
Buggg,,
Fatiya yang sedang melihat buku tiba tiba kepalanya terkena lemparan bola basket,dan membuat Fatiya langsung terdorong ke belakang,dan langsung tersungkur.
"Kaka,,"Faiza berteriak.
"Tiya,,,"teriak Zee juga yang melihat Tiya tersungkur .
Tiya memegang kepalanya yang merasa pusing,lalu Zee dan Faiza langsung membantu Tiya bangun.
"Zee kita bawa ke ruang UKS yuk,"
"Iya Iza,,ayo,,"
"Maaf,,saya ngga sengaja,apa terluka,,?"Ternyata Torik yang melempar bola ke arah Tiya.semua pemain Basket juga mendekat ke Tiya karena merasa kuatir.
"Tiya sepertinya terluka kak,kita mau bawa keruang UKS sekarang,"jawab Zee.
"Iya Pergilah,nanti setelah pertandingan Aku akan menyusul,"Kata Torik ,Zee dan Faiza membawa Tiya .
Tiya memegang kepalanya terus,dan di UKS Tiya langsung tiduran,lalu guru datang memeriksa,kepala Tiya ternyata benjol dan biru.
"Kak,,Adik telfon Mamah yah apa Papah,Adik takut Kaka kenapa kenapa,,"Faiza merasa takut.
"Jangan Dek,Kaka ngga papa kok,Kaka cuman pusing aja,,"
"Tapi Kaka benjol sama biru gitu keningnya,"
"Iza,kita keluar aja dulu yuk,biar Tiya istirahat,"
"Tapi Aku takut Tiya kenapa kenapa Zee,,"
"Ngga ,,Tiya ngga papa kok,biar dia istirahat,ayo keluar,,"Zee mengajak Faiza keluar dan membiarkan Tiya istirahat dulu.
Zee dan Faiza Duduk di depan ruangan,dan Faiza menelfon pak supir.
"Non ,,Non Tiya kenapa,,?"tanya pak supir yang mendekati Faiza langsung setelah di telfon.
"Kaka tadi kena bola basket Pak saat lihat pertandingan Basket,,Adik takut Pak,,takut Mamah sama Papah marah,,"
"Emang parah lukanya,?"
"Ngga parah sih pak lukanya,cuman benjol sama biru,sekarang Tiya nya lagi istirahat,"
"Non sudah telfon Mamah apa Papah belum,?"
"Belum pak,Adik takut,,"
"Biar Bapa aja yang telfon ya non,soalnya kalau bapa ngga telfon takut salah nanti bapa,"
"Tapi kalau Bapa kena marah gimana,,"
"Ya ngga papa non,yang penting Bapa bilang,"
__ADS_1
Pak supir lalu telfon Dinda,Dinda langsung kaget ,untungnya tidak marah,tai Dinda menyuruh Pak Supir untuk Membawa Tiya ke Kliniknya sekarang.
"Iya Bu,Saya akan ajak Non Tiya ke klinik sekarang,,"telfon pun mati.
Lalu Pak supir bilang ke guru ,akan membawa Tiya ke klinik dan perintah dari orang tua Tiya pak supir bilangnya ke pak guru.Pak guru pun mengizinkan nya untuk Tiya di bawa ke klinik.
Pak supir dan Faiza membatu memapah Tiya,sedang Zee membawakan tasnya Tiya menuju mobil.
Tiya di tidurkan di bangku tengah,sedang Faiza duduk depan bersama pak supir,Tiya sadar cuman kepalanya merasa pusing.
Zee tidak ikut hanya mengantar sampai parkiran.Zee lalu melihat ke pertandingan basket lagi,ternyata sudah selesai.
"Zee gimana temanmu,dia baik baik aja kan,?"tanya Iwan cowok yang sedang dekat dengan Zee teman Torik main basket juga.
"Tiya keningnya biru dan benjol,sekarang di bawa ke klinik orang tuanya,"
"Rik,,cewe yang tadi kena bola sama kamu di bawa ke klinik loh,"Iwan mendekati Torik dan memberitahukan kondisi Tiya.
"Serius,,kamu kata siapa,,?"
"Itu kata Zee temanya,,"sambil menunjuk ke Zee.
Lalu Torik mendekati Zee dan bertanya padanya.
"Emang cewe yang tadi kena bola olehku dia di bawa ke klinik,,?"Zee mengangguk.
"Apa lukanya parah,,?"
"Namanya siapa tadi,,"
"Nama siapa,,?"
"Nama yang kena bola olehku,,"
"Oh,,dia namanya Fatiya tapi suka di panggilnya Tiya,,"Torik mengangguk.
"Boleh minta no telfon nya ngga,?"
"Buat apa,,?"
"Aku mau minta maaf padanya,"Zee sedikit berfikir.
"Udah kasih aja,kan dia mau minta maaf,"kata Iwan pada Zee,akhirnya Zee pun memberikan no telfon Tiya.
Dinda menunggu kedatangan mobil yang membawa anak kembarnya,Dinda merasa cemas,Dinda sudah menelfon Agung,dan Agung juga akan datang ke klinik.
Saat mobil datang,Dinda sudah menyiapkan Bangkar untuk membawa Tiya menuju ruang rawat.
Dinda menyuruh perawat untuk membantu Pak Supir mengangkat Tiya,setelah mobil berhenti.
Tiya sekarang sudah di bawa ke ruang rawat,Dinda yang menanganinya langsung,Faiza ikut masuk dan diam karena takut kakanya terluka parah,juga takut Mamah dan Papahnya memarahinya,karena ini ajakanya untuk menonton pertandingan basket antar sekolah.
Tiya sudah di obati oleh Dinda,dan juga sudah di beri obat agar kepalanya tidak pusing atau sakit lagi.Tiya pun tertidur lalu Dinda mendekati Iza.
__ADS_1
"Dek,,Kamu kenapa sayang,?"Iza rupanya diam dan seperti takut.
"Mah,,maafin Adik,Kaka begini karena tadi Adik ajak Kaka lihat pertandingan basket di sekolah,,Adik minta maaf Mamah jangan marah yah,,"Dinda tersenyum.
"Ngga sayang,,Mamah ngga marah,ini kan ngga di sengaja,Mamah tau kok kalian pasti juga ngga mau kaya gini,ini hanya musibah,cuman besok besok kalau mau lihat pertandingan basket lebih baik yang jauh aja dari lapangan nya yah,,"sambil memeluk Iza.
Agung datang dan langsung masuk,"Gimana keadaan Kaka Mah,,?"
"Kaka sedang tidur Pah,"
"Gimana lukanya,,?"
"Hanya keningnya yang biru,akibat kena bolanya,"Sambil Dinda memberi kode ke Agung,kalau Iza sedang ketakutan.Agung yang faham langsung mendekatinya.
"Pah,,maafin Adik,,"Agung lalu tersenyum tipis dan memeluk Iza.
"Ngga papa sayang,Kaka kan cuman memar aja,ngga usah takut yah,"
"Papah ngga marah kan,,"
"Ya ngga dong sayang,,"ketiganya lalu duduk di sofa,menunggu Tiya bangun.
Sekitar jam 5 sore,Tiya di bawa pulang,kepalanya sudah ngga pusing tapi memarnya masih sangat terlihat.
Sampai rumah Papah bilang kamar Iza sudah jadi,saat Iza lihat langsung seneng.
"Pah Mah,Adik pindah ke kamarnya besok aja yah,soalnya Adik mau temenin Kaka dulu,takutnya Kaka masih sakit,"
"Iya terserah kamu sayang,"
Malam pun datang,tadi Tiya makan malam di suapi oleh Dinda,sedang Iza makan di bawah,sekarang si kembar sudah ada di atas kasur bersiap untuk tidur,tapi mereka mengobrol dulu.
"Kaka udah lebih baik kan,?"
"Udah,,cuman keningnya kalau di pegang sakit,"
"Maafin Adik ya kak,"
"Kamu ngga salah kenapa minta maaf,"
"Kan Adik yang ngajakin Kaka lihat pertandingan basket,jadi Kaka kena bola deh,coba kalau kita ngga lihat pasti tidak gini,"
"Udah ini kan musibah,kita tidur aja yah,"
"Iya kak,"
Keduanya memejamkan matanya,Iza langsung tidur,sedang Tiya yang tadi sudah kenyang tidur ,tidak bisa tidur.Tiya membuka matanya lagi,lalu mengambil hpnya.
Tiya melihat ada pesan masuk ,lalu Tiya membukanya,dan dari no yang tidak di kenalnya.
"Maaf tadi Aku tidak sengaja melempar bola ke arahmu,Apa kamu tidak apa apa,semoga kamu tidak terluka dan mau memaafkan ku,selamat malam ,,,🙏"
Jangan lupa like,komen dan vote nya,terimakasih..
__ADS_1