MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Vivi Mencari Calon Suami Bukan Sekedar Pacar


__ADS_3

Sekitar jam 2 siang Mba Iis menelvon Vivi,dan bilang kalau Akbar belum makan siangnya.


"Mungkin lauknya Den Akbar ngga suka kali Bi,coba tanyain dia minta lauk apa,"


"Sudah Vi,Bibi sudah tanyain,katanya iya nanti di makan,gitu jawabnya tapi tetap aja Den Akbarnya ngga mau makan,Bibi jadi pusing nih,takut Ibu trlfon dan nayain Den Akbar udah makan apa belum,Bibi nanti bingung jawabnya Vi,,"


"Trus Vivi harus gimana dong Bi,,?"


"Kamu bisa pulang dulu ngga Vi,dan bujukin Den Akbar,siapa tau sama kamu mau,"


"Tapi ini masih jam kerja Bi,,"


"Ngga papa lah bolos sehari ini,dari pada nanti Bibi dan kamu juga kena marah ibu,"Vivi lalu berfikir.


"Iya juga yah,,nanti orang rumah pasti kena marah kalau sampai Den Akbar kenapa kenapa,"dalam hati Vivi berkata.


"Ya udah Bi,Vivi pulang deh,,"telfon pun mati,dan Vivi bersiap pulang.


Vivi pulang naik Taxsi,sekitar setengah jam ahirnya Vivi sampai di rumah.


"Tadi Bibi kasih lauknya apa Bi buat Den Akbar,"tanya Vivi saat sudah sampai rumah.


"Ya kaya tadi pagi,pake sup daging,"


"Vivi mau lihat dulu ya Bi,,"


"Iya sanah lihatlah,,"


Vivi lalu masuk ke kamar Akbar,dan ternyata Akbar sedang tidur siang.

__ADS_1


Vivi lalu melihat ke tempat makananya,dan benar masih utuh.saat Vivi mau keluar Akbar memanggilnya.


"Mau kemana,,?"Vivi menengok ke belakang.


"Aden udah bangun,?"


"Hemmm,,,"Vivi lalu balik lagi dan tidak jadi keluar.


"Aden kenapa ngga makan siang,Aden kan harus minum obat,"


"Bukanya kamu senang lihat Aku sakit,"Sambil Akbar bangunn dari tidurnya lalu duduk dan bersandar.


"Ya ngga Den,Saya malah kuatir sama Aden saat Mba Iis telfon dan bilang Aden ngga mau makan,saya langsung pulang,karena Saya kuatir dan tidak mau Aden sakit,"


"Tapi sekarang Aku sedang sakit,hatiku sakit karena merasa perasaanku di gantung olehmu,"Vivi lalu diam.


"Aku akan menerima apapun keputusanmu,jadi beri Aku jawaban iya atau tidak,mudah kan,?"


"Ya Tuhan Vi,,Aku ini bukan anak kecil yang harus di bujuk gitu,kenapa Aku kaya anak kecil gini sih,,"Vivi tersenyum Tipis.


"Saya hangatkan dulu yah sayurnya,agar hangat tidak dingin gini,"


"Terserah kamu aja,,"Vivi pun keluar dari kamar Akbar,lalu ke dapur untuk menghangatkan sayurnya dan mengganti nasinya yang baru.


Vivi diam sedang berfikir apa dia harus menerima cinta Akbar apa tidak.


"Aku memang merasakan deg degan dan perasaan aneh saat bersamanya,walau dia galak dan kadang nyebelin tapi rasanya Aku selalu ingin bertemu denganya,apa ini yang di namakan cinta,"


"Kalau dengan Frengki perasaanku biasa aja,dia memang sangat baik dan suka membantuku,tapi saat bersamanya Aku ngga merasa apa apa,ngga ada getaran apa pun di dalam hatiku,Karena Aku menganggapnya hanya sebatas teman dari dulu,kalau Aku menerima dia,berarti Aku membohongi perasaanku sendiri dong,"Vivi terus bicara di dalam hatinya.

__ADS_1


"Ya Tuhan Vivi,,itu loh sayurnya sudah mendidih ,kenapa dari tadi hanya di lihatin saja,"Kata Mba Iis,Vivi yang kaget langsung mematikan kompornya.


"Iya Bi,,"Vivi lalu mengambil mangkuk untuk di isinya,setelah di isi Vivi lalu menuju kamar Akbar lagi sambil membawa makanan.


Vivi pun masuk ke dalam kamar Akbar,lalu meletakan nampan di atas meja,Vivi lalu duduk dan menyuapi Akbar setelah piring di isi sayur.


"Aa,,ini udah ngga panas,"Akbar membuka mulutanya.


"Aden harus cepat sembuh ,masa makanya harus di suapin terus gini,sambil di bujukin lagi,"Kata Vivi pelan.


"Oh jadi ngga iklas nih,kalau ngga iklas udah sinih Aku makan sendiri aja,"


"Gitu aja ngambekkk,,,"Sambil tersenyum dan menyuapkan makanan ke dalam mulut Akbar.


Makanan ahirnya habis,saat Vivi mau membawa piring keluar,Akbar melarangnya.


"Itu nanti juga bisa kan di bawanya,kamu tuh kaya ngulur waktu terus sih,"Vivi membuang nafasnya kasar,sambil mengeleng pelan.


"Kalau sudah rapi dan bersih kan enak di lihatnya,kalau kaya gini kan berantakan,ngga enak di lihatnya,,"


"Udah biarin aja,sekarang jawablah,kamu mau atau tidak jadi pacarku,?"


"Tapi maaf sebelumnya,,"Deg,,Akbar sudah merasa deg degan saat dengar kata maaf dari mulut Vivi.


"Saya ngga mau pacaran,,tapi,,,"Vivi berhenti berkata.


"Tapi Apa,,?"


"Tapi saya mencari calon suami dan calon imam,Saya ingin berubungan dengan laki laki tapi dengan hubungan jelas arahnya,tidak untuk sekedar main main dan senang senang saja,tapi untuk ke jenjang serius,yaitu pernikahan,,"Akbar tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Apapun keinginan kamU Aku setuju,tapi Aku minta waktu dua tahun untuk bisa menikahimu,Aku akan melanjutkanS1 ku dulu di Amerika,gimana,,apa kamu mau menungguku,,?"Vivi mengangguk sambil tersenyum.Akbar langsung mengambil tangan Vivi dan menciumnya.


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2