bertiga lalu makan bersama.
__ADS_1
Selesai makan mereka langsung mencari taxsi untuk menuju kampus yang ingin di lihat Zara. pertama Rizki membawa Zara ke kampus Singapure Institute Of Management, di situ Zara melihat kampusnya yang cukup bagus, dan setelah sekitar setengah jam melihat kampus itu, Rizki membawa Zara ke kampus Singapure University Of Technology and design.
Lalu Rizki juga mengantar ke kampus lainya, sampai siang mereka bertiga memcari kampus yang Zara inginkan, tapi Zara belum menemukan yang cocok.
"Kita makan dulu ya Za,, ini udah waktunya makan siang, "
"Iya udah ayo Bang,, "
Lalu Rizki mencari tempat makan siap saji, dan tidak jauh dari situ ada.Rizki pun mengajak Zara dan Mba Mimin untuk makan.
Zara dan Mimin di suruh duduk, sedang Rizki yang memesan makanan.
"Bang,, kita pulang ke Hotel aja ya habis makan,, "saat mereka sedang makan.
"Emang udah ngga mau lihat kampus lainya,?"
"Ngga ah cape,, kata Abang kampusnya makin jauh lagi kan,,"Rizki mengangguk.
"Iya Non kita pulang ke Hotel aja, Mba Mimin udah cape,, kakinya sampai pegel lagi,, "
"Iya Mba, kaki Zara juga pada pegel,, "
Mereka bertiga lalu menghabiskan makanya,setelah selesai makan Rizki lalu mencari taxsi ,setelah dapat mereka naik dan pulang ke Hotel.
Mimin duduk di depan bareng supir, sedang Rizki dan Zara duduk di belakang, Zara memijit kakinya karena merasa pegal.
"Masih pegal,, "Zara mengangguk.
"Mau Abang pijitin,, "kata Rizki dan Mimin yang mendengar langsung menengok ke belakang.
"Ngga,, ngga usah, makasih ,"sambil membenarkan kakinya.
Mimin dari tadi seperti memperhatikan Zara dan Rizki ,membuat Zara lebih menghindari Rizki.
Lalu Zara mengirim pesan pada Rizki dan bilang kalau Mimin dari tadi seperti sedang mengawasinya. Rizki pun membalasnya dan bilang Iya,,
Sampai di Hotel Rizki masuk ke kamarnya,dan Zara juga Mimin juga masuk ke kamarnya juga.
__ADS_1
Mimin langsung menjatuhkan badanya di kasur, dan Zara pun sama.
"Yang,, nanti kalau Mimin tidur ke kamar Abang yah, biar kakinya di pijit,, "
"Ngga ah Bang, Zara takut mba Mimin tau, sepertinya Mba Mimin sedang mengawasi kita, mungkin Mba Mimin sudah curiga karena suka langsung tidur gitu,, "
"Masa sih,, kayanya ngga deh Yang, kayanya Papahmu yang menyuruh untuk mengawasi kita, karena tadi Abang mendengar Mimin menerima telfon dari papahmu,, "
"Masa sih Bang,, kapan Papah telfonya,, ?"
"Saat kamu sedang lihat kampus yang kata kamu paling besar,, "
"Oh iya,, pantas Mba Mimin menghidar ya Bang, "
"Iya,, ya udah sini gih kalau Mimin tidur, Abang cuman mau pijitin kaki kamu aja Yang, takut pegal besok kita ngga bisa jalan jalan lagi,"
"Iya juga ya Bang,, kalau kaki Zara sakit, besok ngga bisa jalan jalan dong, kan besok hari terahir kita di singapur,, "
"Iya makanya ke sini, ini Abang aja lagi mijitin kaki Abang,, "
"Iya,, Zara nunggu Mba Mimin tidur nyenyak dulu, "
Lalu Zara pun pura pura tidur setelah meletakan hpnya di meja, Mimin rupanya memang sedang mengawasi Zara karena Hendra menelfon untuk melihat kegiatan Zara di singapur. Setelah melihat Zara tidur Mimin pun ikut tidur karena merasa mengantuk sejak tadi tapi di tahanya.
Zara membuka matanya saat Mba Mimin sudah tidur, dan sudah terdengar dengkuranya, Zara berjalan dengan pelan, dan langsung keluar dari dari kamar, dan menuju kamar Rizki.
Zara lalu mengetuk kamar Rizki, dan Rizki langsung membukanya.
"Mimin udah tidur,,? "tanya Rizki saat Zara sudah masuk.
"Udah,, makanya Zara langsung ke sini, "
"Oh,,kamu mau duduk di sofa atau di kasur, biar nyaman saat di pijit,, "
"Di kasur aja ya Bang, biar Zara sambil tiduran,, "
"Ya udah Ayo,, "lalu Zara dan Rizki ke kasur, Zara langsung merebahkan badanya dengan posisi tengkurap, sedang Rizki mengambil minyak gosok untuk memijit kaki Zara.
__ADS_1
Rizki pertama menijit telapak kaki Zara, dan dua duanya di pijit, Zara merasakan enak karena memang kakinya pegal. pijitan Rizki lalu makin ke atas, di betisnya.Zara rupanya sampai tertidur.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..