MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Akbar Menggenggam Tangan Vivi


__ADS_3

Vivi kembali ke sofa setelah tangan Akbar terlepas,Vivi merebahkan badanya di sofa,dan Vivi melihat ke arah Akbar ,ternyata Akbar sedang melihat ke arahnya,Vivi yang merasa malu karena di tatap Akbar lalu tidurnya menghadap sandaran sofa.


Akbar tersenyum tipis sebelum memejamkan matanya untuk tidur.Akbar dan Vivi lalu lanjut tidur.


Pagi harinya Vivi sudah bangun duluan,Vivi ke kamar mandi dulu untuk cuci muka juga sikat gigi,setelah selesai Vivi merapikan Meja dari laptop juga kertas kertasnya,setelah itu Suster masuk untuk mengganti kantung kencing Akbar dan juga mengecek cairan infus.


Akbar lalu terbangun karena merasa ada suara,Setelah selesai susterpun keluar.


"Vi,,Aku mau minum,,"Vivi lalu mengambilkan minum untuk Akbar dan membantunya.


"Sekalian makan mau,,"


"Entar dulu,Aku baru bangun ,rasanya belum enak,,kamu cari sarapan aja dulu sanah,"


"Entar aja Den,nunggu Ibu datang,Aden ngga ada yang jagain,"


"Ngga papa,Aku sendiri juga ,sanah pergilah,,"


"Saya sudah makan roti kok Den,jadi belum lapar,"


Vivi mengupaskan buah apel untuk Akbar,setelah selesai Vivi lalu menyuruh Akbar makan.


"Aku mau sukat gigi dulu,mulutku rasanya ngga enak,,"


"Saya siapkan dulu ya Den,,"Akbar mengangguk.


Vivi masuk ke kamar mandi,lalu mengambil sikat gigi dan odolnya,sambil membawa baskom.


Vivi dengan tlaten membantu Akbar,dan yang menyikat gigi Akbar pun Vuvi,Akbar hanya buka mulut.Setelah selesai Akbar berkumur dengan air minum.


Vivi juga mengusap bibir Akbar dengan handuk kecol,mata mereka saling tatap dan keduanya saling.lempar senyum.


"Makasih ,,,"Vivi hanya mengangguk.


Vivi merapikan Baskom juga sikat gigi dan odolnya ke kamar mandi.lagi,setelah selesai Vivi duduk di samping Akbar,lalu menyuapi makan.


"Sudah selesai skripsinya,,?"


"Tinggal dikit lagi,,"


"Kapan sidangnya,,?"


"3 hari lagi,,"


Vivi masih menyuapi Akbar,dan ahirnya bubur pun habis,lalu Vivi menyuapi buah apaelnya.


"Enak juga yah sakit,jadi ada yang urusin,,"


"Tetep aja sakit ya ngga enak Den,Aden jadi ngga bebas gerak ,rasain sakit,dan ngga bisa pergi ke mana mana,,"


"Iya juga sih,tapi ada enaknya juga kan sakit,ada yang perhatiin gini,,"


"Emang seneng di suapin gini,"


"Ya seneng apa lagi di suapi kamu,,"Vivi tersenyum tipis,dan pipinya merah langsung.


Apel pun sudah habis,Vivi lalu mengusap bibir Akbar dengan tisu basah,saat Vivi masih mengusap bibir Akbar,Dinda datang bersama Agung dan langsung masuk.


"Pagi,,"


"Pagi Bu,Pak,,"Vivi lalu memundurkan badanya.


Dinda sambil menuntun Agung mendekati Akbar.

__ADS_1


"Gimana sayang,,sudah lebih baik,,?"tanya Dinda.


"Sudah mendingan Mah,,Papah gimana kakinya,?"


"Masih sakit,ini Papah mau ronsen,"jawab Agung.


"Mamah mau temani papah dulu yah,kamu sama Vivi dulu ngga papa kan,"


"Iya Mah ngga papah,Mamah antar papah dulu aja,"


Pak supir masuk,dan memberikan kotak makan dan juga baju buat Vivi.


"Vi ini dari Bibi kamu,"


"Makasih ya Mang,"


"Iya,,"Pak supir lalu pergi keluar lagi.


"Vi kamu makan dulu gih,ini udah siang,"


"Iya Bu,,"Vivi lalu makan di sofa,sedang Dinda dan Agung memeriksa luka luka Akbar.


Setelah Vivi selesai makan,Dinda dan Agung lalu pergi untuk memeriksakan kaku Agung .


"Den,,tadi Aden belum minum obat,minum obatnya dulu nih,"


"Iya,,"Vivi membantu Akbar minum obat.


Setelah Akbar minum obat,tidak lama Akbar tertidur,Vivi lalu mandi,selesai mandi Vivi lanjut menyelesaikan skripsinya.


Dinda sudah datang bersama Agung,lalu Vivi di suruh pulang,dan Vivi nanti malam suruh datang lagi untuk menjaga Akbar lagi.


Vivi pun pulang di antar pak supir,dan tidak pamit pada Akbar,karena Akbar sedang tidur.


"Siang Mah Pah,"kata kembar bersamaan,lalu cium tangan kedua orang tuanya.


"Kalian langung kesini,?"


"Iya Mah,pengin jenguk Abang,"


"Abang masih tidur,jangan berisik,"


"Iya Mah,,kaki papah gimana,udah di periksa kan Pah,?"tanya Fatiya.


"Udah,Tulangnya ngga papa,cuman terkilir aja"


"Sukur deh Pah,,"


Akbar bangun dari tidurnya karena mendengar suara adik kembarnya.


"Adek,,"kata Akbar langsung memangil Adek adeknya.


"Abang,,Abang udah bangun,,"


"Iya,kalian udah dari tadi,,?"


"Belum Bang,Adek baru 10 menitan palingan,Abang gimana,sudah lebih enakan,?"


"Sudah lebih baik,,gimana sekolahnya,,?"mulut berbicara matanya tapi seperti mencari seauatu.


"Ya seperti biasa,lancar lancar aja,,"


"Abang cari siapa,,?"Tanya Fatiya yang melihat Abangnya seperti mencari seseorang.

__ADS_1


"Mamah sama Papah tuh di sofa,"Akbar hanya tersenyum.


"Mungkin dia pulang,kok ngga pamit sih,,"Kata Akbar dalam hatinya.


Satu keluarga berkumpul sambil mengobrol dan becanda,untuk menghibur Abang.


Jam 5 sore Vivi datang,lalu Agung,Dinda dan kembar pun pulang.


"Mamah sama papah pulang yah,besok Mamah datang lagi,"


"Iya Mah,,"


"Abang kita pulang yah,,"kata kembar.Akbar menjawab Iya.


Semuanya pun pulang,sekarang tinggal ada Vivi dan Akbar.keduanya saling lempar senyum saat mata mereka bertemu.


"Kenapa tadi pulang ngga bilang,?"


"Aden tadi lagi tidur,masa Saya bangunin,"jawab Vivi sambil duduk di sebelah Akbar.


"Tanganku kenapa kesemutan ya Vi,rasanya ngga enak banget,"


"Yang sebelah mananya Den,,?"


"Ini yang di infus,,"


"Ranjangnya sedikit di naikin mau,biar lebih enak,,"


"Boleh deh coba,,?"Vivi menekan tombolnya,dan Akbar pun lebih enakan karena terangkat kepalanya.


"Gimana,,?udah enakan belum,,?"


"Udah,,"Vivi menganguk,lalu Vivi pindah duduknya,Vivi rupanya memijit tangan Akbar yang semutan.


"Enak,,,"Akbar mengangguk.


"Kok kamu bisa mijit sih,ini enak banget,tanganku jadi ngga begitu kaku dan ngga kesemutan lagi,"


"Sukur deh kalau enakan,"Vivi memijit dari jari jarinya,lalu ke lengan dan ke pundak juga,Vivi memijitnya ngga pakai tenaga kuat,karena takut Akbar kesakitan.


"Vi,,pundak satunya lagi dong,"Vivi menurut,karena lengan Akbar yang kiri luka,jadi Vivi hanya memijit pundak saja.


Setelah memijit pundaknya,Vivi kejari jarinya,agar tidak kaku.


Vivi melakukanya dengan sangat pelan,karena takut Akbar kesakitan.


"Sekarang kakinya yah,,"Kata Vivi pindah ke kaki memijitnya.


Akbar merasa keenakan saat tangan Vivi memijit kakinya juga.saat akan pindah ke kaki satunya yang ada luka,Akbar menyuruhnya untuk duduk dulu.


"Ada apa,,Aden mau minum,?"


"Ngga,,duduk lah dulu,kamu pasti cape dari tadi mijitin Aku terus,"


"Ngga cape kok,kan mijitnya pelan,"


"Kemarikan tanganmu,"Sambil tangan Akbar juga di ulurkan,Vivi lalu mengulurkan tanganya,Vivi tidak tau mau di apakan,tapi Vivi menurut saja.


Tangan Vivi lalu di genggamnya,dan setelah tangan mereka saling genggam,Akbar membawa ke dadanya.Vivi hanya diam dan kaget dengan perlakuan Akbar.


Akbar justru tersenyum melihat wajah Vivi yang diam,Vivi yang melihat Akbar tersenyum lalu menarik tanganya karena malu.


"Diamlah,Aku ingin tidur sambil menggenggam tanganmu,,"

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2