
Torik sampai rumah termenung memikirkan sifat Tiya kepadanya dari kemarin sebelum Tiya menghindarinya terus.
"Aku baru kali ini di buat galau dan setres sama wanita,dia benar benar membuatku bingung dan penasaran,"Sambil mengusap wajahnya kasar.
"Tapi Aku ngga akan nyerah untuk mendapatkannya,Aku akan main hAlus untuk membuatnya jatuh hati padaku,"
Malam harinya di rumah Agung,mereka sedang makan malam bersama.
"Sayang,,dua minggu lagi ulang tahun kalian yang ke 17 tahun loh,"kata Dinda,kembar langsung saling pandang.
"Iya Mah,,dua minggu lagi,"kata Iza.
"Iya,,makanya Mamah dan Papah mau buatkan acara buat kalian, karena ini kan ulang tahun yang ke 17,kalian sudah menginjak masa remaja,jadi Mamah sama Papah ingin buat yang berkesan buat kalian,agar selalu di ingat,kan biasanya kita rayainya cuman sama orang terdekat saja,jadi untuk saat ini kalian akan mengundang teman sekolah kalian,kalian mau kan,,"
"Maju,,, Iza mau banget,,"
"Tiya ngikut Adek aja,"saat Dinda melihat ke Tiya.
"Kalian mau di rayakan di hotel apa mau di rumah,?"tanya Agung.
"Gimana Kak,mau di rumah apa di Hotel nih,?"tanya Iza pada Tiya.
"Adek maunya gimana,,?"
"Kenapa Kaka nunggu jawaban Adek sih,kita bareng bareng aja Kak mutusinya,"
"Kalau Kaka ambil keputusan beda sama Adek,juga tetep aja nanti Adek yang menang,mending Kaka ngikut Adek aja,,"
"Udah kalian ngga usah debat,ayo enaknya di mana nih,?.coba Kaka maunya di mana dan alasanya apa,? nanti baru pendapat Adek,"
"Kalau Kaka enaknya di rumah aja ,biar biyayanya ngga terlalu banyak,nanti di adakanya di belakang rumah ,kan ada kolam renang,Ada lapangan basket yang bisa di hias Dan di sulap menjadi tempat acara,pasti indah dan bagus,"jawab Tiya.
"Kalau Adek gimana,,?"
"Kalau Adek penginya di Hotel,biar terlihat mewah dan elegan,tapi kalau Kaka maunya di rumah Adek ngikut Kaka,dari kemarin kemarin Kaka selalu mengalah pada Adek,jadi sekarang Adek mau ngikutin saran Kaka aja,"
"Serius Adek ngga papa ulang tahunya mau di rumah aja,?"tanya Dinda.
"Ya ngga papa Mah,,di rumah juga pasti rame dan seru karena Adek mau undang banyak teman,"
"Ya udah kalau gitu acaranya di rumah aja yah,besok hari libur mama panggil orang yang suka dekor,jadi kalian nanti bisa ngomong ke orangnya maunya kalian mau gimana,"kembar menjawab iya.
"Kalian sudah remaja sekarang,jadi kalian harus bisa lebih dewasa dalam menyikapi masalah,kalian ngga boleh berantem beranteman lagi,harus selalu kompak,kalau ada masalah harus langsung di bicarakan jangan di pendam atau berlarut larut,ngerti kan kalian maksud papah,?"
__ADS_1
"Iya Pah,kita ngerti,"
"Kalian juga harus kompak dan selalu menyayangi yah,dan ngga boleh rebutan cowok, karena cowok di luaran banyak ,ngerti,,"Dinda menambahi.
Iza menjawab iya dengan kencang,sedang Tiya hanya mengangguk.
Selesai makan keduanya naik ke kamar,Iza ikut masuk ke kamar Tiya,Iza dan Tiya membicarakan keinginan ulang tahun mereka,sekitar jam 10 Iza balik ke kamarnya karena sudah malam.
Pagi harinya kembar berangkat sekolah,saat di parkiran ternyata bareng dengan Torik yang baru sampai.
"Hai kak,,pagi,,"kata Iza, Torik hanya tersenyum tipis.
Tiya sengaja ngga turun dari mobil dulu,menunggu Torik jalan duluan,ternyata Iza mengikuti Torik yang berjalan duluan.
"Kak,,Adek masuk dulu yah,"tanpa menunggu jawaban Tiya Iza pergi bareng Torik.
"Kak,,dua minggu lagi Iza mau ulang tahun,"
"Yang ke berapa,,?"
"17 Tahun,,Kaka harus datang dan bawa kado buat ku ya kak,"
"Ya insyaallah,"
"Dua minggu lagi kan masih lama Zi,orang kan mana tau,takutnya sakit atau kenapa kita kan ngga tau,,"
"Iya sih,,tapi Kaka usahain datang yah,"Torik menjawab Iya.
"Udah Sanah masuk kelas kamu,"
"Iya kak,,dah kak,,,"
Ternyata Tiya berjalan di belakang mereka yang tidak jauh,saat Iza pergi Torik melihat Tiya yang jalan sendiri melewati kelasnya,Torik hanya melihat sekilas setelahnya masuk ke dalam kelas,Torik pun tidak ingin mengemis pada Tiya untuk bisa dekat denganya.
Dan Tiya mencoba untuk biasa saja,terus berjalan melewati kelas Torik tanpa menengok dan terus lurus.
Jam istirahat seperti biasa Torik dan Iwan menuju kantin,ternyata sudah ada Iza,Zee dan Tiya,Tiya tadi di paksa ikut oleh Iza karena Tiya ngga pernah pergi ke kantin.
Torik melihat ada Tiya hanya membeli roti dan Su#su,setelah itu pergi lagi ke kelas,Torik hanya tidak ingin Tiya merasa tidak nyaman makan di kantin karena ada dirinya.
"Kak,,kak Torik kok ngga makan,kenapa,,?"tanya Iza pada Iwan.
"Dia lagi ngga enak badan,jadi balik ke kelas,"
__ADS_1
"Kayanya baik baik aja kok,"Iza ngga percaya.
"Udah sih Zi mungkin memang Kak Torik lagi ngga enak badan,kalau kamu kuatir apa ngga percaya lihat aja Sanah,tanyain langsung pada orangnya,"Tiya hanya sibuk makan, Tiya sepertinya faham karena Ada dirinya jadi Torik ngga jadi makan.
"Aku kirim pesan aja lah padanya,"
"Terserah kamu,"kata Zee.
Setelah Selesai makan semuanya balik ke kelas,pesan Iza ngga di balas saat melewati kelas Torik dan Iwan,Iza meminta untuk melihat Torik sebentar.
Torik di kelas sedang duduk sambil memegang bukunya,Tiya melihat tapi ngga mau masuk hanya Iza saja,Tiya di luar pintu bersama Zee dan Iwan.
"Kak,,Kaka sakit yah,kok ngga makan tadi,?"Iza langsung duduk di dekat Torik.Torik.lalu melihat ke Iza dan keluar pintu,ternyata ada Tiya juga bersama Zee dan Iwan.
"Ngga,,cuman lagi malas makan,"
"Oh gitu,,kirain Iza Kaka sakit,"
"Cie,, Torik ada yang ngapelin nih,,"ledek teman kelasnya.
"Kayanya ada yang punya pacar tapi ngga tlaktir kita nih,,"kata satu temanya lagi,kelas pun jadi rame,dan ketiga orang di luar semuanya dengar lalu melihat ke dalem tapi tidak dengan Tiya,Tiya justru pergi dari situ menuju kelasnya,Tiya berusaha ngga peduli.
"Apaan sih kalian,,siapa yang udah jadian,ngacok kalian,"
"Ya udah tembak aja sekarang biar kalian jadian kita jadi dapat tlaktiran,iya ngga teman teman,,"semua anak di kelas teriak iya.
"Ada apa sih rame amat,berisik tau,,"kata Iwan.
Iza terlihat malu karena di becandain,"Wan bilang Torik dong biar nembak Iza ,biar kita dapat tlaktiran jadian,,"
"Ngaco aja kalian kalau bicara,emang mereka saling suka,mereka hanya berteman tau,,"
"Eh Wan kita juga tau kali mana pandangan teman sama pandangan suka,Iza nya aja perhatian gitu,"Iza lalu bangun akan pergi,Torik yang melihat Iza malu langsung menahan nya.
"Jangan di dengarkan omongan mereka yah,mereka memang suka usil,"sambil menggenggam tangan Iza,Iza mengangguk sambil tersenyum.
Lalu Iza dan Zee keluar dari kelas Torik,Iza di luar sambil berjalan memegang tanganya yang tadi habis di pegang Torik sambil tersenyum.
"Cie,,yang lagi seneng,kayanya ada yang jatuh cinta yah,"ledek Zee sambil berjalan,sedang Iza tidak menjawabnya,hanya tersenyum saja.
"Sepertinya Iza memang menyukaimu Rik,udah tembak aja,kan ngga dapat kakanya adiknya pun bisa,siapa tau kamu bisa melupakan kakanya karena wajah mereka kan sama,adiknya lebih menyenangkan,ngga kaya kakanya terlalu cuek ,"Torik hanya diam dan mendengarkan Iwan bicara.
***Jangan lupa like, komentar dan votenya, trimakasih..
__ADS_1
Semoga suka cerita kembar yah,jujur Aku kesulitan ceritain cinta SMA kaya gini,cuman Aku mau kasih bocoran dikit aja,nantinya kalau udah dewasa Torik akan menikahi dua duanya***,,