MENCINTAI PAPAH TIRIKU

MENCINTAI PAPAH TIRIKU
Olahraga Pagi


__ADS_3

"Mas,, kamu lagi ngapain,,, "tanyaku saat Aku masih memejamkan mataku, Aku merasakan sentuhan di dadaku, saat mataku terbuka rupanya Mas Hendra yang sedang bermain di dadaku.


"Semalamkan gagal, jadi buat gantinya kita lakukan sekarang,, "dan Mas Hendra langsung sibuk tanganya membuka bajuku, Aku yang masih belum sepenuhnya tersadar dari kekagetanku bangun tidur, hanya menurut saja.


Semua kain yang menempel di badanku sudah terlepas semuanya.


"Mas,, pelan pelan. Takut kakimu sakit lagi nanti,, "kataku,karena Mas Hendra tidak sabaran saat membuka celanaku.


"Maaf,, Iya Saya akan pelan pelan, karena ini dah ngga tahan soalnya,,"sambil menujuk ke dalam celananya sambil tersenyum.


"Ya ampun Sayang,, kamu justru lebih cantik kalau tidak pakai baju sama sekali kaya gini sih,, "kata Mas Hendra, dan Aku langsung memukul wajahnya dengan bantal.


"Aduh,, kok di pukul sih,, "sambil mengusap wajahnya.


"Lagian ngomongnya ngga sopan gitu,, "kataku sedikit sewot.


"Ya emang bener kok yang Saya bilang,, "


"Mas ini mau di lajut apa ngga,, kalau ngga Dea mau pakai baju lagi,, "sambil ku ambil bajuku, tapi Mas hendra langsung menariknya.


"Enak aja,, orang ini sudah berdiri gini,, kita lanjut dong,, "sambil tanganya meremas dadaku.


"Aww,,, pelan sih Mas,, sakit tau,, "Mas Hendra hanya tertawa melihatku yang ke sakitan.


"Sayangg,,, kamu lebih suka main yang kasar apa lembut hemmm,, "sambil menciumi telingaku dan berbisik.


"Dea apa aja mau, terserah Mas Aja,, "sambil ku usap kepalanya.


"Ok,, kita main yang di tengah tengah aja yah,, tapi sedikit kasar,, "Aku hanya mengangguk.


Lalu Mas Hendra mencium bibirku dengan rakus dan setelah itu ciumanya turun ke leherku, di leher Aku merasakan seperti di gigit semut tapi sangat nikmat karena tangan Mas Hendra tidak hanya diam, melainkan bermain di dadaku.


"Masss,,, "sambil ku remas rambutnya.


Lalu ciumanya pun turun lagi, dan sampai di dadaku. Mas Hendra dengan rakusnya memainkan dadaku, bibirnya memainkan daging kecilnya dan di tarik tariknya dengan bibirnya.Aku pun makin klojotan seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


Dan ke dua tanganya Mas Hendra menggenggam dadaku, dan mulutnya menyedoti kekanan dan kekiri secara bergantian. sampai tanganku meremas seprei dengan kencangnya karena merasakan kenikmatan yang sudah cukup lama Aku tak merasakanya.


Permainan Mas Hendra sedikit kasar, tapi justru membuatku makin menggila. apa lagi saat ciuman Mas Hendra sudah turun ke bawah dan telah sampai di pusat intiku, dan permainan lidahnya yang tidak bermain lembut mumbuatku sampai merem melek, dan mulutku tak berhenti mengeluarkan suara suara aneh.


"Maaassss,,, oooohh,,,, "sambil ku tekan kepala Mas Hendra karena rasa nikmat ahirnya Aku dapatkan.


Aku langsung lemas tak bertenaga, hanya tergeletak dengan nafas yang belum teratur.


"Sayang,, Saya lakukan sekarang yah,, "Aku hanya mengangguk pasrah saat Mas Hendra berbisik di telingaku.


Lalu karena sudah basah dan Aku bukan lagi perawan, membuat Mas Hendra tidak kesulitan untuk memasukan ke punyaanya ke inti tubuhku.


Dan benar saja saat Aku rasakan kepunyaan Mas Hendra yang masuk semuanya, Aku sampai mendelik karena rasanya ngga bisa di utarakan dengan kata kata.


"Aaaaaa,,, aaahhh,,, "Mas Hendra lalu mendiamkanya dulu, menungguku untuk beradaptasi dulu. Setelah Aku sudah lebih tenang baru Mas Hendra menggerakan pinggulnya.


Baru berapa menit permainan, Mas Hendra sudah tidak kuat memimpin karena kakinya sakit, dan sekarang kita sudah berubah posisi, Mas Hendra sekarang yang ada di bawah, dan Aku yang memimpin permainan.


Aku yang bekerja dengan menggerakan pinggulku naik turun. dan dadaku yang besar ikut bergerak keatas dan ke bawah, lalu Mas Hendra pun memeganginya dengan mempermainkanya.kita yang sama sama merasakan nikmat, sampai suara kita pun keluar bersama dengan saling bergantian .


Aku membantunya dengan menggerakan pinggulku dengan gerakan cepat.


"Aaahhhh,,,,,,,"


"Oooohhhh,,,, "


Kita pun mengeluarkan suara kenikmatan bersama sama sampai ahirnya Aku ambuk di atas badan Mas Hendra.


Lalu Aku turun dari atas badan Mas Hendra, dan berbaring di sebelahnya,dengan nafas kita yang masih belum setabil.


"Maaf,, Saya belum bisa puasin kamu,, "sambil memiring badanya dan menghadapku.


"Kamu tuh ngomong apa sih Mas,, bagi Dea asalkan kita selalu bersama dan selalu bahagia, Dea sudah merasa cukup, "


"Kamu ngga lagi bohong kan, kamu benar benar merasa bahagia hidup bersama Saya kan,, "Aku pun mengusap pipinya dan memberinya ciuman singkat, cupp..

__ADS_1


"Sama sekali Dea ngga bohong,, Dea sayang dan cinta sama Mas dan bahagia hidup bersama Mas,, "


"Terimakasih,, sejujurnya Saya takut kamu tidak puas dengan Saya,, karena Saya sedang seperti ini,, "


"Ngga usah bahas ini,, bagi Dea ini sudah dari cukup, karena Dea sangat menikmatinya,, "Lalu kita pun tersenyum bersama.


Aku lihat jam dan ternyata sudah jam 7 pagi.


"Mas,,Dea mau mandi dulu yah,, "kataku sambil bangun dari kasur.


"Mau mandi bareng ngga,, "


"Ngga usah,, terimakasih,, "sambil Aku menarik selimut untuk menutupi badanku.


Sedang Mas Hendra tertawa melihatku yang langsung lari masuk kamar mandi.


Selesai Aku mandi, baru lah Mas Hendra yang mandi.saat Aku berdiri di depan cermin Aku melihat di leher dan di dadaku banyak sekali tanda merah yang Mas Hendra buat. Aku pun tersenyum sambil mengusapnya tanda itu, karena Aku jadi terbayang saat Mas Hendra membuatnya, rasanya antara sakit dan geli.


"Kenapa senyum senyum gitu,,? "kata Mas Hendra sambil memeluku dari belakang.


"Ini loh Mas, kamu tuh kenapa buat kaya gini kok bisa banyak banget, gimana Aku bisa menutupinya,, "


"Ngga usah di tutup lah,,"lalu Aku pukul tanganya yang memeluku.


"Sakit Yang,,, "sambil melepas pelukanya.


"Lagian ngomongnya gitu,, Dea malu lah kalau sampai orang lihat tanda mereh kaya gini banyak di leher Dea,, "


"Itu kan tanda bahwa kamu adalah milik Saya, jadi orang pun ngga akan berani mendekati kamu,, "sambil mencium keningku.


*Maaf kalau masih kurang Ht,soalnya kaki mas hendra belum sembuh bener, jadi di tunggu lagi aja besok pasti ada saatnya mas hendra yang kerja.


Mampir juga ke cerita baruku yah, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**...

__ADS_1


__ADS_2