
Sekarang Sudah satu minggu dari kejadian itu, Aku sudah lebih baik dan sudah sehat. Pagi ini Aku, suami dan anaku akan pergi ke rumah Ayah dan Ibu.karena dari kemarin belum sempat main ke rumah Ibu, untuk menjenguk.
"Mas,, bangun.Kita jadi kan ke rumah Ibu,? "sambil ku usap kepala Suamiku.
"Iya Dek,,, jadi, tapi tunggu bentar Mas masih mengantuk, "tanganku di ambilnya dan malah di peluk.
"Ih,,, Mas ini tangan Dinda lepas ah, Dinda mau bangunin Akbar dulu,"Suami ku pun melepaskanya.
Setelah itu Aku langsung keluar dari kamar dan menuju kamar Akbar. Saat ku buka kamar Akbar, rupanya Akbar sudah bangun dan sedang duduk di kasur sambil mengucek ucek matanya.
"Eh,,, Anak Mamah dah bangun nih, "sambil Aku masuk dan mendekatinya.
"Udah dong Mah,, kita jadi ke rumah kakek nenek kan,? "
"Jadi,,, ya udah sekarang Akbar mandi dulu yuk, biar kita cepat ke rumah neneknya, "sambil ku gendong menuju kamar mandi.
Aku pun memandaikan anaku, setelah selesai Aku memakaikan bajunya juga.
"Mamah mau bangunin Papah, Akbar ke mba siti yah minta bikinin susu, "kataku setelah Akbar rapi.
"Iya Mah,,, "kita pun keluar dari kamar Akbar dan langsung menuju ke dapur untuk bilang mba Siti bikinin Susu untuk Akbar.
Setelah Akbar duduk di meja makan sambil Aku beri cemilan biskuit,Mba Siti pun membikinkan susu, Aku langsung menuju kamar untuk membangunkan Suamiku.
"Mas,,, Dinda mandi dulu aja yah, "setelah masuk kamar dan melihat Suamiku yang masih tidur dengan nyenyaknya.
"Heeemmmm,,, "hanya suara deheman yang keluar.
Aku mandi dengan cukup lama,karena Aku kemaren hanya mandi sekilas dan kemarenya lagi hanya di lap, jadi sekarang Aku mandi dengan memakai lulur dulu dan memijat tangan serta kakiku dengan lulur agar kotoran di badanku rontok.
"Dek,,,, udah belum mandinya, Mas pengin pipis nih,,, ?"sambil menggedor pintu kamar mandi suamiku berteriak.
__ADS_1
"Iya,, tunggu bentar,, "sambil masih telanjang Aku berjalan membukakan pintu untuk Suamiku.
Saat Aku buka pintu kamar mandi, Suamiku bukanya langsung masuk malah melihat ke arahku terus, saat Aku melihat arah mata Suamiku Aku baru sadar ternyata Suamiku sedang melihat badanku yang masih telanjang dan sedang di pakai lulur.
"Ih,, Mas mau masuk ngga nih, Dinda tutup lagi aja nih pintunya kalau Mas ngga mau masuk,,, "sambil Aku pegang pintu.
"Iya,,, Mas masuk, lagian Adek kenapa pagi pagi udah bikin otak Mas jadi ngeres gini, "sambil masuk dan langsung kencing. Sedang Aku masih sambil menggosok tanganku.
"Itu sih dasar otaknya Mas aja yang pikiranya mesum,orang Dinda lagi mandi ya pasti telanjang dong,, "kataku.
"Mau Mas bantuin ngga Dek,, sinih punggung Mas yang gosokin yah, "sambil membalik badanku agar memunggungi Suamiku. Aku pun memberikan lulurnya pada suamiku agar menggosok punggungku.
"Dek,,, kenapa punggung Adek tuh mulus banget gini yah, bikin Mas nggga tahan kalau suruh ngusapin kaya gini terus, adek kecil mas bangun nih Dek,,, "
"Ngga usah macam macam deh Mas, Dinda itu belum sembuh, Mas harus puasa 40 hari, jadi harus tahan, "sambil Aku tersenyum.
"Adek tuh sepertinya senang sekali ngelihat Mas tersiksa begini, bantuin dong Dek bentar aja,,, "sambil melepaskan celana pendeknya dan benar saja adek suamiku sudah berdiri tegak.
Sedang Suamiku dengan menggunakan tangan juga sabun dia bersolo ria, sebenarnya kasihan, Aku lihat aja nanti sampai selesai mandi sudah beres belum, kalau belum terpaksa Aku membantunya.
Aku memakai handuk dan sudah selesai Mandi, sedang Suamiku masih saja bermain dengan adik kecilnya.
"Kalau ngga mau keluar ya jangan di paksa Mas, kasian adekmu itu,,, "kataku.
"Uuhhh,,, Dek orang bentar lagi, Adek tolong sinih bentar, "Aku lalu mendekatinya.
"Adek duduk di situ biar Mas bisa mengeluarkanya dengan cepat,,, "Aku pun menurut dan duduk.
Saat Aku duduk Suamiku mencium bibirku dengan rakus, karena sepertinya akan sebentar lagi, karena ahirnya Aku kasihan,Aku pun membantunya, sekarang tanganku yang memegang adik kecil Suamiku dan Suamiku makin bebas menciumi bibirku.
"Oohh De, enakkk,, bentar lagi Dekkk.... "
__ADS_1
"Aaaaahhhhh,,,, "tumpahlah semua dan tanganku pun penuh oleh cairan kental itu.
"Makasih sayang, Cup... cup.... "sambil menciumi keningku.
Aku membersih kan tanganku, sedang Suamiku langsung Mandi. setelah Aku selesai Aku keluar dari kamar mandi dulu dan memakai baju.
Aku memakai rok selutut dan kaos yang sedikit ngepas di badanku, Aku mengoleskan crem di wajahku dan bekas kebiruanku sudah hilang, tapi kalau piliku di tekan masih merasakan sakit. Kejadian ke maren Aku tidak memberi taukan pada Ayah Ibu ku, Aku takut mereka jadi pikiran, yang penting sekarang Aku sudah baik baik saja.
"Dekk,,,, kok pakai baju kaya gitu sih,? "saat baru keluar dari kamar mandi.
"Loh,,, emangnya kenapa Mas, kita mau ke rumah Ibu ini kan,? "
"Tapi Adek keliatan sexsi banget Dek,,,"
"Ngga usah lebay deh Mas, ini pakai bajunya buruan di pakai, kita udah kesiangan loh,,, "
Suamiku pun langsung memakai baju, dan Aku keluar dulu menuju dapur untuk melihat sarapan, Anaku suadah ada di ruang tv sedang menonton kartun.
"Mas ini sarapanya, di makan dan ini juga teh manis hangatnya, "kataku saat Suamiku sudah duduk di bangku meja makan.
"Iya,,, "kita pun sarapan bersama.
"Dek,,, Ayah dan Ibu belum tau kejadian kemaren kan,,,? "Aku hanya mengggeleng.
"Jangan kasih tau yah, Mas ngga enak sama orang tua Adek, Mas malu sebagai Suami nggga bisa jagain Istinya, "
"Iya,, Dinda ngerti kok Mas, Mas juga jangan salahin diri Mas terus tentang masalah ini, semua ini sudah kehemdak dari yang di atas, Dinda aja iklas menerima cobaan ini Mas, kita sekarang harus saling percaya dan menjaga komunikasi agar kedepanya ngga akan ada kejadian seperti kemaren lagi, "kataku. Suamiku pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
**Maaf kalau ada tempo, karena masih sedikit lemas jadi kalau ada kata atau tempo maklumin yah,
Jangan lupa untuk like komen dan votenya ya kak, Trimakasih**....
__ADS_1