MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Calon Bidadari Surganya Mas


__ADS_3

"Maaf ya Si,,, tapi emang kak Aldo tidak bohong, "aku lihat Sisi yang kebingungan mendengarkan perkataanku.


"Aku makin ngga ngerti, tolong jelaskan dengan bahasa yang bisa aku mengerti, "


"Mas Agung dia adalah mantan suami ibu Dinda,dan mereka sekarang sudah berpisah,karena ibu sering pergi bekerja keluar kota membiat Dinda kesepian dan Mas Agung lah yang menjadi teman curhat dan teman bercerita, tapi makin lama Dinda semakin nyaman dan sayang,ahirnya timbul rasa cinta tapi rupanya Dinda tidak bertepuk sebelah tangan karena Mas Agung juga merasakan perasaan yang sama dengan Dinda. Jadi kita pun menjadi sepasang kekasih, "kataku.


"Gilaa,,, ini mah Din, jadi kamu mau menikah dengan matan papah tiri kamu, "aku hanya menganggukan kepalaku.


"Trus ibu mu gimana,? apa memberi restu apa kamu kabur karena tidak dapat restu, ?"


"Tadinya Ibu Dinda sangat marah, sampai Dinda pindah kampus itu gara gara masalah hubunganku dengan Mas Agung, "


"Oh,,, jadi kamu pindah gara gara masalah ini, "aku menganggukan kepalaku, "Trus sekarang ibumu udah merestuin kamu,kok bisa..., ?"


"Ya karena Dinda dan Mas Agung selalu berusaha meminta restu, dan berkat bantuan ibu Mas Agung juga sih yang meyakinkan ibu Dinda, dan ahirnya ibu Dinda merestui kami, "kataku.


"Adek,,, udah pesen minum belum, "tiba tiba suara yang sangat aku kenal ada di sampingku.


"Belumm,,, "kataku sambil mendokakan wajahku.


"Sisi mau pesen minuman lagi ngga,biar saya


pesankan sekalian, "sisi langsung menggelengkan kepala sambil menjawab, "Ngga usah pak, ini sudah cukup trimakasih, "lalu papah duduk dan memanggil pelayan untuk memesan minuman untuk kita berdua.

__ADS_1


"Adek mau minum apa,,,? "


"Dinda mau jus mangga aja, "


Papah memesan jus mangga untuku dan segelas kopi susu untuk papah.


Kita ahirnya mengobrol bertiga,tapi aku melihat Sisi sepertinya merasa kurang nyaman, mungkin karena papah adalah dosenya, dan terkenal dosen yang paling tegas dan juga paling cuek.


Ahirnya Sisi berpamitan untuk pulang dulu, karena ada keperluan lain.sedang aku dan papah masih merasa lelah dengan kegiatan hari ini membuat kita ingin duduk santai lebih lama lagi.


Sejam kemudian kita pun memutuskan untuk pulang, karena papah ingin aku memasakan udang saus tiram untuk makan malam nanti.


Sekarang kita sudah sampai apartemen papah, dan kita berdua langsung membongkar belanjaan dan menatanya di kulkas dan di rak atas kompor.


Selesai merapikan semuanya, aku langsung memasak udangnya, sedang papah masuk ke kamarnya katanya mau mandi.


Aku merasakan tangan melingkar di perutku,dari cara memeluk dan baunya pun aku sudah sangat hafal ini adalah papah, lagian kalau bukan papah siapa lagi orang ngga ada orang lain lagi selain kita berdua hehee...


"Wangi banget sih masakanya,, "sambil mencum rambutku papah bicara.


"Ya udah kita makan yuk Mas,, "kataku.


"Ini lepas dulu dong tanganya.Dinda susah jalanya Mas,, "

__ADS_1


"Iyaa,,, ini Mamas lepas, "sambil menggandeng tanganku menuju meja makan.


Kita pun makan malam bersama, aku melihat papah makan seperti orang kelaparan, sangat banyak mengambil lauknya.


"Makanya pelan aja sih Mas,, ngga ada yang minta juga, "kataku.


"Ini sangat enak dek,, "jawab papah sambil menyuapkan sendok yang berisi nasi dan udang ke dalam mulutnya.


Selesai makan aku membereskan piring kotor, sedang papah yang kekenyangan langsung duduk di sofa.


"Mas,, Dinda pulang dulu yah, ngga enak sama ibu kalau pulangnya kemalaman, "kataku.


"Tunggu sebentar lagi lah dek, nanti Mas yang antar, "kata papah. Lalu aku duduk di sebelahnya.


"Ngga usah,, biar Dinda naik taxsi aja, Mas pasti cape seharian abis muter muter, "jawabku.


"Ngga akan pernah cape kalau nganterin calon bidadari surganya mas ini, "sambil memeluku dari samping papah bicara.


"Alah,,, gombal aja, "jawabku sambil ku menamkan mukaku di dada papah.


"Kapan mas pernah ngegombal, emang ini kan calon istri Mas yang akan nemenin Mas di dunia dan aherat nanti, "sambil mencium rambutku.


"Amin,, semoga hanya maut yang bisa memisahkan kita, "sambil aku mengusap pipi papah dan papah pun tersenyum.

__ADS_1


**Ahirnya aku bisa up juga, bela belain buat kaka kaka semua yang suka ceritaku, padahal rasanya aku sangat lelah karena habis pergi.


Jangan lupa like, komen dan votnya yah kak, biar aku tambah semangat nulis,maaf cuman sedikit nulisnya.🙏🙏😘😘**


__ADS_2